Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Paus Fransiskus Perbarui Hukum Kanonik, Perberat Hukuman Pelaku Pelecehan Seksual

Baca di App
Lihat Foto
AP PHOTO/FILIPPO MONTEFORTE
Paus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi setelah merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di The Vatican Sunday, 4 April 2021, selama pandemi Covid-19 virus corona.
|
Editor: Maulana Ramadhan

KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus memperbarui hukum kriminal dalam Gereja Katolik, Selasa (1/6/2021). Langkah ini diambil berkaitan dengan kasus pedofilia di Gereja Katolik.

Pembaruan itu antara lain menambahkan arahan untuk menghukum kejahatan pelecehan seksual, yang telah lama disorot oleh para aktivis, terkait kasus pedofilia oleh imam.

Revisi sanksi pidana dalam Kitab Hukum Kanonik ini telah dilakukan dalam proses yang panjang.

Proses ini melibatkan banyak masukan dari ahli hukum kanonik dan pidana serta mempertimbangkan pengaduan oleh para korban pelecehan seksual, dan lainnya.

Baca juga: Paus Fransiskus Perbarui Hukum Kanonik, Tanggapi Kasus Pedofilia di Gereja Katolik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hal yang disoroti oleh para korban adalah kata-kata dalam Kitab Hukum Gereja yang dinilai sudah usang dan tidak transparan. Dalam bagian pembukaan di perubahan itu, Paus Fransiskus menulis tujuan revisi adalah untuk “pemulihan keadilan, reformasi bagi pelanggar, dan perbaikan skandal”.

Sejak dilantik menjadi Paus pada 2013 lalu, Paus Fransiskus telah berusaha mengatasi skandal pelecehan seksual selama puluhan tahun yang melibatkan para imam Katolik di seluruh dunia.

Kendati begitu, banyak aktivis anti pedofilia yang bersikeras bahwa masih banyak tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Paus asal Argentina itu ialah mengadakan pertemuan tingkat tinggi gereja, tentang pelecehan seksual oleh imam. Pembahasan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu terjadi pada 2019.

Baca juga: Keuangan Vatikan Krisis, Paus Fransiskus Potong Gaji Kardinal

Saat itu, Paus Fransiskus juga mencabut aturan kerahasiaan yang menghalangi penyelidikan pelecehan terhadap imam, serta langkah-langkah lainnya.

Meski begitu, perubahan saat ini tidak secara eksplisit menguraikan pelanggaran seksual terhadap anak di bawah umur. Namun hal itu mengacu pada pelanggaran terhadap “Perintah Allah” yang keenam, terkait larangan perzinahan.

“Seorang imam harus dicopot dari jabatannya dan dihukum ‘dengan hukuman lain yang adil’, jika dia melakukan pelanggaran seperti itu dengan anak di bawah umur,” tulis pembaruan hukum kanonik itu melansir AFP pada Selasa (1/6/2021).

Demikian pula, kepada imam yang merawat atau membujuk anak di bawah umur "untuk mengekspos dirinya secara pornografi atau untuk mengambil bagian dalam perilaku pornografi", Maka dia akan dihukum dengan cara yang sama.

Baca juga: Erdogan Desak Paus Fransiskus Bantu Hentikan Pembantaian Israel di Gaza

Kebutuhan akan keadilan

Paus ke-266 itu menambahkan, salah satu tujuan dari revisi tersebut adalah untuk mengurangi beban hukuman yang diserahkan kepada kebijaksanaan hakim. Terutama dalam kasus-kasus yang paling serius.

"Teks baru memperkenalkan berbagai modifikasi hukum yang berlaku dan sanksi beberapa tindak pidana baru. Itu menanggapi kebutuhan yang semakin meluas di berbagai komunitas, untuk melihat keadilan dan ketertiban ditegakkan kembali, dan kejahatan dihancurkan," tulisnya.

Baca juga: Syukuri Gencatan Senjata Israel-Hamas, Paus Fransiskus Ajak Doa Bersama untuk Perdamaian

Perbaikan teknis lainnya yaitu terkait “hak membela, pembatasan statuta untuk tindak pidana, penetapan sanksi yang lebih tepat,” tambah Paus yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio.

Perubahan ini akan berlaku pada Desember 2021.

AFP melaporkan beberapa korban mengatakan Vatikan masih belum bertindak cukup jauh, untuk melindungi anak-anak bahkan di Barat.

Di mana liputan media yang intensif terhadap para imam pedofil, telah menyebabkan pengawasan yang lebih besar terhadap gereja.

Itu terlepas dari langkah-langkah baru-baru ini, yang ditujukan untuk membasmi pelecehan oleh para imam dan meningkatkan transparansi.

(Penulis : Bernadette Aderi Puspaningrum | Editor : Bernadette Aderi Puspaningrum)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi