Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Covid-19 Disebut Silent Killer, Ini Tanggapan Epidemiolog...

Baca di App
Lihat Foto
Shutterstock
Warga mengenakan masker untuk menjaga diri dari risiko terpapar virus corona, awal Februari 2020.
|
Editor: Jihad Akbar

KOMPAS.com – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo menyebut virus corona sebagai silent killer. Sebab, Covid-19 bisa membunuh siapa pun tanpa terkecuali.

Ia menyinggung mengenai sejumlah pejabat yang terpapar Covid-19, bahkan meninggal dunia.

"Covid-19 ini ibarat malaikat pencabut nyawa, silent killer, bisa membunuh siapa saja tanpa kecuali," tutur Doni dikutip Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat untuk tak menganggap enteng Covid-19. Doni juga meminta mereka yang memiliki komorbid agar berhati-hati.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terkait dengan silent killer, epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, mengatakan pengaitan istilah tersebut dengan virus corona memang telah dikatakan dalam beberapa literatur.

Terlebih, setelah diketahui pengidap Covid-19 berpotensi mengalami happy hypoxia, penurunan tekanan oksigen dalam darah yang tak menunjukkan gejala.

Baca juga: Doni Monardo: Covid-19 Silent Killer, Tak Terhitung Pejabat yang Meninggal

Meski demikian, ia mengatakan di dunia medis, silent killer sebenarnya tak melulu menyoal Covid-19. Penyakit silent killer lain misalnya hipertensi.

“Jadi di dunia medis, dia (silent killer) tak memiliki gejala yang khas untuk mengindikasikan mengenai adanya sesuatu yang salah,” ujar Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Dicky menjelaskan, terkait dengan virus corona, gejalanya hampir sama dengan flu.

Ia mengatakan terkait penanganan harus ada tahapan yang jelas, mulai dari amamnesa (pemeriksaan medis awal), pemeriksaan fisik, dan penunjang. Semuanya harus runtut dan jelas.

Dengan ketidakjelasan gejala pada Covid-19 ini, Dicky mengingatkan letak pentingnya pengetesan.

"Hal ini karena munculnya gejala yang tidak jelas tadi, maka sudah seharusnya testing digiatkan agar mereka yang ternyata sudah memiliki gejala ringan atau tak bergejala diketahui, sehingga tidak menyebabkan penyebaran lebih lanjut," ungkapnya.

Baca juga: Sejumlah Pejabat yang Meninggal Akibat Virus Corona

Ia mengingatkan kembali agar pemerintah terus menggiatkan 3T (testing, tracing dan treatment).

Sementara bagi masyarakat, ia mengimbau untuk terus melakukan pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

Setidaknya dengan menerapkan 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Balik lagi karena penyakit wabah selama pandemi, itu (3M dan 3T) yang harus dilakukan. Tak ada lain lagi. Dan itu masih jadi PR pemerintah dalam hal ini soal 3T,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi