KOMPAS.com – Selain mengalami nyeri perut, perut kembung, dan adanya perubahan mood, perempuan sebelum menstruasi biasanya mengalami timbulnya jerawat di wajah.
Melansir dari Flo Health, lebih dari 60 persen wanita rawan berjerawat sebelum mereka menstruasi. Jerawat pra menstruasi atau yang kerap disebut flare-up biasanya terjadi sekitar 7 hingga 10 hari sebelum menstruasi.
Melansir dari Hello Sehat, saat seorang menstruasi, maka produksi hormon progesteronnya meningkat.
Hal tersebut menjadi biang kulit membengkak hingga pori-pori semakin tertutup. Selain itu, progesteron juga meningkatkan sebum (minyak) yang menjadi makanan bakteri. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab mudahnya jerawat muncul.
Berikut ini, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya jerawat sebelum menstruasi:
1. Selalu jaga kebersihan kulit
Menjaga kebersihan kulit sangat diperlukan untuk mencegah tumbuhnya bakteri yang bisa menimbulkan jerawat.
Beberapa cara menjaga kebersihan kulit yang bisa dilakukan adalah:
- Tidak menyentuh wajah
- Selalu rajin mencuci tangan dengan sabun
- Mencuci wajah dengan sabun dua kali sehari
- Membersihkan ponsel atau alat lain yang langsung bersentuhan dengan wajah
- Mandi dan keramas secara rutin
Baca juga: Dongkrak Produktivitas Kerja dengan Sarapan Sehat
2. Gunakan produk AHA pada kulit
Memakai produk AHA pada kulit sebelum menstruasi bisa membantu mencegah timbulnya jerawat. Cara pakainya tinggal gunakan krim atau masker dengan kandungan senyawa ini.
Saat penggunaan AHA, sangat direkomendasikan menggunakan tabir surya, hal tersebut karena menggunakan AHA membuat kulit lebih sensitif dengan sinar matahari.
AHA (Alpha Hydroxy Acids) merupakan asam dari tumbuhan utamanya dari buah-buahan sitrus. Senyawa tersebut bermanfaat menyingkirkan sel kulit mati yang menyumbat pori dan memudarkan bekas jerawat.
3. Hindari memakai produk perawatan mengandung minyak
Saat memilih produk perawatan kulit, sebaiknya Anda menghindari menggunakan produk yang mengandung minyak.
Hal tersebut karena produk yang mengandung minyak bisa menyumbat pori-pori. Sehingga produk semacam ini hanya pas untuk mereka yang kulitnya normal hingga kering.
Anda bisa memilih produk perawatan yang bahan dasarnya air. Carilah produk dengan keterangan "non-comedogenic".
Apabila produk perawatan Anda biasanya mengandung minyak, maka Anda bisa menggunakannya kembali ketika selesai masa menstruasi.
4. Selektif terhadap makanan
Makanan pemicu jerawat umumnya mengandung banyak gula dan karbohidrat.
Produk susu, khususnya susu skim juga disebut bisa memicu jerawat akibat adanya hormon yang dihasilkan sapi semasa hamil.
Saat menjelang menstruasi, sebaiknya Anda membatasi terhadap makanan-makanan ini.
5. Gunakan KB Hormon
Obat-obatan KB hormon bisa membantu mencegah jerawat sebelum menstruasi. KB hormon dapat menurunkan produksi sebun berlebih dengan menghambat produksi estrogen dan progesteron 2 minggu sebelum menstruasi.
Namun KB Hormon juga memiliki efek samping. Diantaranya adalah munculnya bercak darah di antara siklus haid, sakit kepala, nyeri payudara, serta penurunan libido.
Adapun untuk penggunaan obat ini sangat disarankan Anda berkonsultasi kepada dokter.
Baca juga: Sibuk dan Malas Gerak? Ini 5 Olahraga Simpel yang Bikin Badan Sehat
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.