Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Temuan NASA: Debu Bintang di Asteroid Bennu Lebih Tua dari Tata Surya

Baca di App
Lihat Foto
NASA/Zia Rahman
Gambar mikroskop elektron pemindaian dari kawah tumbukan mikrometeorit dalam partikel material asteroid Bennu.
|
Editor: Silmi Nurul Utami

KOMPAS.com - Penelitian terbaru mengungkap fakta menakjubkan: Asteroid dekat Bumi Bennu ternyata mengandung debu bintang yang lebih tua dari tata surya kita, bersama bahan organik dan es yang berasal dari ruang antarbintang.

Temuan ini diperoleh dari hasil analisis tiga makalah ilmiah terhadap sampel Bennu, yang berhasil dibawa ke Bumi pada tahun 2023 melalui misi OSIRIS-REx NASA.

Perjalanan OSIRIS-Rex dan sampel bennu

Pada tahun 2020, wahana OSIRIS-REx NASA berhasil menyentuh permukaan Bennu dan mengumpulkan material dari asteroid selebar hampir 500 meter ini.

Sampel tersebut kemudian kembali ke Bumi tiga tahun kemudian, memberikan para ilmuwan akses langsung pada potongan kecil sejarah kosmos.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Apa Itu Kosmos 482? Wahana Antariksa Uni Soviet yang Jatuh ke Bumi

Dilansir dari NASA, hasil penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang kondisi di alam semesta sebelum tata surya terbentuk 4,5 miliar tahun lalu.

Sekaligus membuka tabir mengenai asal-usul asteroid induk Bennu yang mengalami sejarah panjang dan penuh peristiwa dramatis.

Masa lalu Asteroid Bennu yang penuh tabrakan

Makalah pertama yang diterbitkan pada 22 Agustus di Nature Astronomy, berjudul “The variety and origin of materials accreted by Bennu’s parent asteroid”, mengungkap bahwa nenek moyang Bennu terbentuk dari berbagai material yang berasal dari lokasi berbeda. 

Yaitu, berada dekat dengan Matahari, jauh di bagian luar tata surya, hingga dari ruang antarbintang.

Dilansir dari Live Science, analisis isotop dalam debu Bennu menunjukkan bahwa asteroid induknya kemungkinan terbentuk di luar orbit Jupiter dan Saturnus. Namun, kehidupan Bennu tidaklah tenang.

Menurut Ann Nguyen, ilmuwan planet di NASA, asteroid induk Bennu pernah mengalami tabrakan dahsyat yang menghancurkannya menjadi fragmen. Fragmen tersebut kemudian menyatu kembali berulang kali hingga akhirnya membentuk Bennu.

Baca juga: Dua Asteroid Dekati Bumi 24 Juli 2025, Ini Fakta Lengkapnya!

Jejak air di dalam sampel Bennu

Penelitian kedua yang diterbitkan di Nature Geoscience berjudul “Mineralogical evidence for hydrothermal alteration of Bennu samples” menyoroti perbandingan Bennu dengan asteroid Ryugu (sampelnya diambil oleh misi Hayabusa2 JAXA) dan meteorit primitif lainnya.

Hasilnya, Bennu menunjukkan karakter unik. Asteroid induknya pernah mengakumulasi banyak es dan debu dari tata surya bagian luar.

Saat es tersebut mencair karena panas, cairannya bereaksi dengan debu membentuk mineral.

Tom Zega dari Universitas Arizona menjelaskan bahwa hingga 80% sampel Bennu terdiri dari mineral yang mengandung air, menandakan adanya interaksi hidrotermal yang signifikan.

Baca juga: Temuan Karang Berusia Miliaran Tahun di Mars, Bukti Jejak Air Purba

Pelapukan antariksa di permukaan Bennu

Makalah ketiga, yang juga diterbitkan di Nature Geoscience, berjudul “Space weathering effects in Bennu asteroid samples”, dipimpin oleh Lindsay Keller (NASA Johnson) dan Michelle Thompson (Universitas Purdue).

Penelitian ini menemukan adanya kawah mikroskopis serta jejak lelehan akibat tumbukan mikrometeorit.

Fenomena ini disebut pelapukan antariksa, proses yang terjadi karena Bennu tidak memiliki atmosfer pelindung.

Yang mengejutkan, pelapukan di Bennu berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Hal ini memberi pemahaman baru tentang bagaimana asteroid berevolusi ketika terus-menerus terkena hantaman partikel kosmik dan angin matahari.

Kapsul waktu asal usul Tata Surya

Meskipun Bennu sendiri tidak membawa kehidupan, material kuno yang dikandungnya menjadi petunjuk penting tentang bagaimana air, es, dan bahan organik menyebar di tata surya awal. Inilah yang kemudian diyakini berkontribusi pada munculnya kehidupan di Bumi.

Baca juga: Bintang Melintas Bisa Lempar Bumi Keluar dari Tata Surya, Ini Faktanya

Michelle Thompson menyebut Bennu sebagai “kapsul waktu kosmik”.

Dengan mempelajari asteroid dekat Bumi ini, para ilmuwan tidak hanya menyingkap misteri pembentukan tata surya, tetapi juga mendapatkan wawasan berharga tentang bagaimana kehidupan bisa bermula di planet kita.

Dengan temuan ini, Asteroid dekat Bumi Bennu bukan sekadar bongkahan batu angkasa, melainkan pembawa rahasia kosmos yang membawa pesan dari masa sebelum Matahari dan planet-planet lahir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi