Rujak Unik dari Aceh, Berbahan Dasar Batok Kelapa

Daspriani Y Zamzami
Rujak U Groh alias Rujak Batok Kelapa, rujak khas di kawasan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar
|
Editor: Sri Anindiati Nursastri

ACEH BESAR, KOMPAS.com – Jika Anda pencinta cemilan rujak, sungguh tak lengkap rasanya jika belum mencicipi rujak yang satu ini. Lazimnya rujak terdiri dari aneka buah, tapi rujak yang satu ini terbuat dari batok kelapa.

Rujak unik ini bisa ditemukan di lintas jalur Banda Aceh - Medan, tepatnya di kilometer 23,5 Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Rujak Batok Kelapa atau yang dalam bahasa Aceh disebut dengan Lincah U Groh, selalu menjadi penyegar setelah lelah melakukan perjalanan jauh termasuk dalam suasana arus balik Lebaran saat ini.

Di musim arus balik seperti ini, gerai rujak U Groh alias rujak batok kelapa menjadi destinasi istirahat yang dipilih para pemudik. Di sini pengunjung bisa menikmati rujak U Groh yang menyegarkan, plus juga pemandangan persawahan yang menyejukkan.

Batok kelapa muda dikerik dan dicuci, lalu dicampurkan dengan bumbu rujak dan diberi perasan air jeruk nipis. Rasa lelah yang dirasakan selama perjalanan otomatis jadi hilang setelah menikmati rujak U Groh.

“Ini pertama kali saya menikmati rujak batok kelapa ini. Rasanya sangat menyegarkan, bisa dibayangkan lelahnya melakukan perjalanan selama 5 jam, terbayar dengan rasa rujak yang nendang begini,” ujar Dahlan, pemudik yang melakukan perjalanan balik ke Banda Aceh, Sabtu (1/7/2017).

Hal yang sama juga diungkapkan Haris, penikmat lainnya rujak U Groh. Menurutnya perjalanan balik dengan menggunakan sepeda motor cukup melelahkan. Kedai rujak U Groh bernama Aneuk Garuda ini menjadi rest area yang tepat untuk beristirahat dan menikmati camilan yang menyegarkan

“Jalur lintas ini tidak memiliki rest area, jadi kedai rujak inilah yang dijadikan tempat beristirahat para pengguna jalan. Apalagi di sini tersedia camilan segar yakni rujak batok kelapa,” ujar Haris.

Pemilik gerai rujak U Groh, Suwardi, mengaku sudah berjualan rujak sejak tahun 2007. Awalnya ia hanya ingin coba-coba memakan batok kelapa muda yang diberi perasan jeruk nipis dan campuran cabe rawit. Ternyata rasanya cukup segar. Ia pun menjadikan batok kelapa muda ini sebagai menu andalan rujak di kedainya.

“Iya, awalnya coba-coba sendiri saja, dan ternyata rasanya enak, dan ini khas kami sendiri,” jelas Suwardi.

Harganya pun sangat sesuai dengan kantong, hanya Rp 10.000 per mangkuk. Begitu banyaknya peminat rujak U Groh di musim arus balik dan libur Lebaran, tak heran jika Suwardi bisa menghabiskan seribu butir kelapa muda dalam sehari.

“Bahkan sering juga kehabisan bahan baku kelapa muda untuk memenuhi permintaan pengunjung. Apalagi kalau sudah sore, kami sering kehabisan kelapa dan tidak bisa menyajikan rujak batok kelapa kepada pengunjung,” tuturnya.

Tak hanya makan ditempat, pengunjung juga banyak yang menjadikan rujak U Groh sebagai camilan di perjalanan. Selain rujak U Groh, Suwardi juga menyediakan rujak buah dan air kelapa muda.


Baca berikutnya
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Video Pilihan
TAG:


Terpopuler
Komentar
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi