Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Wedang Uwuh, Minuman "Sampah" yang Menghangatkan Tubuh

Lihat Foto
SHUTTERSTOCK/DANIEL DOP
Ilustrasi segelas wedang uwuh panas, minuman herbal terbuat dari berbagai dedaunan kering.
|
Editor: Yuharrani Aisyah

JAKARTA, KOMPAS.com - Wedang uwuh atau kuwuh merupakan minuman berisi dedaunan rebus tanpa disaring yang langsung disajikan. Wedang berarti minuman, sedangkan uwuh artinya sampah.

Baca juga: Berapa Lama Minuman Empon-empon Bisa Disimpan di Kulkas?

Traveling chef Wira Hardiyansyah menjelaskan bahwa wedang uwuh merupakan minuman penghangat tubuh yang berasal dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Wedang uwuh terdiri dari jahe, cengkeh atau batang cengkeh, daun cengkeh, daun kayu manis kering, daun pala kering, serutan kayu secang, dan gula batu," jelas Wira saat dihubungi oleh Kompas.com, Selasa (24/03/2020).

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Minuman ini memiliki beberapa khasiat, seperti sebagai antioksidan dan menurunkan kolestrol.

Wedang uwuh dapat dibuat sendiri di rumah, bahannya pun bisa ditemukan di tempat penjaja sayur.

Baca juga: Cara Membuat Jamu dari Empon-empon

Cara membuat wedang uwuh

Berikut beberapa langkah atau cara membuat wedang uwuh yang dapat dipraktikkan:

Minuman ini bisa disimpan dan bertahan hingga kurang lebih 3 sampai lima hari di dalam kulkas. Wedang uwuh bisa disajikan panas atau tambahkan es batu untuk sensasi dingin.

Sejarah wedang uwuh

Berikut sejarah singkat wedang uwuh yang mungkin belum kamu ketahui.

Pada era Sultan Agung, Raja Mataram itu pergi mencari tempat untuk peristirahatan terakhir keluarganya dengan para pengawalnya.

Ia pun akhirnya menemukan tempat yang kemudian dianggap pas, yaitu di bukit merak sekarang disebut pemakaman suci Imogiri.

Sultan Agung telah bertapa sebelum memantapkan tempat tersebut sebagai tempat peristirahatan keluarga raja.

Baca juga:

Konon malam hari saat betapa, ia meminta pengawalnya untuk membuatkan minuman yang ampuh untuk menghangatkan tubuh.

Saat minuman disajikan di bawah pohon dekat tempat sang Sultan beberapa ranting dedaunan jatuh dan masuk dalam wadah minuman itu.

Tidak menyadari ada daun dan ranting yang masuk dalam wedangnya, Sang Raja tetap meminum wedang itu.

Dinilai nikmat, akhirnya Sang Raja meminta pengawalnya untuk membuatkan satu lagi minuman yang saat itu ia minum.

Secara seksama pengawal itu akhirnya mengamati satu persatu isi dari minuman yang diminta sultan.

Akhirnya wedang uwuh dikenal masyarakat Yogyakarta, bahkan Nusantara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi