KOMPAS.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa ada orang yang mampu bangkit dengan semangat baru setelah mengalami kegagalan, sementara yang lain justru mudah menyerah?
Jawaban atas pertanyaan tersebut mungkin terletak pada sesuatu yang tidak kasat mata, tetapi sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, yaitu pola pikir.
Konsep tentang pola pikir atau mindset pertama kali diperkenalkan secara luas oleh psikolog Carol S. Dweck, yang membedakan pola pikir manusia ke dalam dua jenis utama: pola pikir tetap (fixed mindset) dan pola pikir berkembang (growth mindset).
Dua jenis pola pikir ini diyakini berperan besar dalam menentukan respons seseorang terhadap tantangan, kegagalan, maupun kesuksesan.
Baca juga: Apa itu Jurnalisme Gaya Hidup?
Apa itu pola pikir?
Secara sederhana, pola pikir adalah sikap mental atau kerangka berpikir seseorang yang terbentuk melalui pengalaman, pendidikan, dan keyakinan yang telah tertanam dalam dirinya.
Pola pikir memengaruhi cara seseorang menilai, merespons, dan mengambil keputusan dalam berbagai situasi.
Dalam kehidupan sehari-hari, pola pikir dapat terlihat dari bagaimana seseorang memandang kegagalan, merespons kritik, atau menghadapi tantangan baru.
Jenis-jenis pola pikir menurut Carol S. Dweck
Dua jenis pola pikir yang dijelaskan oleh Carol S Dweck, yaitu:
1. Pola pikir tetap (Fixed Mindset)Pola pikir tetap atau fixed mindset adalah pandangan bahwa kemampuan, kecerdasan, dan bakat seseorang bersifat bawaan dan tidak dapat berkembang secara signifikan meskipun sudah melalui latihan atau usaha keras.
Orang dengan pola pikir ini cenderung menghindari tantangan, merasa takut gagal, dan enggan keluar dari zona nyaman.
Ciri-ciri umum pola pikir tetap:
- Fokus pada keberhasilan instan. Lebih memilih pencapaian yang mudah dan cepat, serta menghindari tantangan yang bisa mengungkapkan kelemahan.
- Takut gagal. Menganggap kegagalan sebagai tanda ketidakmampuan, bukan sebagai proses pembelajaran.
- Membatasi potensi diri. Tidak tertarik untuk mencoba hal baru karena merasa kemampuan sudah mentok.
- Mudah menyerah saat menghadapi hambatan. Merasa tidak mampu dan langsung putus asa ketika mengalami kegagalan.
- Defensif terhadap kritik. Merasa terancam saat diberi masukan dan lebih fokus membuktikan dirinya benar.
Baca juga: Konsumerisme, Gaya Hidup Berbelanja di Zaman Modern
2. Pola pikir berkembang (Growth Mindset)Sebaliknya, pola pikir berkembang atau growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat dikembangkan melalui usaha, strategi yang tepat, dan pengalaman belajar.
Individu dengan pola pikir ini melihat tantangan sebagai peluang untuk tumbuh, dan kegagalan sebagai bagian alami dari proses belajar.
Ciri-ciri umum pola pikir berkembang:
- Melihat tantangan sebagai peluang. Tidak takut mencoba hal baru karena percaya pada proses.
- Belajar dari kegagalan. Menjadikan kegagalan sebagai umpan balik yang berguna untuk memperbaiki diri.
- Memiliki motivasi tinggi. Percaya bahwa usaha dan kerja keras adalah kunci untuk mencapai tujuan.
- Sikap positif dan adaptif. Lebih terbuka terhadap perubahan dan situasi baru.
- Berorientasi pada pengembangan diri. Fokus pada pertumbuhan jangka panjang dan menetapkan tujuan yang bermakna.
Pola pikir sebagai sistem makna
Carol S. Dweck menjelaskan bahwa pola pikir bukan sekadar cara berpikir biasa, tetapi berfungsi sebagai "sistem makna" yang memengaruhi keyakinan, tujuan, dan perilaku seseorang secara menyeluruh.
Misalnya, individu dengan fixed mindset biasanya lebih fokus pada tujuan kinerja, yaitu ingin terlihat mampu di hadapan orang lain, dan menganggap usaha keras sebagai tanda kelemahan.
Sementara itu, mereka yang memiliki growth mindset lebih fokus pada tujuan pembelajaran, yaitu berusaha untuk terus berkembang dan melihat usaha sebagai alat untuk mencapai kemajuan.
Memahami perbedaan antara fixed mindset dan growth mindset penting dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
Pola pikir yang berkembang dapat membuka banyak peluang untuk pertumbuhan diri, sementara pola pikir tetap sering kali menjadi penghambat utama dalam mencapai potensi terbaik.
Dengan kesadaran akan pola pikir yang dimiliki, setiap orang memiliki peluang untuk memperbaikinya, dari yang awalnya merasa takut gagal, menjadi individu yang tangguh dalam menghadapi tantangan.
Baca juga: Pengertian Gaya Hidup Menurut Ahli
Referensi:
- Dweck, CS, & Yeager, DS (2019). Pola Pikir: Pandangan dari Dua Era. Perspektif tentang Ilmu Psikologi, 14(3), 481–496.
- Putri, NA, Sukatin, & Wilman, AT (2023). Perbandingan Antara Growth Mindset Dan Fixed Mindset Dampaknya Pada Prestasi Akademik . MUNTAZAM, 04, 51–58.
- Ramadina, FR, & Azis, A. (2024). Menuju Sukses yang Berkelanjutan: Peran Growth Mindset dalam Membangun Grit Pada Member Bisnis Multi Level Marketing . Psikoborneo: Jurnal Imiah Psikologi, 12, 568–574.