KOMPAS.com – Magma yang meleleh di atas permukaan bumi disebut lava. Batuan beku merupakan batuan yang berasal dari hasil pembekuan magma atau lava.
Selain itu juga batuan beku berasal dari hasil kristalisasi mineral dalam bentuk agregasi yang saling interlocking atau saling mengunci.
Magma merupakan suatu larutan pijar yang umumnya terdiri dari senyawa silikat yang terdapat dalam perut bumi.
Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya juga sifat kimia dan komposisi mineralnya. Berikut adalah penjelasannya!
Baca juga: Batuan Beku: Pengertian, Proses Pembentukan, dan Ciri-cirinya
Klasifikasi batuan beku berdasarkan tempat terbentuknya
Berdasarkan tempat terbentuknya batuan beku dibagi menjadi 3, yaitu:
- Batuan beku lelehan
- Batuan beku gang atau korok
- Batuan beku dalam
- Batuan beku lelehan
Batuan beku lelehan (volcanic rocks) merupakan batuan beku yang berasal dari hasil pembekuan magma pada permukaan bumi.
Batuan beku lelehan pada umumnya memiliki tekstur holohyalin, porfiritik dalam massa dasar.
Contohnya seperti andesite, ryolite, basalt, dan lain-lain.
Baca juga: Batuan Beku: Definisi, Jenis, dan Penamaanya
Batuan beku gang atau korok (Hypabysal rocks)Batuan beku ini merupakan batuan beku yang berasal dari hasil pembekuan magma pada daerah gang atau korok.
Pembekuan ini terletak antara batuan beku lelehan dan batuan beku dalam. Batuan beku gang atau korok pada umumnya memiliki tekstur hipokristalin.
Contohnya seperti dacite dan mikrodiorite.
Batuan beku dalam (Plutonic rocks)Batuan beku dalam merupakan batuan beku yang terbentuk dari hasil pembekuan magma di dalam bumi, pada kedalaman yang cukup besar.
Batuan beku dalam pada umumnya memiliki tekstur hobokristalin dan memiliki struktur masif.
Contohnya seperti gabbro dan granit.
Baca juga: 3 Batuan Penyusun Kerak Bumi
Klasifikasi batuan beku berdasarkan sifat kimia dan komposisi mineralnya
Berdasarkan sifat kimia dan komposisi mineralnya batuan beku iklasifikasikan menjadi empat jenis yaitu:
- Baguan beku asam
- Batuan beku intermediet
- Batuan beku basa
- Batuan beku ultra basa
Batuan beku asam merupakan batuan beku yang memiliki kandungan silika lebih besar dari 66%.
Ketampakan batuan ini memperlihatkan warna terang atau dominan putih, merah keabu-abuan atau abu-abu terang.
Baca juga: Intrusi Magma: Pengertian dan Bentuknya
Batuan beku asam cenderung membentuk tubuh intrusi besar karena sifat kekentalan magmanya yang tinggi sehingga tidak bisa melalui celah-celah yang sempit dalam bentuk dyke atau sill.
Ciri khas batuan beku asam yakni kaya akan unsur alkali dan miskin terhadap unsur kalsium atau mineral ferromagnesium.
Contohnya granit, apit, pegmatit, ryote, syenite, obsidian, pumice, dan trachyt.
Batuan beku intermedietBatuan beku intermediet merupakan batuan beku yang memiliki kandungan silika antara 52 hingga 66 persen.
Ketampakan batuan ini memperlihatkan warna yang agak gelap dibandingkan batuan beku asam.
Baca juga: Ekstrusi Magma: Pengertian dan Hasilnya
Warna umumnya abu-abu hingga abu-abu kehitaman. Mempunyai ukuran butir mineral dari halus hingga kasar.
Bentuk intrusi dari batuan beku intermediet kebanyakan adalah laccolith, lapolith, dyke dan sill.
Bentuk- bentuk intrusi ini dikontrol oleh kekentalan magmanya yang menengah, sebagian ada yang dapat melalui celah yang agak sempit dalam bentuk dyke dan sill.
Ciri khas batuan beku intermediet yakni warna batuan dari terang hingga agak gelap, perbandingan antara mineral alkali, kapur dan ferromagnesium sudah mulai tampak.
Contohnya granodiorit, dasit, diorit, monzonit, anorthosit, dan andesit.
Baca juga: 3 Jenis-Jenis Batuan
Batuan beku basaBatuan beku basa merupakan batuan beku yang memiliki kandungan silika antara 45 hingga 52 persen.
Ketampakan batuan ini memperlihatkan warna yang gelap dibandingkan batuan beku intermediet.
Warna umumnya gelap atau buram. Bentuk intrusi dari batuan beku basa kebanyakan adalah dyke, sill, apopyhyse dan lelehan.
Bentuk intrusi tersebut berhubungan dengan sifat magmanya yang memiliki kekentalan rendah.
Sehingga, batuan beku basa mudah untuk memasuki celah-celah sempit atau dapat berupa lelehan yang luas dipermukaan.
Baca juga: Siklus Batuan: Pengertian dan Tahapannya
Ciri khas batuan beku asam yakni warna gelap, hitam atau buram, kaya akan mineral mafic dan mineral ca-plagioklas. Contohnya adalah gabbro dan diabas.
Batuan beku ultra basaBatuan beku ultra basa merupakan batuan beku yang memiliki kandungan silka kurang dari 45 persen.
Ketampakan batuan ini memperlihatkan warna yang sangat gelap dibandingkan batuan beku basa.
Batuan ini umumnya tersusun oleh mineral-mineral ferromagnesium sehingga Ketampakannya sangat gelap atau hitam, mudah lapuk terhadap air hujan.
Contohnya adalah peridotit, dunit, pyroxenit, amphibolit, dan limburgit.
Baca juga: Batuan Sedimen: Proses Terbentuk dan Jenisnya
Referensi:
- Chaerul, Muhammad. Pengantar Ilmu Batuan. Sulawesi Tenggara: YCAB Publisher.
- Wijayanto, Wahyudi. Geografi: Mengenal Batuan. 2022. Surabaya: CV Media Edukasi Creative.