Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indeks Kinerja Perubahan Iklim 2020, Indonesia Lebih Baik dari Australia

Baca di App
Lihat Foto
Shutterstock
Ilustrasi perubahan iklim, kebakaran hutan
|
Editor: Sari Hardiyanto

KOMPAS.com - Indonesia menempati peringkat 39 dalam indeks kinerja perubahan iklim 2020.

Laporan tersebut dikeluarkan oleh sejumlah lembaga iklim, seperti Newclimate Institute, Climate Action Network dan Germanwatch.

Ada empat indeks penilaian yang digunakan, yaitu emisi, energi terbarukan, penggunaan energi dan kebijakan iklim.

Dari keempat indeks tersebut, Indonesia menempati peringkat 39 dengan nilai rata-rata 44,65, terbaik kedua di Asia Tenggara setelah Thailand yang menduduki peringkat 33 dengan nilai 46,76.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jika dirinci, Indonesia memperoleh nilai 43,6 dalam hal emisi. Angka tersebut termasuk kategori low dari empat kategori penilaian, yaitu high, medium, low, dan very low.

Untuk indeks energi terbarukan, nilai yang didapatkan Indonesia 31,8 dengan kategori medium.

Sementara indeks penggunaan energi, Indonesia mendapat nilai 65,4 dengan kategori high, tertinggi kelima setelah Mexico, India, Brazil, dan Amerika Serikat.

Dalam hal kebijakan iklim, Indonesia hanya memperoleh nilai 38,8 dengan katergori rendah.

Dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, angka kebijakan iklim Indonesia termasuk yang paling baik.

Baca juga: 8 Universitas Negeri Indonesia yang Masuk Peringkat 1.000 Terbaik Dunia

Australia

Dari keempat kategori tersebut, Australia hanya menduduki peringkat 56 dengan nilai rata-rata 30,75.

Bahkan dalam indeks kebijakan iklim, Australia menjadi negara dengan kinerja terburuk dengan nilai 0,0.

Laporan tersebut menegaskan bahwa pemerintah Morrison melanjutkan tren buruk dalam hal iklim, seperti tahun sebelumnya.

Dalam laporan itu, para pakar mencermati kurangnya kemajuan dalam empat bidang tersebut dan tidak adanya strategi mitigasi jangka panjang.

Pemerintah Australia juga diketahui tidak menghadiri KTT Iklim PBB pada bulan September lalu.

Kebakaran hutan dan gelombang panas di Australia menjadi contoh sejumlah peristiwa cuaca ekstrim yang semakin parah pada tahun 2019.

Ketika ditanya soal hasil laporan itu, Menteri Pertanian Australia Bridget McKenzie mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi perubahan iklim.

"Sebagai penghasil 1,7 persen dari emisi karbon dunia, saya pikir Australia benar-benar mengambil tindakan keras untuk mengatasinya dan kita perlu bangga akan hal itu, alih-alih menyalahkan diri kita sendiri tentang laporan itu dan komunitas regional kita," kata McKenzie, dilansir dari Tha Guardian.

Baca juga: Batal Direkrut Arsenal karena Peringkat Indonesia, Berikut Profil Bagus Kahfi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi