Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ukara Sesanti Bahasa Jawa

Baca di App
Lihat Foto
Kompas.com/ElizaNavianaDamayanti
Ukara sesanti adalah kalimat slogan berbahasa Jawa.
|
Editor: Serafica Gischa

KOMPAS.com - Dalam bahasa Jawa, ukara berarti kalimat dan sesanti berarti pepatah atau peribahasa, atau bisa juga disebut slogan tetapi dalam bahasa Jawa.

Ukara sesanti adalah kalimat pendek yang terdiri dari kata-kata yang disusun secara menarik dan memiliki makna atau isi tertentu. 

Dalam bahasa Jawa, slogan yaiku tembung-tembung utawa ukara-ukara cekak sing menarik utawa mencolok lan gampang dieling-eling kanggo ngandhani.

Ukara sesanti dapat digunakan dalam percakapan sehari-sehari, terutama guna mengungkapkan sesuatu perkara.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berikut ini 25 ukara sesanti yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat:

  1. Nagara mawa tata desa mawa cara. (Orang harus berperilaku menurut aturan yang ada di wilayahnya)
  2. Ula marani gitik. (Orang yang sengaja mencari kesulitan)
  3. Uyah kecemplung segara. (Memberi sesuatu kepada orang kaya)
  4. Wani ngalah duwur wekasane. (Melakukan negosiasi dengan mengalah tentu akan menghasilkan kemenangan di kemudian hari)
  5. Tirta candra geni raditya. (Sifat hakim hendaknya teliti dan terang sesuai dengan matahari dan bulan.)
  6. Tulung menthung. (Kelihatannya menolong, tetapi membebani)
  7. Setan anggawa eting. (Orang yang suka mengadu domba)
  8. Ngenteni kambanging watu item. (Menunggu hal yang mustahil)
  9. Ngangsu banyu ing kranjang. (Orang berguru yang tidak menuruti kehendak gurunya)
  10. Manuk mencok dudu pencokane, rupa dudu rupane. (Orang yang melakukan kegiatan bukan berdasar kelaziman, misalnya santri bermain judi)
  11. Lambe satumang kari samerang. (Orang yang memberi nasihat, tetapi tidak digubris)
  12. Kegedhen empyak kurang cagak. (Orang yang mempunyai keinginan besar tetapi sedikit sarannya)
  13. Kebo kabotan sungu. (Orang yang mengeluh karena kebanyakan anak)
  14. Kandhang langit kemul mega. (Orang yang tidak bergaul dengan orang banyak)
  15. Candhuk lawung. (Bertemu dan berkenalan dengan perantaraan kawan)
  16. Slaman-slumun slamet. (Orang yang berjalan di tempat gawat, tetapi selalu selamat)
  17. Kalah cacak menang cacak. (Berhasil atau tidak sebaiknya diusahakan lebih dulu)
  18. Idhep-idhep nandur pari jero. (Berbuat kebaikan terhadap orang yang tidak dapat membalas)
  19. Dieletana sagara gunung sap pitu. (Apabila memang jodoh dari Tuhan, meski dihalangi pasti bertemu juga)
  20. Ajining dhiri gumantung ana lathi lan budi. (Kewibawaan orang itu tergantung pada ucapan dan tingkah-laku yang baik)
  21. Witing tresna jalaran saka kulina. (Cinta berawal karena terbiasa. Seseorang dapat jatuh cinta karena sering bertemu atau berinteraksi dengan lawan jenisnya)
  22. Mikul dhuwur mendhem jero. (Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua)
  23. Becik ketitik, ala ketara. (Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga)
  24. Kakehan gludug kurang udan. (Terlalu banyak bicara namun tidak pernah memberi bukti)
  25. Adigang, adigung, adiguna. (Mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepintarannya)

Baca juga: Sintaksis (Widya Ukara) Bahasa Jawa

Referensi:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi