Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli Peringatkan Gelombang Kedua Corona di Eropa, Tanda Awal Sudah Muncul

Baca di App
Lihat Foto
picture-alliance/dpa/M.Balk
Anak muda di Jerman yang tidak patuh aturan social distancing diprediksi menjadi penyebab penularan virus corona yang merebak luas di Jerman.
|
Editor: Sari Hardiyanto

KOMPAS.com - Virus corona masih terus menyebar di berbagai belahan dunia. Ada negara yang sudah mengklaim bisa mengatasi penyebarannya, meski banyak juga yang belum.

Bagi negara yang telah berhasil, mereka menghadapi ketakutan selanjutnya yaitu gelombang kedua.

Gelombang kedua virus corona bisa muncul jika pemerintah tidak cermat dalam membuat kebijakan.

Baca juga: Penemuan Tes Antibodi untuk Deteksi Virus Corona, Sampel Darah dan Manfaatnya...

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Eropa misalnya, banyak pakar memperingatkan akan terjadinya gelombang kedua jika negara-negara di Eropa melonggarkan lockdown atau penguncian wilayah.

Baru-baru ini Eropa melonggarkan lockdown.

Dikutip Euronews, Selasa (12/5/2020), Juru Bicara Komisi Eropa Stefan de Keersmaecker mengatakan negara-negara anggota harus mempersiapkan diri untuk gelombang infeksi kedua.

Dia menambahkan mereka juga harus mengambil peluang untuk meningkatkan sistem pengawasan yang ada.

Negara-negara Anggota Uni Eropa diminta untuk mengangkat pembatasan atau lockdown secara bertahap dan hati-hati dengan mempertimbangkan data epidemologis yang tersedia.

Sebagian besar pakar memperingatkan gelombang kedua bukan pertanyaan apakah akan terjadi, tapi kapan akan terjadi.

Baca juga: Kenali Masa Inkubasi Virus Corona di Dalam Tubuh, Berapa Lama?

Tanda-tanda awal

Dilansir Politico, Senin (11/5/2020), Kepala Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Eropa Andrea Ammon mengatakan bahaya langsung bisa datang dari pencabutan langkah-langkah lockdown saat ini.

Jika langkah-langkah ini diangkat terlalu cepat tanpa disertai dengan pengujian, pelacakan kontak, menjaga jarak fisik, dan mencuci tangan, maka gelombang kedua akan segera datang.

Tanda-tanda awal sudah mulai terlihat. Setelah melonggarkan batasan, Jerman mencatat peningkatan tingkat reproduksi virus di atas 1.

Artinya, bahwa setiap satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke lebih dari satu orang.

Hal itu secara efektif berkontribusi pada peningkatan eksponensial dalam jumlah kasus.

Setelah membuka kembali sekolah dan taman kanak-kanak, Denmark juga mencatat kenaikan jumlah kasus, tapi di bawah angka 1.

Sementara itu Belgia, baru saja mengizinkan rumah tangga untuk menerima tamu 4 orang dan memperbolehkan toko buka lagi.

Mereka mengamati relaksasi itu berdampak pada jumlah kasus.

Baca juga: Kenali Tanda dan Gejala Infeksi Virus Corona pada Anak-anak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi