Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Twit Viral Sebut Jalan Tol Surabaya Rumit, Ini Kata Jasa Marga

Baca di App
Lihat Foto
Tangkapan layar Twitter
Twit yang membagikan soal jalan tol Surabaya yang disebut ruwet.
|
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com - Sebuah twit yang menyebut jalan tol di Surabaya membingungkan, viral di media sosial pada 2 Maret 2021.

Twit yang diunggah akun @liboorans tersebut menampilkan tangkapan layar Google Earth jalan tol di Surabaya dan disandingkan dengan meme Boo (tokoh bayi mungil berusia 2 tahun) di film Monster Inc yang menangis sambil menyetir. 

"Sungguh membingungkan bagi beberapa orang," tulis akun tersebut.

Maksud dari Twit tersebut, pengguna yang berasal dari luar daerah Surabaya atau yang baru pertama kali masuk tol Surabaya biasanya akan kebingungan karena rambunya menunjukkan nama-nama kelurahan/kecamatan/daerah.

Misalnya Surabaya-Gempol, Gempol-Pandean, Gunung Sari, Tanjung Perak, dan Krian. Kebingungan muncul karena terdapat beberapa jalur masuk ke Surabaya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hingga Kamis (4/3/2021) sore, twit tersebut telah disukai lebih dari 20.000 kali dan dibagikan ulang lebih dari 5.800 kali.

Baca juga: Viral Unggahan soal Strobo di Jogja, Hanya Disurati atau Ditilang Polisi?

Di kolom komentar, warganet membenarkan bahwa jalan tol di Surabaya memang rumit. Bahkan, rumitnya melebihi jalan tol di Jakarta.

Ada juga yang membantu warganet lainnya memahami jalan tol di Surabaya dan menunjukkan apa yang menjadi kelemahan jalan tersebut.

"Hal kunci u/ memahami rambu papan petunjuk jalan tersebut adalah ada lambang "jalan tol".
Kelemahan papan petunjuk itu, bagi saya lho, tidak menunjukkan lokasi Surabaya.
Misalnya jika hendak Dupak, Surabaya, tapi tak tahu Gunung Sari itu di mana: SBY atau SDA."

Tanggapan Jasamarga

Direktur Utama PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto, Pratomo Bimawan Putra, memberikan tanggapan soal aspirasi warganet melalui twit tersebut.

"Menanggapi berita akhir-akhir ini terkait Rambu Petunjuk Jurusan pada Simpang Susun Waru yang dikelola oleh PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto selaku Badan Usaha Jalan Tol untuk Ruas Jalan Tol Surabaya–Mojokerto, bersama ini kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada para pengguna jalan yang telah memberikan perhatian lebih dan saran yang berharga dalam perbaikan mutu pelayanan kami," kata dia, kepada Kompas.com, Kamis (4/3/2021).

Meski warganet mengaku kebingungan terhadap rambu, dia menjelaskan, pembuatan rambu petunjuk itu telah sesuai dengan aturan.

"Perencanaan Rambu Petunjuk Jurusan pada Ruas Jalan Tol Surabaya–Mojokerto telah merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas dan ketentuan-ketentuan lain yang melingkupi tata cara pemasangan rambu serta informasi yang disampaikan," kata Pratomo.

Baca juga: Video Viral SPBU Self Service di Rumbai, Bagaimana Cara Kerjanya?

Papan petunjuk terbatas dalam memuat nama daerah karena hanya terdiri atas 3 baris.

Oleh karena itu, tidak memungkinkan untuk menyebutkan seluruh nama tujuan di rambu.

Pratomo menjelaskan, Simpang Susun Waru secara geografis berada di wilayah Kota Surabaya sekaligus wilayah Sidoarjo yang berfungsi menghubungkan 3 (tiga) ruas jalan tol, yaitu ruas jalan tol:

  • Surabaya–Mojokerto
  • Surabaya–Gempol
  • Waru–Juanda

Selain itu, juga menghubungkan ke Jalan Arteri Nasional untuk masuk ke Kota Surabaya dan Kota Sidoarjo.

"Guna memenuhi fungsi tersebut, diperlukan pengelolaan yang baik dalam penyampaian informasi pada rambu petunjuk Jurusan sehingga informatif dan memudahkan pengguna jalan," kata Pratomo.

Dia juga mengatakan, dengan keterbatasan dimensi rambu yang ada, pihaknya telah mengoptimalkan informasi yang disampaikan kepada pengguna jalan dengan memadukan informasi nama ruas jalan tol dan nama tujuan perjalanan yang akan dituju.

Bagi masyarakat yang membutuhkan berbagai informasi, Jasa Marga menyediakan layanan call center yang dapat dihubungi selama 24 jam melalui 14080 atau melalui nomor lokal di (031) 7876677 dan 082211826677.

Baca juga: Video Viral Dugaan Penyiksaan Anak, KPAI Terima Laporan dan Menelusuri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi