Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fenomena Firefall: Air Terjun yang Menyala Seperti Lava

Baca di App
Lihat Foto
commons.wikimedia.org/ Scfry
Fenomena Firefall: Air Terjun Api dari Glacier Point
Editor: Serafica Gischa

KOMPAS.com - Setiap akhir Februari, Taman Nasional Yosemite di California, Amerika Serikat, menyuguhkan pemandangan alam yang menakjubkan.

Melansir dari BBC, di lokasi ini, sebuah air terjun musiman bernama Horsetail Fall berubah tampak seperti aliran lava bercahaya oranye menyala di permukaan tebing El Capitan.

Sebutan untuk fenomena air terjun musiman yang terlihat seperti lava akibat paparan sinar matahari adalah firefall atau air terjun api.

Meski terlihat seperti lava panas yang mengalir, fenomena ini sepenuhnya merupakan permainan cahaya matahari senja yang memantul di permukaan air terjun.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Potensi Air Terjun dan Pemanfaatannya

Fenomena firefall hanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

Biasanya berlangsung sekitar dua minggu di akhir bulan Februari, tepatnya 5 hingga 15 menit sebelum matahari terbenam.

Pada waktu itulah posisi matahari sangat presisi untuk menciptakan efek cahaya oranye di air terjun.

Apa itu fenomena firefall?

Menurut laporan LiveScience, fenomena ini terjadi saat salju di puncak El Capitan mulai mencair dan mengalir ke bawah tebing, membentuk air terjun musiman bernama Horsetail Fall.

Saat air tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 457 meter, cahaya matahari senja menyinarinya dan menciptakan cahaya oranye, kuning, dan merah muda yang menakjubkan.

Secara ilmiah, fenomena ini merupakan hasil dari pembiasan dan pemantulan cahaya matahari senja.

Ketika matahari mulai tenggelam, cahaya biru dan hijau tersebar di atmosfer, sementara cahaya merah dan oranye tetap terlihat.

Warna ini kemudian dipantulkan oleh air yang jatuh dari tebing, menciptakan kesan seolah-olah air terjun menyala seperti api.

Baca juga: Fenomena Aphelion 2025, Ketika Bumi di Titik Terjauh dari Matahari

Kenapa airnya bisa tampak seperti lava?

Saat matahari terbenam, cahaya biru dan hijau tersebar oleh atmosfer. Hanya cahaya merah dan oranye yang tersisa.

Cahaya ini kemudian mengenai air terjun dan dipantulkan, menciptakan efek visual menyerupai lava. Air yang sebenarnya dingin pun tampak menyala panas.

Bagaimana fenomena firefall ini bisa terjadi?

Fenomena firefall bukan sihir, tetapi gabungan dari tiga kondisi alam yang sangat spesifik:

  • Sudut matahari saat terbenam

Matahari harus berada di sudut yang sangat presisi 5–15 menit sebelum terbenam. Jika tepat, sinarnya menyinari langsung air terjun Horsetail Fall.

  • Langit harus cerah tanpa kabut atau awan

Jika ada sedikit saja mendung, cahaya bisa terhalang dan efek “lava menyala” tidak akan muncul.

  • Air terjun harus mengalir

Karena Horsetail Fall adalah air terjun musiman, aliran air hanya muncul saat salju mencair. Jika salju belum cukup atau suhu terlalu dingin, air terjun bisa kering.

Baca juga: Fenomena Langit Juli 2025: Planet Terang, Meteor dan Okultasi Mars

Sejarah penamaan firefall

Nama “firefall” awalnya bukan berasal dari fenomena alam. Pada tahun 1872, pemilik hotel di Yosemite membuat pertunjukan dengan menjatuhkan bara api dari tebing Glacier Point untuk hiburan turis.

Pertunjukan ini dihentikan tahun 1968 karena dianggap merusak alam. Namun, pada tahun 1973, fotografer Galen Rowell secara tidak sengaja memotret air terjun yang menyala alami dan menyebarkannya secara luas.

Fenomena ini sangat langka dan indah. Setiap tahun, ribuan wisatawan datang membawa kamera dan tripod, berharap mendapatkan momen terbaik saat air menyala di bawah cahaya matahari senja.

Baca juga: Fenomena Langit Juli 2025: Planet Terang, Meteor dan Okultasi Mars

Fenomena firefall di Yosemite menunjukkan betapa luar biasanya kombinasi alam, matahari, air, dan salju bisa menciptakan pemandangan seperti lava menyala dari tebing.

Firefall bukan hanya pemandangan yang menakjubkan, tetapi juga pelajaran sains yang indah tentang cahaya, air, dan cuaca.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Sumber: BBC, livescience
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi