Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peneliti Temukan Fakta Vaksin Efektif Cegah Covid-19 hingga Kematian

Baca di App
Lihat Foto
SHUTTERSTOCK/PalSand
Ilustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan Johnson & Johnson dilaporkan menyebabkan gangguan menstruasi. Badan obat Eropa, EMA, telah menegaskan sejauh ini tidak ada hubungan antara gangguan menstruasi dan vaksin Covid-19.
|
Editor: Maya Citra Rosa

KOMPAS.com - Dalam sebuah penelitian ilmiah membuktikan vaksin Covid-19 efektif mencegah kematian dan melindungi dari semua varian Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengungkap fakta sains membuktikan vaksin virus corona efektif melindungi dari keparahan gejala atau kesakitan berat, perawatan di rumah sakit hingga kematian.

Pernyataan tersebut mengutip Kompas.com berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine pada 7 Juli 2021.

Cegah pasien Covid masuk rumah sakit

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penelitian tersebut dilakukan dari 2 Februari hingga 1 Mei 2021 kepada sekitar 10,2 juta orang.

Hasilnya menunjukkan efektivitas yang tinggi untuk pencegahan rawat inap, untuk pencegahan masuk unit gawat darurat (UGD) serta untuk pencegahan kematian akibat Covid-19.

Baca juga: Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Mulai Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga Hari Ini

Melindungi dari semua varian baru Covid-19

Selanjutnya fakta lain tentang vaksin Covid-19 dalam penelitian Canadian Immunization Research Network (CIRN), menurut sains, vaksin AstraZeneca dapat memberikan perlindungan substansial terhadap semua jenis varian baru Covid-19.

Peneliti menyimpulkan, 2 dosis lengkap vaksin AstraZeneca akan memberikan perlindungan yang lebih tinggi, terutama pada varian baru yang sedang menjadi perhatian seperti varian Beta, Gamma, Delta dan varian Alpha dari Kent, Inggris.

"Bagian pemerintah menyiapkan suplai vaksin yang sekarang sudah berjumlah hampir 180 juta dosis. Sedangkan, bagian masyarakat tentunya dengan semangat menyiapkan diri divaksin," kata Reisa.

Dr Reisa menambahkan, masyarakat juga harus mengajak dan bantu daftarkan orang tua, keluarga, tetangga dan kenalan.

Jika perlu antarkan dan temani keluarga kita yang sudah usia lanjut (lansia) atau berkebutuhan khusus.

"Ingat hasil penelitian tadi? Vaksinasi menekan angka kematian karena (infeksi) Covid-19. Artinya vaksinasi menyelamatkan nyawa," ujarnya.

Lebih 70 persen belum divaksinasi

Oleh karena itu, kata Reisa, masyarakat diminta untuk siap dan berani serta ikut berpartisipasi dengan baik dalam program vaksinasi yang ada saat ini, agar dapat melindungi diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita.

Baca juga: Mengenal Cara Kerja Vaksin mRNA dan Keuntungannya

Sebagai informasi, tujuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah setiap negara untuk memvaksinasi setidaknya 70 persen pada pertengahan tahun depan.

Saat ini untuk di Indonesia sendiri, dr Reisa berkata, masih 70 persen lebih dari sasaran vaksinasi yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

(Sumber: Kompas.com/sains Penulis Ellyvon Pranita | Editor Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi