KOMPAS.com - Spekulasi tentang adanya gerhana matahari 2025 pada tanggal 2 Agustus sempat ramai diperbincangkan di berbagai platform digital.
Namun, komunitas astronomi telah menepis kabar tersebut dan memastikan bahwa tidak ada gerhana matahari yang akan terjadi pada tanggal tersebut.
Kebingungan ini diduga muncul akibat informasi yang salah mengenai gerhana matahari total yang sebenarnya dijadwalkan terjadi pada 2 Agustus 2027.
Melansir dari Nasa, peristiwa tahun 2027 itu memang diperkirakan menjadi fenomena langit yang dramatis dan dapat disaksikan secara luas di India dan wilayah lain di belahan Bumi timur.
Sementara itu, berdasarkan kalender astronomi resmi, gerhana matahari berikutnya setelah gerhana total pada April 2025 di Amerika Utara akan terjadi pad
Baca juga: Gerhana Matahari Sebagian 29 Maret 2025, Apakah Terlihat di Indonesia?
Apa itu gerhana matahari?
Gerhana matahari merupakan fenomena astronomi ketika posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Akibatnya, bayangan Bulan menutupi sebagian atau seluruh cahaya Matahari di permukaan Bumi.
Terdapat tiga jenis utama gerhana matahari:
- Gerhana Sebagian: hanyasebagian Matahari yang tertutup oleh Bulan, menciptakan bentuk seperti sabit.
- Gerhana Total: bulan sepenuhnya menutupi Matahari, membuat langit menjadi gelap seperti senja selama beberapa menit.
- Gerhana Cincin: terjadi ketika Bulan tampak lebih kecil dari Matahari, sehingga menyisakan cahaya berbentuk cincin api di tepiannya.
Gerhana matahari pada 21 September 2025 termasuk dalam kategori gerhana sebagian, yang akan menampilkan bentuk Matahari menyerupai sabit terang di langit, khususnya di wilayah tertentu di Belahan Bumi Selatan.
Baca juga: Daftar Fenomena Astronomi Maret 2025: Kapan Gerhana Matahari Sebagian?
Kapan gerhana matahari 2025?
Tanggal | Jenis Gerhana Matahari | Wilaayah visibilitas geografis |
21 September 2025 | Sebagian | Australia, Antartika, Samudera Pasifik, Samudera Atlantik |
17 Februari 2026 | Cincin | Gerhana matahari cincin akan terlihat di Antartika, dan gerhana sebagian akan terlihat di Antartika, Afrika, Amerika Selatan, Samudera Pasifik, Samudera Atlantik, dan Samudera Hindia. |
12 Agustus 2026 | Total | Gerhana matahari total akan terlihat di Greenland, Islandia, Spanyol, Rusia, dan sebagian kecil Portugal, sedangkan gerhana matahari sebagian akan terlihat di Eropa, Afrika, Amerika Utara, Samudera Atlantik, Samudera Arktik, dan Samudera Pasifik. |
6 Februari 2027 | Cincin | Gerhana matahari cincin terlihat dari Afrika dan sebagian Amerika Selatan |
2 Agustus 2027 | Total | Gerhana matahari total terlihat di India, melintas sebagian di Eropa, Afrika Utara, dan negara-negara lainnya. |
Baca juga: 4 Jenis Gerhana Matahari
Jadwal gerhana matahari 21 September 2025
Menurut Space.com, gerhana matahari sebagian ini akan berlangsung selama 4 jam 24 menit, dengan rincian sebagai berikut:
- Mulai Gerhana: 17:29 UTC (22:59 IST)
- Puncak Gerhana: 19:41 UTC (01:11 IST, 22 September)
- Berakhir: 21:53 UTC (03:23 IST, 22 September)
Bagi masyarakat di wilayah India, gerhana ini akan terjadi pada malam hari, sehingga tidak dapat disaksikan secara langsung.
Namun, bagi pengamat langit di kawasan seperti Selandia Baru dan sebagian Australia, gerhana akan tampak pada sore hingga malam hari dan menawarkan visibilitas optimal.
Baca juga: Proses Terjadinya Gerhana Matahari
Wilayah yang bisa menyaksikan gerhana matahari 2025
Gerhana matahari sebagian pada 21 September 2025 tidak akan terlihat di Amerika Serikat, termasuk Alaska, Hawaii, maupun sebagian besar daratan Amerika dan wilayah Belahan Bumi Utara lainnya.
Sebaliknya, fenomena ini akan lebih banyak dinikmati oleh pengamat langit di wilayah Belahan Bumi Selatan, antara lain:
- Selandia Baru: Kota-kota seperti Wellington dan Christchurch akan mengalami gerhana matahari yang signifikan. Ini menjadi kesempatan baik untuk mengamati dan memotret langit.
- Australia Timur: Kota seperti Brisbane dan Sydney diperkirakan akan menyaksikan gerhana sebagian dengan intensitas sedang.
- Kepulauan Pasifik: Wilayah dengan polusi cahaya rendah ini akan memiliki kondisi ideal untuk mengamati gerhana.
- Antartika: Meski jarang dihuni, stasiun-stasiun penelitian di benua ini akan memiliki pandangan tanpa hambatan terhadap fenomena langit tersebut.
Baca juga: Pengertian Gerhana Matahari, Planet, Satelit, Komet, Asteroid, dan Meteoroid
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.