Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

#PrayForAustralia, Keprihatinan atas Kebakaran Hutan di Australia...

Baca di App
Lihat Foto
Twitter
Tagar #PrayForAustralia trending sebagai bentuk keprihatinan atas kebakaran hutan di Australia.
|
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com – Tanda pagar atau tagar #PrayForAustralia masuk dalam daftar trending Twitter. Hingga Minggu (5/1/2020) pagi pukul 09.41 WIB, ada lebih dari 250.000 twit dengan tagar #PrayForAustralia.

Isi twit para netizen menyatakan keprihatinan atas kebakaran hutan yang meluas di Australia.

“#PrayforAustralia temanku tinggal di Melbourne Australia. Dan sekarang kebakaran sampai ke Melbourne. Australia butuh pertolongan segera! Sebelum semuanya terlambat! Aku berharap tak ada lagi orang yang mati,” tulis akun @PancakeChanida1.

Twit-twit lainnya juga sebagian besar bernada sama.

Selain itu, sejumlah foto sejumlah relawan yang menolong koala serta kanguru dari kebakaran hutan serta memberi minum kepada hewan-hewan itu saat di tengah hutan juga banyak dibagikan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melansir BBC, kebakaran hutan terjadi di Australia telah terjadi sejak September 2019. Dalam rentang waktu itu hingga saat ini, kebakaran tersebut menyebabkan 23 orang tewas.

Selain itu, lebih dari 1.200 rumah hancur dan jutaan hektar lahan hangus.

Melansir Bloomberg, musim panas yang baru saja dimulai serta kekeringan panjang dikhawatirkan banyak pihak akan menyebabkan semakin banyak korban berjatuhan.

Kebakaran paling parah terjadi di wilayah New South Wales. Di wilayah ini, 8,9 juta hektar hutan dan semak-semak hancur.

Sementara itu, lebih dari 2,2 juta hektar lahan telah dibakar di Victoria. Kebakaran tersebut sangat besar hingga mengakibatkan cuaca tak terkendali. 

Di barat laut Sydney, kebakaran Gunung Gospers menghancurkan sedikitnya 1,2 juta hektar atau sekitar 7 kali luas Singapura.

Kebakaran hutan juga sempat membuat langit memerah dan gelap di wilayah tenggara Australia serta membuat suhu melebihi 40 derajat celcius di beberapa daerah.

Bahkan, di bagian barat Sydney suhu mencapai 48,9 derajat celcius.

Sekitar 1.365 rumah hancur di New South Wales akibat kebakaran hutan yang terjadi di wilayah ini.

Jumlah tersebut masih terus meningkat karena kebakaran hutan belum teratasi.

Kebakaran ini juga berdampak terhadap perekonomian di Australia.

Dewan Asuransi Australia menyebutkan, ada 5.259 klaim senilai 321 juta dollar Australia yang diajukan.

Sementara, Konsultasi SGS Economics and Planning telah memperkirakan ekonomi Sydney kehilangan sebanyak 50 juta dollar Australia setiap hari akibat kabut asap yang terjadi.

Perekonomian Australia dinilai menghadapi tekanan yang mengancam industri mulai dari pertanian, property hingga pariwisata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi