Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Segitiga Emas: Perbatasan Negara Thailand, Myanmar, dan Laos

Baca di App
Lihat Foto
wikimedia.org/Cerveaugenie
Segitiga emas yang merupakan perbatasan antara 3 negara dari thailand myanmar dan laos
|
Editor: Silmi Nurul Utami

KOMPAS.com -  hailand, Myanmar, dan Laos adalah 3 negara yang saling berbatasan. Tetapi disebut apakah perbatasan antara 3 negara dari Thailand, Myanmar, dan Laos? Perbatasan Thailand, Myanmar, dan Laos disebut dengan golden triangle atau segitiga emas.

Di sinilah pertemuan tiga negara ini terjadi, tepat di sekitar pertemuan Sungai Mekong dan Sungai Ruak. Namun, segitiga emas tidak hanya terkenal karena letaknya yang strategis, tetapi juga memiliki sejarah dan cerita yang sangat menarik.

Yuk, kita jelajahi lebih dalam tentang segitiga emas!

Pengertian segitiga emas

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, segitiga emas adalah wilayah pegunungan yang menjadi tempat bertemunya perbatasan Thailand, Myanmar, dan Laos.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beberapa definisi wilayah ini bahkan mencakup bagian utara Vietnam dan provinsi Yunnan di Tiongkok.

Baca juga: Negara-negara yang Termasuk dalam Wilayah Asia Tenggara

Istilah segitiga emas pertama kali diciptakan pada tahun 1971 oleh Asisten Menteri Luar Negeri AS, Marshall Green.

Secara geografis, kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu pusat utama produksi opium dan heroin di dunia, yang merupakan salah satu faktor utama yang membentuk sejarah kawasan ini.

Kawasan narkoba terbesar di dunia

Menurut Winarno dalam Dinamika Isu-isu Global Kontemporer (2014), kawasan segitiga emas telah lama menjadi salah satu penghasil opium dan heroin terbesar di dunia.

Kawasan ini bahkan mencatatkan diri sebagai pemasok sekitar 60% stok opium dan heroin dunia.

Diperkirakan, industri narkoba yang berkembang di segitiga emas memberikan profit sebesar USD 160 milyar per tahun.

Sebagian besar produksi narkoba ini berasal dari Myanmar, yang juga dikenal sebagai penghasil opium terbesar kedua setelah Afghanistan.

Baca juga: Penggolongan Narkoba di Indonesia

Dilansir dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), segitiga emas telah menjadi jalur perdagangan narkoba yang sangat besar.

Kawasan ini berfungsi sebagai koridor utama produuksi dan perdagangan opium, heroin, dan bahkan narkoba sintetis seperti metamfetamin yang menyebar ke seluruh Asia Pasifik.

Dengan letaknya yang strategis, kawasan ini menjadi jalur perdagangan internasional yang sangat menguntungkan.

Myanmar, khususnya, adalah aktor terpenting dalam perdagangan narkoba di kawasan ini, dengan ladang opium yang luas di negara bagian Shan.

Baca juga: Mengenal 5 Bahaya Penyalahgunan Narkoba

Berdasarkan laporan UNODC dalam Southeast Asia Opium Survey 2023, Myanmar saat ini memiliki sekitar 47.000 hektar ladang opium, yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Setiap hektarnya dapat menghasilkan antara 9,5 hingga 15,9 kilogram opium.

Angka ini menunjukkan betapa besar produksi opium di negara tersebut, menjadikannya salah satu pusat utama dalam pasar narkoba global.

Namun, meskipun memiliki reputasi sebagai penghasil narkoba terbesar, kawasan segitiga emas juga telah berkembang menjadi tujuan wisata yang populer.

Pariwisata segitiga emas

Meskipun dikenal sebagai kawasan yang terkait erat dengan narkoba, segitiga emas juga menarik banyak wisatawan berkat keindahan alam dan kekayaan budayanya.

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, kawasan ini menarik pengunjung ke kota kecil Sop Ruak, yang dianggap sebagai pusat segitiga emas.

Di sini, wisatawan bisa berdiri di tepi Sungai Mekong dan melihat Laos dan Myanmar dari titik pertemuan ketiga negara ini. Di sekitar tepi sungai terdapat kuil, altar, dan patung Buddha, yang merupakan bagian penting dari kehidupan spiritual lokal.

Salah satu objek wisata paling terkenal di Sop Ruak adalah patung Buddha besar yang terletak di puncak bukit, menghadap ke Sungai Mekong.

Selain itu, terdapat dua museum yang menawarkan pameran edukatif mengenai sejarah perdagangan opium di kawasan ini.

Baca juga: 5 Negara yang Dilewati Sungai Mekong

Kota-kota lainnya di sekitar segitiga emas juga menawarkan berbagai daya tarik, seperti Chiang Saen, sebuah kota yang tenang di tepi Sungai Mekong yang terkenal dengan reruntuhan kuil Buddha kuno.

Ada juga Mae Sai, kota pasar yang ramai yang berada di sepanjang perbatasan Myanmar, serta Doi Mae Salong, kota pegunungan yang terkenal dengan perkebunan tehnya.

Di Laos, kawasan segitiga emas menawarkan Cagar Alam Bokeo, yang merupakan tujuan ekowisata yang sangat populer.

Di sana, pengunjung dapat berpartisipasi dalam pengalaman unik seperti "pengalaman siamang", di mana wisatawan dapat mengamati siamang di habitat aslinya.

Selain itu, Huay Xai, ibu kota provinsi Bokeo di Laos, adalah tempat yang kaya dengan budaya, terkenal dengan Kuil Jom Khao Manilat yang bersejarah, serta berbagai restoran dan pasar lokal yang menyajikan hidangan khas Laos.

Bagi para wisatawan yang menyukai petualangan, segitiga emas menawarkan berbagai kegiatan menarik, seperti perjalanan perahu di Sungai Mekong yang menakjubkan, serta tur sepeda dan sepeda motor keliling wilayah tersebut.

Aktivitas ini memungkinkan pengunjung untuk mengeksplorasi lebih dalam keindahan alam segitiga emas yang penuh dengan sejarah dan budaya yang kaya.

Baca juga: 5 Sungai Terpanjang di Indonesia

Sehingga, segitiga emas merupakan kawasan yang penuh dengan kontradiksi.

Di satu sisi, kawasan ini dikenal sebagai pusat produksi opium dan heroin terbesar. Tetapi di sisi lain, segitiga emas juga menawarkan keindahan alam yang memikat dan budaya yang kaya.

Segitiga emas adalah kawasan yang mempertemukan berbagai elemen sejarah, politik, ekonomi, dan pariwisata yang menarik untuk dijelajahi.

Oleh karena itu, jika Anda bertanya disebut apakah perbatasan antara 3 negara dari Thailand, Myanmar, dan Laos? Jawabannya adalah Golden Triangle, sebuah kawasan yang memiliki cerita unik dan tak terlupakan bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi