Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar 29 Negara yang Telah Membuka Sekolah di Masa Pandemi Corona

Baca di App
Lihat Foto
DOK. PIXABAY
Ilustrasi pembukaan sekolah kembali
|
Editor: Rizal Setyo Nugroho

KOMPAS.com - Sejak pandemi virus corona berlangsung, negara-negara di dunia melakukan pembatasan di berbagai kegiatan untuk menahan penyebaran virus.

Salah satu sektor yang terdampak adalah pendidikan, dimana ratusan negara menutup sekolah-sekolah tatap muka selama pandemi.

Melansir data dari laman UNESCO, Selasa (4/8/2020), hingga Senin (3/8/2020), lebih dari satu miliar peserta didik di dunia yang mengalami imbas dari penutupan sekolah-sekolah di berbagai negara.

Artinya, ada sekitar 60,5 persen pelajar di dunia yang terdampak. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hingga kini, setidaknya 105 negara masih memberlakukan penutupan penuh sekolah-sekolahnya.

Baca juga: Berikut Syarat Pembukaan Kembali Sekolah di Tengah Pandemi

Adapun menurut data yang dikumpulkan UNESCO, setidaknya ada 29 negara yang masih atau telah membuka kembali sekolah-sekolahnya. Berikut ini daftarnya:

1. Jepang
2. Australia
3. Selandia Baru
4. Papua Nugini
5. Korea Utara
6. Korea Selatan
7. Vietnam
8. Laos
9. Timor Leste
10. Turkmenistan
11. Israel
12. Siprus
13. Botswana
14. Burundi
15. Niger
16. Belarus
17. Kroasia
18. Perancis
19. Austria
20. Swiss
21. Estonia
22. Swedia
23. Denmark
24. Norwegia
25. Uruguay
26. Ekuador
27. Nikaragua
28. Islandia
29. Greenland

Jepang

Melansir laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (MEXT) Jepang, hingga 25 Mei lalu, status darurat di Jepang masih dicabut sejak pertama kali diumumkan pada 7 April.

Di Jepang, sebagian besar sekolah yang sebelumnya ditutup sementara telah mulai dibuka sejak 1 Juni.

Pada 2 Maret, MEXT meminta sekolah-sekolah di Jepang untuk ditutup sementara. Permintaan ini didasarkan pada pandangan para ahli dimana kebijakan tersebut dianggap penting untuk menahan penyebaran corona.

Kemudian, MEXT mengumumkan pedoman baru pembukaan sekolah setelah libur musim semi dan pedoman lainnya untuk penutupan sementara di tahun ajaran baru. 

Adapun pedoman pembukaan sekolah kembali menjelaskan tentang cara untuk menghindari faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap infeksi. 

Baca juga: Polemik Pembukaan Sekolah di Luar Zona Hijau, Dinilai Terburu-buru dan Berbahaya

Australia

Melansir laman resmi dari pemerintah Australia Barat, sejalan dengan roadmap Covid-19 fase 4, sejak 27 Juni 2020, pembatasan 100 siswa tidak lagi berlaku.

Sekolah-sekolah akan melanjutkan untuk engikuti prosedur evaluasi risiko dan kesesuaian dengan pedoman kesehatan Covid-19.

Adapun kehadiran di sekolah telah diwajibkan kembali bagi seluruh siswa, kecuali bagi mereka yang rentan secara medis atau memiliki anggota keluarga yang rentan.

Departemen Pendidikan akan mengimplementasikan rencana dengan target untuk mendukung para siswa yang tidak dapat hadir ke sekolah karena anjuran medis.

Melansir VOA News, 25 Mei 2020, sekolah-sekolah di kota paling padat di Australia telah dibuka setelah penguncian (lockdown) selesai.

Para siswa di New South Wales dan Queensland telah kembali ke kelasnya masing-masing.

Norwegia

Melansir laman Helsenorge Norwegia, disebutkan bahwa seluruh TK, sekolah dasar, hingga sekolah menengah kini telah dibuka kembali. 

Adapun panduan pada pembukaan sekolah ini termasuk model penentuan untuk tingkat zona hijau, kuning, atau merah. 

Panduan baru tersebut memungkinkan TK dan sekolah untuk menawarkan layanan yang lebih lengkap untuk kegiatan belajar mengajar, dengan tetap mengikuti rekomendasi pengendalian infeksi.

Selama musim semi 2020, TK dan sekolah di Norwegia pertama kali ditutup dan kemudian dibuka secara bertahap. 

Selain itu, melihat tingkat infeksi dan pembukaan kembali kegiatan, disebutkan bahwa kondisi saat ini aman untuk membuka kembali universitas sejak 15 Juni. 

Baca juga: Dampak Psikologis pada Anak yang Sekolah dari Rumah

Selandia Baru

Melansir AA, 18 Mei 2020, Selandia Baru membuka kembali sekolah-sekolah di wilayahnya setelah ditutup sebagai upaya menahan penyebaran virus corona.

Saat itu, Radio New Zealand menyebut setidaknya sekitar 800.000 siswa akan kembali ke sekolah yang telah ditutup sejak 24 Maret 2020.

Dalam pembukaan kembali kegiatannya, sekolah-sekolah menyediakan jasa transportasi untuk para siswa yang tidak dapat menggunakan bus umum.

Pasalnya, kendaraan-kendaraan tersebut kini hanya menerima penumpang-penumpang tertentu untuk menjaga jarak fisik. 

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Macam-macam Penularan Virus Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi