Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rumor Angin Wuhan Bawa Virus Corona hingga ke Hong Kong Disebut Tidak Benar

Baca di App
Lihat Foto
AFP / WANG ZHAO
Pengendara motor mengenakan masker saat melintasi jalanan yang tertutup kabut asap tebal di Beijing, China.
|
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com - Beredar rumor soal virus corona atau Covid-19 mengenai kabut asap akibat kremasi korban meninggal dunia.

Dilansir dari Express, Rabu (12/2/2020), terlihat kabut asap di Wuhan. Hal itu memicu kekhawatiran orang-orang bahwa pada saat itu jumlah korban tewas sebenarnya lebih dari 1.100 orang.

Komisi Kesehatan Nasional China telah memerintahkan semua jenazah korban meninggal akibat virus korona dikremasi.

Penguburan dan pemakaman dilarang dengan alasan untuk mencegah penyebaran penyakit.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan, proses kremasi di Wuhan dilakukan secara terus menerus setiap hari.

Ada pula yang menyebutkan bahwa kabut itu disebabkan tujuh krematorium yang dijalankan setiap hari.

Baca juga: 3 Minggu Dirawat karena Virus Corona, Pasien Sembuh: Saya Pikir Saya Mengetuk Pintu Neraka

Sementara itu, dilansir dari SCMP, Minggu (16/2/2020), beredar di Facebook dan Whatsapp pesan tentang adanya angin dingin yang menerpa Hong Kong dan dapat menyebarkan virus corona.

Pesan yang beredar itu menyebutkan, angin dingin akan menyebar dari Wuhan ke kota-kota terdekatnya termasuk Hong Kong.

Oleh karena itu, warga Hong Kong diimbau menutup jendela mereka dan tinggal di rumah dengan masker hingga udara dingin lewat.

Mantan Direktur Observatoium Hong Kong Lam Chiu-Ying membantah klaim tersebut dan mengatakan hal itu sama sekali tidak berdasar.

"Wuhan berjarak 900 km dari Hong Kong," tulisnya di halaman Facebook-nya, seperti dikutip SCMP.

Baca juga: Puji China Tangani Virus Corona, Netralitas WHO Dipertanyakan

Dia melanjutkan, bahkan jika virus itu dapat menyebar melalui udara, virus itu akan menipis atau berkurang sebagian besar.

Jadi, menurut dia, tidak akan berdampak pada kota-kota lain apalagi Hong Kong.

Selain itu, ada hujan ketika udara dingin bergerak ke selatan sehingga akan tersapu sepenuhnya.

Menurut Observatorium Hong Kong, suhu di daerah perkotaan akan bertahan sekitar 14 derajat pada hari Minggu (16/2/2020) dan turun menjadi sekitar 12 derajat pada malam hari.

Ini akan menjadi beberapa derajat lebih rendah di new teritories.

Diperkirakan, Hong Kong akan tetap dingin dan kering selama beberapa hari ke depan.

Suhu minimumnya turun hingga 10 derajat pada hari Senin dan Selasa, sebelum naik ke 12 derajat pada hari Rabu, dan 14 derajat pada hari Kamis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi