Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenang Nelson Mandela, yang Lahir Hari Ini 103 Tahun Lalu...

Baca di App
Lihat Foto
AP Photo/Denis Farrell
Dalam foto bertanggal 24 Juli 2007, mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, tertawa saat merayakan ulang tahun bersama anak-anak di Nelson Mandela Children's Fund di Johannesburg.
|
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com - Hari ini 103 tahun lalu, tepatnya 18 Juli 1918, mantan Presiden Afrika Selatan dan pejuang kemanusiaan, Nelson Mandela, lahir.

Dilansir dari nelsonmandela.org, pemilik nama lahir Rolihlahla Mandela ini lahir di Desa Mvezo, Eastern Cape, Afrika Selatan.

Saat menempuh pendidikan sekolah dasar di Qunu, Mandela mendapatkan tambahan nama "Nelson" dari gurunya, Miss Mdingane.

Mandela dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, pejuang hak sipil, pemimpin politik serta simbol integritas dan rekonsiliasi, tak hanya untuk Afrika Selatan, tetapi juga untuk dunia.

Misinya untuk mengakhiri apartheid dimulai ketika ia keluar dari bangku sekolah dan bergabung dengan African National Congress (ANC).

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Penulis Ernest Hemingway Meninggal Dunia

Karier politiknya

Dilansir dari History, karier politiknya berkembang dengan cepat. Mandela terpilih menjadi Presiden ANC pada 1950.

Pada 1960, terjadi penembakan terhadap sekelompok pedemo tak bersenjata di kota Sharpeville oleh polisi yang menewaskan 69 orang.

Kejadian itu membuat Mandela berubah menjadi lebih militan. Akan tetapi, tak lama kemudian, ANC dianggap sebagai organisasi terlarang.

Mandela kemudian membentuk sayap baru organisasi bersenjata bernama Spear of the Nation atau yang dikenal dengan MK.

Bersama kelompok itu, Mandela berencana melakukan penyerangan terhadap institusi pemerintahan.

"Sikap yang salah dan tidak realistis bagi para pemimpin Afrika untuk terus menebarkan perdamaian dan anti-kekerasan pada saat pemerintah memenuhi tuntutan damai kami dengan kekuatan," kata Mandela.

Menggalang dukungan

Pada 1962, Mandela diam-diam meninggalkan Afrika Selatan untuk berkeliling Afrika dan Inggris demi menggalang dukungan.

Namun, usahanya itu justru membawanya ke jeruji besi karena dianggap keluar negara secara ilegal dan menghasut.

Akibatnya, Mandela menerima hukuman penjara seumur hidup dengan tuduhan sabotase dan konspirasi untuk menggulingkan pemerintah.

Alih-alih memberikan kesaksian di pengadilan, ia justru berpidato selama empat jam.

"Saya telah berjuang melawan dominasi kulit putih dan dominasi kulit hitam. Saya menghargai cita-cita masyarakat yang demokratis dan bebas ketika semua orang hidup bersama-sama dalam harmoni dan dengan kesempatan yang sama," ujar Mandela saat mengakhiri pidatonya.

"Ini adalah cita-cita yang saya harapkan untuk hidup. Tetapi jika perlu, itu adalah cita-cita yang membuat saya siap mati," lanjut dia.

Ketika Mandela dipenjara, kampanye untuk membebaskan Nelson Mandela banyak terjadi di berbagai daerah, sehingga menimbulkan kemarahan rezim.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Hari Kelahiran Bacharuddin Jusuf Habibie

Mandela bebas

Saat FW de Klerk terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan pada 1990, ia menyerukan penghapusan rasisme di Afrika Selatan dan membebaskan Mandela tanpa syarat.

Akhirnya, Mandela menghirup udara bebas setelah 27 tahun menghuni penjara.

Empat tahun setelah bebas, Mandela terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan tepatnya pada 10 Mei 1994 dalam pemilihan demokratis pertama di negara itu.

Di bawah pimpinannya, Mandela membentuk pemerintahan yang kuat dan melarang adanya diskriminasi.

Tak hanya itu, ia juga mencegah orang-orang kulit hitam untuk membalas dendam dan memberikan ampunan bagi siapa pun yang terlibat.

Berkat perjuangannya itu, Mandela mendapat Nobel Perdamaian bersama dengan mantan Presiden Afrika Selatan FW de Klerk.

Mandela hanya menjabat satu periode sebagai presiden. Hal itu untuk memberi contoh bagi para pemimpin masa depan.

Selamat ulang tahun, Nelson Mandela...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi