Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vaksin Corona AstraZeneca Efektif 90 Persen, Bagaimana Cara Kerjanya?

Baca di App
Lihat Foto
SHUTTERSTOCK/Africa Studio
Ilustrasi relawan uji coba vaksin AstraZeneca meninggal di Brasil. Vaksin corona eksperimental yang dikembangkan AstraZeneca dan Oxford University.
|
Editor: Rizal Setyo Nugroho

KOMPAS.com - Menyusul vaksin corona buatan Pfizer dan Moderna, kandidat vaksin Oxford-AstraZeneca juga dilaporkan sangat efektif mencegah munculnya gejala Covid-19.

Dikutip Associated Press, Senin (23/11/2020), kandidat vaksin Covid-19 itu dilaporkan berhasil 70 persen mencegah infeksi virus corona terhadap sukarelawan dalam uji coba tahap akhir.

Efektivitas vaksin Oxford-AstraZeneca bisa mencapai 90 persen jika pasien diberi setengah dosis diikuti dengan satu dosis penuh.

Dengan hasil ini, vaksin Oxford-AstraZeneca yang diberi nama AZD1222 itu efektivitasnya juga hampir menyamai vaksin buatan Pfizer dan Moderna. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: 4 Fakta Vaksin Covid-19 Moderna, dari Hasil Uji Coba hingga Harga

Cara kerja vaksin Oxford-AstraZeneca

Diberitakan Fox News, Selasa (24/11/2020), bahan vaksin Oxford-AstraZeneca menggunakan virus flu biasa yang tidak aktif dan diisolasi dari simpanse, diubah dengan gen untuk mengekspresikan protein lonjakan virus SARS-CoV-2.

"Alih-alih langsung menyuntikkan asam nukleat, RNA, atau DNA versi gen itu, gen ini disampaikan dalam virus lain," kata direktur eksekutif dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health International Vaccine Access Center Dr William Moss.

Dia mengatakan strategi yang digunakan oleh para pembuat vaksin AstraZeneca unik. Tubuh dibiarkan membuat protein virus, melepaskannya dari sel, dan kemudian sistem kekebalan menanggapinya.

Moss mengatakan vaksin AstraZeneca yang sedang diteliti dikenal sebagai "vaksin vektor adenovirus," adalah vaksin dari virus yang direkayasa secara genetik.

Saat disuntikkan, tusukan itu menginduksi respons kekebalan yang mampu melindungi terhadap penyakit Covid-19.

Setelah studi fase 2, para peneliti mengatakan vaksin tersebut memicu apa yang disebut "respons sel T" 14 hari setelah vaksinasi, dengan respons antibodi 28 hari kemudian.

Baca juga: AstraZeneca: Vaksin Corona Efektif 90 Persen dalam Uji Coba Tahap 3

Berbeda dengan Pfizer dan Moderna

Pendekatan ini berbeda dari perusahaan lain, seperti Pfizer dan Moderna. Keduanya merupakan vaksin yang menggunakan RNA atau mRNA.

Teknologi mRNA baru secara langsung menyuntikkan gen untuk protein lonjakan virus SARS-CoV-2 ke dalam sel sehat untuk memicu respons kekebalan.

Dikutip The Guardian, Senin (23/11/2020), inti dari vaksin Oxford-AstraZeneca adalah virus yang menyebabkan flu biasa pada simpanse.

Virus simpanse tersebut dimodifikasi sehingga tidak dapat berkembang biak dan menimbulkan penyakit pada tubuh.

Saat vaksin disuntikkan, virus simpanse mengirimkan gen virus corona ke sel manusia yang mulai mengeluarkan protein lonjakan.

Vaksin ini dideteksi oleh sistem kekebalan yang menghasilkan antibodi dan respons lain yang dapat menyerang virus corona jika orang tersebut terinfeksi di masa mendatang.

Oxford memilih virus simpanse karena berpotensi menghasilkan respons kekebalan yang kuat. Selain itu, karena tidak dapat tumbuh pada manusia, virus itu aman.

Baca juga: Kasus Covid-19 Tembus 500.000, Ini 4 Cara Virus Corona Menyebar

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Pencegahan Penularan Virus Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi