Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Emirates Berencana PHK 30.000 Karyawannya akibat Virus Corona

Baca di App
Lihat Foto
SHUTTERSTOCK/ZGPHOTOGRAPHY
Ilustrasi pesawat milik Emirates.
|
Editor: Sari Hardiyanto

KOMPAS.com - Gelombang PHK terus meluas di berbagai negara seiring wabah virus corona yang belum melemah.

Banyak perusahaan yang babak belur terkena dampak pembatasan dan penguncian yang diterapkan negara untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Perusahaan penerbangan termasuk yang paling terdampak virus corona, beberapa di antaranya bahkan telah bangkrut.

Baca juga: Virus Corona, Pilot, dan Pukulan Telak Industri Penerbangan...

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Salah satu maskapai penerbangan raksasa dunia Emirates Group baru-baru ini mengutarakan rencananya untuk mem-PHK sekitar 30.000 karyawannya guna mengurangi beban biaya perusahaan di tengah bayang-bayang Covid-19.

Bloomberg pada Minggu (17/5/2020) melaporkan, PHK yang dilakukan Emirates tersebut akan menurunkan jumlah karyawannya sekitar 30 persen dari 105.000 karyawannya pada akhir Maret lalu.

Perusahaan juga mempertimbangkan untuk mempercepat rencana "pensiun" dari armada A380-nya.

Baca juga: Kisah Pramugari dan Pilot Singapura yang Terdampak Corona...

Peningkatan utang

Seorang juru bicara Emirates mengatakan bahwa belum ada pengumuman publik yang dibuat oleh perusahaan mengenai "redundansi di maskapai".

Akan tetapi, perusahaan sedang melakukan peninjauan biaya dan sumber daya terhadap proyeksi bisnis.

"Keputusan apa pun akan dikomunikasikan dengan cara yang sesuai. Seperti halnya bisnis yang bertanggung jawab, tim eksekutif kami telah mengarahkan semua departemen untuk melakukan peninjauan menyeluruh atas biaya dan sumber daya terhadap proyeksi bisnis," kata juru bicara itu.

Pada awal bulan ini, Emirates telah mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan utang untuk membantu pembiayaan perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

Mereka juga mungkin akan mengambil tindakan lebih keras untuk menghadapi bulan-bulan paling sulit dalam sejarahnya.

Menurut perusahaan itu, pemulihanan dalam perjalanan setidaknya 18 bulan lagi.

Baca juga: Lebih dari 5 Juta Kasus, Ilmuwan AS Peringatkan untuk Tidak Mengandalkan Vaksin Corona

Pemotongan gaji

Maskapai penerbangan yang bermarkas di Dubai itu telah menangguhkan penerbangan reguler sejak Maret lalu, akibat permintaan perjalanan global terus merosot.

Pada Maret lalu, Emirates telah memotong sementara gaji dasar sebagian besar karyawannya.

"Dunia secara harfiah telah dikarantina karena wabah Covid-19. Sebagai maskapai jaringan global, kami berada dalam situasi di mana kami tidak dapat mengoperasikan layanan penumpang secara aktif sampai negara-negara membuka kembali perbatasan mereka," kata CEO Emirates Group HH Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum.

Presiden Emirates Tim Clark dan Presiden Dnata Gary Chapman memutuskan untuk mengambil 100 persen pemotongan gaji dasar selama 3 bulan.

Emirates juga memotong gaji dasar sebagian besar karyawan sebesar 25 persen hingga 50 persen selama 3 bulan.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari perusahaan memecat karyawannya akibat kesulitan pada wabah Covid-19.

Namun, pemotongan gaji tersebut kini tak mampu menghindarkan perusahaan itu dari PHK.

Baca juga: Ancaman Kelaparan dan Potret Kondisi TKI di Malaysia Saat Pandemi Corona...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi