Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ciri-ciri Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada Sapi, Kambing, hingga Domba

Baca di App
Lihat Foto
canva.com
Ilustrasi ciri penyakit PMK pada sapi, kambing, dan domba.
|
Editor: Mufit Apriliani

Kompas.com - Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) menjadi perhatian utama peternak menjelang momen besar seperti Idul Adha.

Hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba yang terinfeksi PMK tidak hanya mengganggu kesehatan hewan namun juga merugikan peternak secara ekonomi.

Maka dari itu, yuk kita kenali penjelasan tentang apa itu PMK, ciri PMK pada hewan ternak seperti sapi, kambing, hingga domba, serta cara pencegahannya yang benar!

Baca juga: Hewan Apa Saja yang Diperbolehkan untuk Kurban?

Apa itu PMK?

Penyakit Kuku dan Mulut atau yang memiliki nama lain Apthee Epizootica (AE), Apthous Faver, dan Foot and Mouth Disease (FMD) merupakan jenis penakit yang bersifat infeksius dan akut serta penularannya sangat tinggi terhadap hewan berkuku genap atau belah.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab utama penyakit PMK adalah virus genus Apthovirus yang ditandai dengan demam dan luka melepuh pada lidah, bibir, mulut, puting susu, dan kuku.

Hewan yang dipelihara secara intesif lebih rentan terhadap penyakit ini dan jarang berakibat fatal pada hewan dewasa, namun sering terjadi kematian tinggi pada hewan muda.

Penyakit PMK dapat menular ke hewan lain dengan cara kontak langsung antara hewan tertular dengan hewan rentan, kontak tidak langsung melalui kontak virus pada manusia, alat, dan sarana transportasi akibat terkontaminasi, atau melalui udara.

PMK bukan penyakit zoonosis, artinya tidak mudah menular ke manusia, namun pada beberapa kasus langka pernah tercatat, misalnya infeksi melalui konsumsi susu yang tidak dipasteurisasi dari hewan terinfeski. Maka tetap harus waspada pada pengelolaan hewan ternak PMK.

Baca juga: Syarat Hewan Kurban: Berapa Umurnya?

Ciri-ciri PMK

Mengenali ciri-ciri PMK pada hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sejak awal.

Berikut ciri utama PMK yang kerap muncul pada hewan terinfeksi:

Melansir Jurnal Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Indonesia: Epidemiologi, Diagnosis Penyakit, Angka Kejadian, Dampak Penyakit, dan Pengendalian (2022) karya Mila Riskiatul Rohma dan kawan-kawan, ciri sapi yang mengalami gejala PMK yaitu demam tinggi mencapai 40-41 derajat Celcius.

Demam tinggi ini disertai nafsu makan turun, radang pada mulut dan lidah sehingga sapi akan sulit makan serta minum, inilah yang menyebabkan berat badan turun drastis.

Pada bagian kuku muncul luka lepuhan yang menyebabkan kuku bisa terepas atau rusak. Karena hal ini, sapi mengalami pincang atau sulit berjalan.

Hipersaliva atau keluarnya air liur secara berlebihan juga terjadi pada sapi yang mengalami Penyakit Kuku dan Mulut.

Sapi perah yang terinfeksi PMK akan mengalami penurunan produksi susu dan menyebabkan masititis atau peradangan pada puting susu.

  • Kambing

Jika dibandingkan sapi, gejala PMK pada kambing memang lebih ringan, namun tidak bisa dianggap remeh karena tetap diperlukan penanganan khusus.

Kambing yang terinfeksi akan menunjukkan demam ringan hingga sedang, lalu melepuh pada bagian gusi dan permukaan lidah. Kondisi inilah yang menyebabkan nafsu makan kambing menurun.

Lepuhan juga akan terdapat di antara teracak kaki serta korona kuku sehingga kambing akan sulit berjalan atau pincang.

  • Domba

Mirip dengan kambing, gejala PMK pada domba juga ringan, seperti demam mencapai 40 derajat atau lebih yang menyebabkan domba menjadi lesu dan aktivitas menurun.

Bagian mulut, lidah, dan gusi melepuh sehingga nafsu makan menurun. Pincang kaki juga kerap terjadi karena lepuhan yang terdapat pada kuku domba.

Karena gejala pada domba cukup ringan, sejumlah domba mungkin akan menunjukkan gejala yang kurang terlihat jelas.

Baca juga: Perbedaan Daging Sapi, Kambing, Kerbau, Ayam, dan Babi

Cara pencegahan PMK

Pencegahan PMK adalah hal yang sangat penting dilakukan untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, terutama ketika menjelang musim kurban Idul Adha tiba.

Berikut langkah-langkah pencegahan agar tidak terjangkit Penyakit Kuku dan Mulut pada hewan ternak:

  • Pembersihan dan disenfeksi kandang

Mengutip World Organisation for Animal Health (WOAH), salah satu cara untuk mencegah penularan PMK dengan pembersihan dan disenfeksi kandang ternak, bangunan, kendaraan, dan peralatan secara teratur.

  • Pengawasan dan karantina hewan

Memastikan hewan ternak yang diperdagangkan atau dikurbankan untuk Idul Adha bebas dari gejala PMK sangat penting.

Hewan menunjukkan tanda-tanda penyakit harus segera dipisahkan dan dikarantina agar tidak menularkan virus ke hewan lain.

  • Vaksinasi

Vaksinasi PMK dapat membantu meningkatkan kekebalan hewan ternak terhadap virus, namun efektivitas vaksin tergantung pada jenis virus yang beredar serta waktu pemberian vaksin.

  • Edukasi peternak dan masyarakat

Penting dilakukan edukasi kepada para peternak dan masyarakat tentang cir PMK, cara pencegahan, dan tindakan lain yang harus diakukan saat hewan terinfeksi.

  • Pembatasan pergerakan hewan

Pembatasan pergerakan hewan ternak dari daerah wabah ke daerah lain dapat mencegah meluasnya penyebaran PMK.

Baca juga: Mengapa Sapi Mengeluarkan Gas Metana?

PMK merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menyebarkan kerugian besar bagi peternak serta masyarakat luas, terutama ketika momen Idul Adha yang akan melibatkan hewan kurban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Sumber: WOAH
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi