Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Hubungan SARS-CoV-2 dan Covid-19 Kaitannya Virus Corona, Berikut Penjelasannya..

Baca di App
Lihat Foto
AFP/YASSER AL-ZAYYAT
Polisi mengenakan masker pelindung menunggu di Bandara Sheikh Saad di Kota Kuwait, Sabtu (22/2/2020), menjelang warga Kuwait yang kembali dari Iran hendak dibawa ke rumah sakit untuk dites terkait virus corona. Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan.
|
Editor: Rizal Setyo Nugroho

 

KOMPAS.com - Virus corona yang menyebar dari Wuhan, China di akhir 2019 masih belum mereda penyebarannya. Bahkan dalam beberapa hari terakhir mengganas di Korea Selatan, Italia dan negara Timur Tengah. 

Hingga Senin (24/2/2020), data seluruh dunia 79.524 orang telah terinfeksi, 2.626 meninggal dunia dan 25.160 dapat dipulihkan. Masyarakat pun terus mengikuti perkembangannya dari waktu ke waktu. 

Namun belakangan muncul pertanyaan mengenai penamaan virus dan penyakit tersebut. Terutama penjelasan antara SARS Coronavirus tipe 2, SARS-Cov-2 dan Covid-19 ?

Seperti yang ditanyakan akun Twitter @firmansyahrisky

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"SARS Coronavirus tipe 2 sama atau berbeda bu dengan SARS-CoV-2 yang dimaksud disini?" ujarnya

 

Mengutip penjelasan dari laman World Health Organization, COVID-19 merupakan nama penyakit dari virus corona yang belakangan ini merebak dari Wuhan, China.

Adapun virus penyebab penyakit Covid-19 adalah severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau disebut pula SARS-CoV-2.

Meskipun sekilas nama virus SARS-CoV-2 identik dengan SARS-CoV akan tetapi keduanya berbeda.

WHO menjelaskan, SARS coronavirus (SARS-CoV) merupakan virus yang diidentifikasi pada 2003 yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Saat itu, epidemi SARS menyebar hingga 26 negara dan menginfeksi lebih dari 8.000 kasus pada tahun 2003.

Baca juga: Tak Ikuti WHO, Kemenkes Sebut SARS CoV-2 Beda dengan Covid-19

Kenapa kemudian nama penyakit virus corona Covid-19 berbeda dengan nama virusnya?

Masih mengutip dari situs WHO, virus dan penyakit seringkali memiliki perbedaan. Misalnya pada HIV adalah nama virus yang menyebabkan penyakit AIDS, atau penyakit campak berbeda namanya dengan virus yang menyebabkannya virus rubela.

Virus diberi nama berdasarkan struktur genetiknya guna memfasilitasi pengembangan tes diagnostik, vaksin dan obat-obatan. Penamaan tersebut diberikan oleh Komite Internasional tentang Taksonomi Virus (ICTV).

Penyakit, diberi nama guna memungkinkan diskusi terkait pencegahan, penyebaran, penularan penyakit, keparahan dan pengobatannya.

Kesiapan respon merupakan peran WHO, sehingga secara resmi penamaan dilakukan oleh WHO dalam Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD).

ICTV: Virus corona Wuhan dinamakan SARS-CoV-2

Terkait kasus infeksi akibat virus corona yang baru-baru ini merebak, ICTV mengumumkan nama virus adalah "coronavirus syndrome pernafasan akut yang parah (SARS-CoV-2)".

Nama tersebut dipilih karena virus secara genetik terkait dengan coronavirus yang selama ini bertanggungjawab terhadap SARS tahun 2003. Meskipun kedua virus tersebut berbeda.

Baca juga: Ini Alasan WHO Memberi Nama Resmi Covid-19 untuk Virus Corona

Sementara itu WHO pada 11 Februari 2020 mengikuti pedoman yang dikembangkan Organisasi Hewan Dunia (OIE) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengumumkan penyakit baru tersebut bernama "COVID-19".

"Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit yang disebabkan oleh coronavirus novel: COVID-19. Memiliki nama penting untuk mencegah penggunaan nama lain yang bisa tidak akurat atau menstigmatisasi," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Dirjen WHO. 

WHO sendiri dalam berkomunikasi dengan publik tak menggunakan nama yang sama dengan yang dikeluarkan oleh ICTV.

Setiap berkomunikasi dengan publik WHO menyebut nama virus dengan "virus yang bertanggung jawab untuk COVID-19" atau sering pula menggunakan penyebutan "virus COVID-19".

"Dari perspektif komunikasi risiko, menggunakan nama SARS dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan dalam hal menciptakan rasa takut yang tidak perlu untuk beberapa populasi, terutama di Asia yang paling parah terkena dampak wabah SARS pada tahun 2003," tulis WHO dalam keterangan website resminya.

Akan tetapi penyebutan WHO sendiri tidak dimaksudkan untuk mengganti secara resmi nama yang telah disetujui oleh ICTV.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi