KOMPAS.com – Sejak berabad-abad lalu, emas dipandang sebagai simbol kekayaan, kemakmuran, sekaligus lambang stabilitas ekonomi.
Kilau logam mulia ini menjadikannya komoditas berharga yang selalu diburu di berbagai belahan dunia.
Di balik gemerlap emas, terdapat industri pertambangan raksasa yang menjadi penopang utama pasokan global.
Sejumlah negara menempati posisi penting sebagai produsen emas terbesar, dengan tambang-tambang yang mampu menghasilkan ratusan metrik ton setiap tahunnya.
Bagi negara penghasil, emas bukan hanya sekadar komoditas ekspor, melainkan juga penopang perekonomian nasional.
Lalu, negara mana saja yang menjadi penghasil emas terbesar di dunia?
Baca juga: 10 Negara ASEAN: Julukan dan Ibu Kotanya
1. Tiongkok
China merupakan produsen emas terbesar di dunia dengan total produksi sekitar 380 metrik ton pada tahun 2024.
Data terbaru menunjukkan produksi emas China mencapai 87,243 ton hanya pada kuartal pertama 2025.
Meskipun jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan rekor tertinggi 455 metrik ton pada tahun 2016, Tiongkok tetap konsisten mempertahankan produksi emas di atas 300 metrik ton setiap tahunnya selama lebih dari sepuluh tahun terakhir.
Kontribusi besar datang dari perusahaan tambang terkemuka seperti Zijin Mining dan China Gold International Resources yang menjadi tulang punggung industri emas nasional.
Tidak hanya sebagai produsen utama, China juga menempati posisi sebagai konsumen emas terbesar dunia dengan total pembelian mencapai 857,1 metrik ton pada tahun 2024.
2. Rusia
Rusia memproduksi sekitar 310 metrik ton pada tahun 2024 dan 2025. Angka tersebut menempatkan Rusia di posisi kedua atau ketiga secara global, bergantung pada sumber data yang digunakan.
Produksi emas negara ini banyak ditopang oleh tambang raksasa seperti Olimpiada milik perusahaan Polyus Gold, yang pada tahun 2023 mampu menghasilkan sekitar 1,5 juta emas.
Selain itu, Rusia memiliki cadangan emas sekitar 12.000 metrik ton, menjadikannya salah satu negara dengan cadangan terbesar di dunia.
Meski berada di bawah tekanan sanksi internasional akibat invasi ke Ukraina, Rusia tetap mampu mempertahankan produksi emasnya dan mengalihkan penjualan ke negara-negara BRICS serta kawasan Asia sebagai pasar utama.
Baca juga: Berbeda Jam Masuk Sekolah di Indonesia dan Negara Lain, Bagaimana Idealnya?
3. Australia
Australia menempati posisi ketiga sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia dengan total produksi sekitar 290 hingga 310 metrik ton.
Salah satu tambang emas terbesar di Australia adalah Boddington milik Newmont yang berlokasi di Australia Barat, yang memberikan kontribusi penting terhadap produksi emas nasional.
Sektor pertambangan pun salah satu penopang utama perekonomian negara ini. Selain Boddington, masih banyak tambang lain yang turut memperkuat posisi Australia sebagai salah satu pemain kunci dalam industri emas dunia.
4. Kanada
Kanada menjadi negata selanjutnya yang menjadi produsen emas terbesar dunia dengan produksi sekitar 191,9 – 200 metrik ton.
Lebih dari 70 persen produksinya berasal dari Ontario dan Québec, dengan tambang besar seperti Kompleks Malartic milik Agnico Eagle Mines sebagai penyumbang utama.
Didukung kondisi geologis yang kaya, teknologi pertambangan modern, serta regulasi ketat, Kanada mampu menjaga keberlangsungan produksinya.
Baca juga: Apa itu Negara G7? Ini Anggota, Sejarah, dan Perannya
5. Amerika Serikat
Amerika Serikat memperoduksi 160 metrik ton emas pada tahun 2024, turun dari 170 metrik ton pada tahun sebelumnya.
Produksi emas nasional didominasi tambang-tambang di Nevada, khususnya melalui Nevada Gold Mines yang mencakup Turquoise Ridge, Cortez, dan Carlin Complex.
Meski produksinya menurun sejak tahun 2017, AS masih memiliki cadangan emas besar sekitar 3.000 metrik ton serta potensi sumber daya mencapai 33.000 metrik ton.
Selain itu, negara ini juga menyimpan cadangan emas resmi sebesar 8.133 metrik ton sebagai aset strategis.
6. Ghana
Ghana menempati peringkat keenam sebagai produsen emas terbesar dunia dengan produksi sekitar 130 ton pada tahun 2024, naik dari 126 ton pada tahun sebelumnya.
Negara ini menjadi penghasil emas utama di Afrika Barat dengan tambang besar seperti Ahafo, Tarkwa, dan Akyem, di mana Tarkwa dikenal sebagai salah satu tambang emas terbesar di Afrika. Cadangan emas Ghana juga terus meningkat, mencapai sekitar 33 ton pada kuartal kedua 2025.
Pemerintah melalui Dewan Emas Ghana mewajibkan perusahaan tambang besar menjual sebagian produksinya ke bank sentral untuk memperkuat cadangan emas nasional.
Baca juga: Apa Negara Terbesar di Oseania? Ini Jawabannya!
7. Indonesia
Indonesia merupakan negara yang memproduksi 100 ton per tahun sekitar tahun 2023–2024 dengan total 132 metrik ton emas pada tahun 2025.
Produksi emas nasional didominasi oleh tambang besar seperti Grasberg di Papua yang menghasilkan sekitar 60 ton, serta Batu Hijau di Sumbawa dengan produksi 18–22 ton per tahun. Selain itu, Indonesia memiliki cadangan emas mencapai sekitar 2.600 ton atau 5 persen dari total cadangan dunia
8. Kazakhstan
Kazakhstan termasuk salah satu produsen emas utama dunia dengan produksi sekitar 130 metrik ton pada tahun 2024–2025, turun tipis dari 133 metrik ton pada tahun 2023.
Produksi emasnya berpusat di wilayah Kazakhstan Timur, Karaganda, dan Kostanay, dengan perusahaan besar seperti Polymetal International dan Altyntau Resources sebagai pengelola utama. Selain itu, cadangan emas Kazakhstan tercatat meningkat hingga sekitar 306 ton pada kuartal kedua 2025.
Baca juga: Makna Perisai di Burung Garuda Pancasila: Simbol dan Filosofi Lambang Negara
9. Meksiko
Pada tahun 2025, produksi emas Meksiko diperkirakan mencapai 126–130 metrik ton, setelah tahun 2024 tercatat 130 ton, naik tipis dari 127 ton pada tahun 2023.
Dengan tambang utama seperti Herradura, Peñasquito, Los Filos, dan Sonora, Meksiko menempati peringkat 7–9 penghasil emas terbesar dunia.
Negara ini juga memiliki cadangan sekitar 120 ton, menjadikannya salah satu pemain penting dalam pasokan emas global.
10. Peru
Peru merupakan negara penghasil emas terbesar di Amerika Selatan sekaligus salah satu produsen emas terbesar di dunia.
Salah satu tambang emas utama di negara ini adalah Yanacocha di wilayah Cajamarca, yang menjadi salah satu tambang emas terbesar di Amerika Selatan dengan operasi berskala besar di dataran tinggi Peru.
Dengan sejarah yang panjang dalam sektor pertambangan, Peru tetap menjadi penghasil emas terbesar di kawasan tersebut meskipun memiliki perlindungan seperti aktivitas penambangan ilegal.
Posisi tersebut menjadikan Peru sebagai pemain penting dalam industri emas global dan motor utama produksi emas di Amerika Selatan.
Baca juga: Mengenal Segitiga Emas: Perbatasan Negara Thailand, Myanmar, dan Laos
Referensi:
- Trench, A., Baur, D., Ulrich, S., & Sykes, JP (2024). Produksi emas dan transisi energi global—Sebuah perspektif. Keberlanjutan, 16(14), 5951.
- Survei Geologi AS. Januari 2025. Diakses tanggal 21 April 2025.
- Buku Tambang Emas Perak. Kementerian ESDM RI