Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Klasifikasi Batuan Beku

Baca di App
Lihat Foto
shutterstock.com
Batuan beku
|
Editor: Silmi Nurul Utami

KOMPAS.com – Magma yang meleleh di atas permukaan bumi disebut lava. Batuan beku merupakan batuan yang berasal dari hasil pembekuan magma atau lava.

Selain itu juga batuan beku berasal dari hasil kristalisasi mineral dalam bentuk agregasi yang saling interlocking atau saling mengunci. 

Magma merupakan suatu larutan pijar yang umumnya terdiri dari senyawa silikat yang terdapat dalam perut bumi.

Batuan beku diklasifikasikan berdasarkan tempat terbentuknya juga sifat kimia dan komposisi mineralnya. Berikut adalah penjelasannya!

Baca juga: Batuan Beku: Pengertian, Proses Pembentukan, dan Ciri-cirinya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Klasifikasi batuan beku berdasarkan tempat terbentuknya

Berdasarkan tempat terbentuknya batuan beku dibagi menjadi 3, yaitu:

Batuan beku lelehan

Batuan beku lelehan (volcanic rocks) merupakan batuan beku yang berasal dari hasil pembekuan magma pada permukaan bumi.

Batuan beku lelehan pada umumnya memiliki  tekstur holohyalin, porfiritik dalam massa dasar.

Contohnya seperti andesite, ryolite, basalt, dan lain-lain.

Baca juga: Batuan Beku: Definisi, Jenis, dan Penamaanya

Batuan beku gang atau korok (Hypabysal rocks)

Batuan beku ini merupakan batuan beku yang berasal dari hasil pembekuan magma pada daerah gang atau korok.

Pembekuan ini terletak  antara batuan beku lelehan dan batuan beku dalam. Batuan beku gang atau korok pada umumnya memiliki tekstur hipokristalin.

Contohnya seperti dacite dan mikrodiorite.

Batuan beku dalam (Plutonic rocks)

Batuan beku dalam merupakan batuan beku yang terbentuk dari hasil pembekuan magma di dalam bumi, pada kedalaman yang cukup besar.

Batuan beku dalam pada umumnya memiliki tekstur hobokristalin dan memiliki struktur masif.

Contohnya seperti gabbro dan granit.

Baca juga: 3 Batuan Penyusun Kerak Bumi

Klasifikasi batuan beku berdasarkan sifat kimia dan komposisi mineralnya

Berdasarkan sifat kimia dan komposisi mineralnya batuan beku iklasifikasikan menjadi empat  jenis yaitu:

  • Baguan beku asam
  • Batuan beku intermediet
  • Batuan beku basa
  • Batuan beku ultra basa
Batuan beku asam

Batuan beku asam merupakan batuan beku yang memiliki kandungan silika lebih besar dari 66%.

Ketampakan batuan ini memperlihatkan warna terang atau dominan putih, merah keabu-abuan atau abu-abu terang.

Baca juga: Intrusi Magma: Pengertian dan Bentuknya

Batuan beku asam cenderung membentuk tubuh intrusi besar karena sifat kekentalan magmanya yang tinggi sehingga tidak bisa melalui celah-celah yang sempit dalam bentuk dyke atau sill.

Ciri khas batuan beku asam yakni kaya akan unsur alkali dan miskin terhadap unsur kalsium atau mineral ferromagnesium.

Contohnya granit, apit, pegmatit, ryote, syenite, obsidian, pumice, dan trachyt.

Batuan beku intermediet

Batuan beku intermediet merupakan batuan beku yang memiliki kandungan silika antara 52 hingga 66 persen. 

Ketampakan batuan ini memperlihatkan warna yang agak gelap dibandingkan batuan beku asam.

Baca juga: Ekstrusi Magma: Pengertian dan Hasilnya

Warna umumnya abu-abu hingga abu-abu kehitaman. Mempunyai ukuran butir mineral dari halus hingga kasar.

Bentuk intrusi dari batuan beku intermediet kebanyakan adalah laccolith, lapolith, dyke dan sill.

Bentuk- bentuk intrusi ini dikontrol oleh kekentalan magmanya yang menengah, sebagian ada yang dapat melalui celah yang agak sempit dalam bentuk dyke dan sill.

Ciri khas batuan beku intermediet yakni warna batuan dari terang hingga agak gelap, perbandingan antara mineral alkali, kapur dan ferromagnesium sudah mulai tampak.

Contohnya granodiorit, dasit, diorit, monzonit, anorthosit, dan andesit.

Baca juga: 3 Jenis-Jenis Batuan

Batuan beku basa

Batuan beku basa merupakan batuan beku yang memiliki kandungan silika antara 45 hingga 52 persen.

Ketampakan batuan ini memperlihatkan warna yang gelap dibandingkan batuan beku intermediet.

Warna umumnya gelap atau buram. Bentuk intrusi dari batuan  beku basa kebanyakan adalah dyke, sill, apopyhyse dan lelehan.

Bentuk intrusi tersebut berhubungan dengan sifat magmanya yang memiliki kekentalan rendah.

Sehingga, batuan beku basa mudah untuk memasuki celah-celah sempit atau dapat berupa lelehan yang luas dipermukaan.

Baca juga: Siklus Batuan: Pengertian dan Tahapannya

Ciri khas batuan beku asam yakni warna gelap, hitam atau buram, kaya akan mineral mafic dan mineral ca-plagioklas. Contohnya adalah gabbro dan diabas.

Batuan beku ultra basa

Batuan beku ultra basa merupakan batuan beku yang memiliki kandungan silka kurang dari 45 persen.

Ketampakan batuan ini memperlihatkan warna yang sangat gelap dibandingkan batuan beku basa.

Batuan ini umumnya tersusun oleh mineral-mineral ferromagnesium sehingga Ketampakannya sangat gelap atau hitam, mudah lapuk terhadap air hujan.

Contohnya adalah peridotit, dunit, pyroxenit, amphibolit, dan limburgit.

Baca juga: Batuan Sedimen: Proses Terbentuk dan Jenisnya    

Referensi:

  • Chaerul, Muhammad. Pengantar Ilmu Batuan. Sulawesi Tenggara: YCAB Publisher.
  • Wijayanto, Wahyudi. Geografi: Mengenal Batuan. 2022. Surabaya: CV Media Edukasi Creative.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Baca tentang
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi