Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral di Medsos, Sukirman Penderita Tumor Ganas di NTB Butuh Bantuan

Baca di App
Lihat Foto
Andi Sirajudin untuk Kompas.com
Tangkapan layar Sukirman (55), seorang warga NTB yang menderita tumor ganas di mulut.
|
Editor: Sari Hardiyanto

KOMPAS.com - Sebuah foto menampilkan pria dengan pipi bengkak di bagian kiri disertai dengan darah yang mengalir deras di bibir beredar luas di media sosial pada Minggu (27/10/2019).

Awalnya foto tersebut diunggah oleh akun facebook bernama Azak Mmuslim Hkarsosafei disertai keterangan foto yang berisi informasi kondisi pria tersebut.

Ia menuliskan bahwa pria yang ada dalam foto tersebut bernama Sukirman (55) yang tinggal di Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Nama : Pak Sukirman
umur :55 Thn
alamat:Kore Kec.sanggar Kab.bima
Diagnosa : Tumor Ganas

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lagi-Lagi karena kendala Biaya Sehingga Bapak Ini Tak Mampu Berobat.....
Bertahun-tahun Bertahan Dgn Derita Yg Menggerogoti Wajah dan Kepalanya,Setiap hari Harus Bertahan dgn Darah Yg Keluar dari mulut maupun hidungnya...

Skrng Keluarganya Tak bisa Berbuat apa-apa Karena Dgn kondisi ekonomi Yg Kurang........

Mohon Bantuannya Kepada Pemerintah Setempat Supaya Dapat Di Akses Untuk Penyembuhan dan Pengobatan bapak Sukirman.....
Kepada elemen Masyarakat Mohon Doa dan Uluran Tangan Kita Semua Untuk Sedikit Menyisihkan Rezekinya Untuk Bapak Kita Ini..

Klo Bukan Kita Siapa Lagi...
Klo Bukan Sekarang Kapan Lagi.....

#LsMp3BKabDompu
#WesaVeKabDompu"

Hingga kini, unggahan tersebut telah di-respons sebanyak 36.568 kali dan telah dibagikan sebanyak 23.918 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

Mengetahui hal itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Andi Sirajudin mengungkapkan bahwa pihaknya telah membawa Sukirman ke RS Bima untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Saya langsung kirimkan 3 anggota untuk mengecek, meski tanpa perintah dari Bupati, lalu saya koordinasikan dengan kepala puskesmas untuk membuat rujukan ke RS Bima," ujar Andi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/10/2019).

Menurut Andi, kondisi Sukirman sudah parah.

Ia mengatakan bahwa mata kiri Sukirman sudah tidak bisa melihat. Sementara dari mulutnya selalu keluar darah.

"Pipi sudah bengkak, sampai mata satunya tidak bisa melihat. Jadi keluar darah semua, tidak berhenti, stadium tinggi," kata dia.

Baca juga: Mata Berwarna Kuning? Waspada Penyakit Kuning

Tidak punya uang

Berdasarkan informasi yang dituliskan dalam unggahan di Facebook, Sukirman dikabarkan tidak punya biaya untuk mengobati tumor ganas yang menempel di dalam mulut.

Andi mengisahkan bahwa Sukirman sebelumnya pernah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB atau RS Mataram ketika dirinya kembali mengeluarkan darah.

Adapun tindakan perawatan yang dialami Sukirman berdasarkan rujukan dari RS Bima.

"Beliau ini kan pernah di RS Bima, sudah dirawat di RS provinsi, baru sekali kemo (sekitar 8 bulan lalu) sudah tidak ada biaya lagi," ujar Andi.

Lantaran tidak memiliki biaya inilah yang menjadi penyebab Sukirman tidak melanjutkan pengobatan kemoterapi. Alhasil ia memilih pulang.

"Dana yang dikeluarkan untuk kemo pertama kali itu cukup besar, jutaan. Setelah kemo, saya kurang tahu apakah beliau diberi obat dari RS atau tidak," ujar Andi.

Untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya, Andi menyampaikan bahwa Sukirman hanya mengonsumsi obat tradisional saja.

Dalam keseharian, Sukirman bekerja sebagai petani. Ia terpaksa menahan rasa sakit di bagian mulut akibat tumor ganas yang menggerogoti bagian tubuhnya.

Tak jarang pula darah segar yang keluar dari mulut dan hidungnya tidak lekas berhenti meski telah dibersihkan dengan tisu atau kain.

Pihaknya berharap ada pihak-pihak yang dapat membantu pengobatan Sukirman.

"Kalau bisa dibantu, mohon dibantu," kata dia.

Sementara itu, Andi mengungkapkan bahwa saat ini Sukirman masih dirawat di RSUD Provinsi NTB.

Baca juga: Hari Stroke Sedunia 2019: Dont Be The One

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi