Thaha Syaifuddin: Masa Muda, Kepemimpinan, dan Akhir Hidup

Lihat Foto
Wikipedia
Thaha Syaifuddin
|
Editor: Nibras Nada Nailufar

KOMPAS.com - Sultan Thaha Syaifuddin adalah seorang sultan terakhir dari Kesultanan Jambi. 

Ketika masih berusia 21 tahun, Thaha pernah diutus untuk pergi ke Malaysia, Singapura, dan Patani guna memperkuat hubungan dagang antara Jambi dengan negara-negara tersebut.

Kepergiannya ke ketiga negara tersebut rupanya memicu Thaha untuk memperbaiki serta meningkatkan segi-segi kehidupan rakyat Jambi.

Baca juga: Karel Sadsuitubun (KS Tubun): Peran, Kiprah, dan Pembunuhannya

Masa Muda

Sultan Thaha Syaifuddin dilahirkan di Keraton Tanah Pilih, Jambi, pada 1816. 

Semasa kecil ia biasa dipanggil Raden Thaha Ningrat. 

Ayahnya adalah Sultan Muhammad Fakhruddin dikenal sebagai Sultan yang saleh dan berjasa besar terhadap pengembangan agama Islam di Jambi.

Merupakan keturunan bangsawan, Thaha tetap menjadi sosok yang rendah hati dan suka bergaul dengan rakyat biasa.

Tidak hanya pandai bersosialisasi, Thaha juga dikenal sebagai seorang anak yang cerdas. 

Guna menimba ilmu keagamaan dan pengetahuannya, ia pergi meninggalkan Jambi ke Aceh. 

Di Aceh, Thaha tinggal selama dua tahun. 

Halaman Selanjutnya
Halaman

Artikel Terkait


Video Pilihan
Sumber: Kemdikbud
TAG:

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Lihat Semua
Jelajahi