Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Homo Naledi, Manusia Purba dengan Otak Kecil dan Tangan yang Kuat

Baca di App
Lihat Foto
wikimedia.org/Cicero Moraes (Arc-Team)
Rekonstruksi wajah Homo naledi
|
Editor: Silmi Nurul Utami

KOMPAS.com - Panjat tebing mungkin terdengar seperti hobi kekinian, tapi tahukah kamu bahwa salah satu manusia purba ternyata memiliki kemampuan memanjat yang sangat hebat secara alami?

Ia bukan atlet, bukan petualang modern, tapi Homo Naledi, spesies hominin yang baru ditemukan dan langsung memikat dunia ilmu pengetahuan.

Yuk, kita telusuri kisahnya dan deretan fakta menarik tentang Homo Naledi yang akan mengubah pemahamanmu tentang evolusi manusia!

Baca juga: 2 Teori Evolusi: Manusia Purba dan Charles Darwin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penemuan fosil Homo Naledi di Afrika

Segalanya berawal pada tahun 2013 ketika dua penjelajah gua rekreasi, Steven Tucker dan Rick Hunter, memasuki gua Rising Star, sekitar 30 mil dari Johannesburg, Afrika Selatan.

Meski sudah dipetakan sejak 1960-an, mereka berharap menemukan lorong-lorong tersembunyi.

Dilansir dari National Geographic, mereka menelusuri lorong sempit bernama Superman’s Crawl, lalu menaiki tebing tajam yang dinamakan Dragon’s Back. Di balik semua itu, mereka menemukan ruang kecil berhiaskan stalaktit.

Saat menjelajah lebih dalam, mereka tanpa sengaja memasuki saluran vertikal sempit, di beberapa titik lebarnya kurang dari delapan inci.

Tubuh mereka yang ramping menjadi kunci untuk masuk ke ruang yang belum pernah dijamah manusia sebelumnya.

Di sana, dalam cahaya remang lampu kepala, mereka menemukan ratusan tulang manusia berserakan di tanah.

Bukan hanya satu, melainkan tulang-tulang dari setidaknya 15 individu. Penemuan ini kelak menjadi salah satu yang paling spektakuler dalam sejarah paleoantropologi.

Baca juga: Mengenal Fosil, Jejak Kehidupan yang Mengungkap Sejarah Bumi

Tulang-tulang yang ditemukan di dalam sistem gua Rising Star merupakan milik spesies manusia purba yang sebelumnya tidak dikenal. Diberi nama Homo Naledi, spesies ini menantang banyak asumsi tentang evolusi manusia.

Dari kamar utama di gua yang dinamai Dinaledi Chamber, ditemukan lebih dari 1.550 potong tulang, mewakili usia dan jenis kelamin yang berbeda: bayi, dewasa, hingga lansia.

Fosil-fosil ini berasal dari setidaknya 15 individu, dan analisis tambahan menemukan 131 tulang lainnya di kamar terpisah beberapa ratus kaki jauhnya.

Menurut laporan dari Discover Magazine, ini adalah koleksi fosil manusia purba terbesar yang pernah ditemukan di Afrika.

Hampir semua 206 tulang dalam kerangka manusia bisa ditemukan dalam kumpulan ini, hal langka dalam arkeologi.

Baca juga: Ilmu Arkeologi: Pengertian, Sejarah, Tujuan, Manfaat dan Tahapannya

Siapa sebenarnya Homo Naledi?

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, Homo Naledi awalnya diperkirakan hidup pada masa awal genus Homo, sekitar 2,5 juta tahun lalu.

Tapi hasil penanggalan menunjukkan usia mereka jauh lebih muda, yaitu antara 230.000 dan 330.000 tahun yang lalu, di zaman Pleistosen, saat manusia modern mulai muncul.

Ukuran otaknya hanya sekitar 560 cc, hampir seukuran otak Australopithecus, dan jauh lebih kecil dari manusia modern.

Namun, Homo Naledi memiliki campuran karakteristik kuno dan modern yang membingungkan para ilmuwan. Inilah yang membuat mereka sangat menarik.

Baca juga: Mengenal Masa Praaksara, Empat Zaman Sebelum Menusia Mengenal Tulisan

Anatomi Homo Naledi: tangan manusia, kaki pendaki, dan otak kecil

Salah satu fakta menarik tentang Homo Naledi adalah bentuk tubuh mereka yang seolah menyatukan dua dunia: dunia manusia dan dunia kera.

Menurut Tracy L. Kivell dkk. dalam jurnal The Hand of Homo Naledi (2015), tangan Homo Naledi hampir seperti manusia modern, dengan ibu jari panjang dan kuat, serta pergelangan tangan yang mendukung gerakan presisi seperti memegang alat.

Namun, jari-jarinya panjang dan melengkung, mirip kera, menunjukkan kemampuan memanjat yang luar biasa.

Kakinya secara mengejutkan sangat mirip dengan manusia modern, menandakan kemampuan berjalan tegak yang baik.

Panggul dan bahunya primitif seperti Australopithecus, namun bagian bawah tubuh mereka menunjukkan kemampuan lokomosi yang lebih maju.

Kombinasi unik ini belum pernah ditemukan pada spesies hominin lain. Tangan Homo Naledi dirancang untuk pergerakan arboreal dan manipulasi alat secara presisi dalam waktu yang bersamaan.

Baca juga: 8 Jenis Manusia Purba Di Indonesia beserta Ciri-Cirinya

Ritual penguburan

Satu lagi fakta menarik tentang Homo Naledi yang membuat ilmuwan tercengang: posisi fosil yang ditemukan di ruang dalam gua memberi petunjuk bahwa Homo Naledi mungkin telah melakukan praktik penguburan atau semacam ritual terhadap orang yang meninggal.

Lokasi tulang-tulang tersebut sangat sulit dijangkau, bahkan oleh manusia modern dengan perlengkapan lengkap.

Fakta ini membuka spekulasi bahwa mereka mungkin secara sadar membawa jenazah ke dalam gua, suatu perilaku simbolik yang selama ini dianggap hanya dimiliki oleh Homo sapiens dan Neanderthal.

Ini berarti, Homo Naledi, dengan otak kecil mereka, bisa jadi memiliki pemikiran kompleks dan pemahaman tentang kematian.

Baca juga: Manusia Purba di Asia

Homo Naledi adalah bukti nyata bahwa sejarah manusia jauh lebih rumit dari yang kita kira.

Mereka memiliki tubuh seperti pendaki, tangan seperti manusia modern, dan mungkin bahkan kemampuan berpikir simbolik, semua dengan kapasitas otak yang kecil. Penemuan mereka di gua Rising Star menjadi tonggak penting dalam kajian evolusi.

Masih banyak yang belum kita ketahui, tapi satu hal pasti: fakta menarik tentang Homo Naledi ini menjadi pengingat bahwa setiap fosil memiliki cerita yang bisa merevolusi ilmu pengetahuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi