Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Mars Tapes, Satu-satunya Toko Kaset di Inggris...

Baca di App
Lihat Foto
Paul Ellis/AFP
Tumpukan kaset di toko kaset terakhir di Inggris, Mars Tapes
|
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com - Kaset pita pernah menjadi pilihan utama para penggemar musik untuk mendengarkan lagu-lagu yang diciptakan musisi favorit mereka.

Kemunculan keping CD dan diikuti oleh hadirnya layanan streaming musik digital yang berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini, membuat kaset pita tak lagi populer.

Namun, sebuah toko di Manchester, Inggris, justru masih setia menjual kaset pita kepada para penggemar musik.

Toko bernama Mars Tapes ini merupakan satu-satunya di negara itu.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melansir AFP, Jumat (10/9/2021), Mars Tapes memuat sekitar 1.000 kaset, radio, boom box, pemutar kaset Walkman, dan aksesori terkait kaset lainnya dalam toko kecil yang bahkan lebih kecil dari bus kota.

Hits oleh musisi ternama, termasuk Elvis Presley, Florence and the Machine, dan Lewis Capaldi tersusun rapi di raknya.

Pengunjung yang datang ke toko itu juga akan disambut dengan alunan musik klasik yang diputar dari kaset, dan membawa mereka kembali ke masa lalu.

Sesuatu yang kamu miliki secara fisik

Produksi massal kaset dimulai pada 1960-an, dengan 2,4 juta pemutar kaset diproduksi dan dijual di seluruh dunia oleh 86 produsen berbeda pada 1968.

Namun, masa kejayaan mereka di Inggris berakhir dengan booming penjualan CD pada 1980-an dan 1990-an.

Mark Williams (38), seorang manajer gudang yang sedang mengunjungi Mars Tapes, mengatakan, minatnya pada kaset didorong oleh perasaan nostalgia.

"Saya adalah anak tahun 80-an dan 90-an. Saya tumbuh dengan kaset. Ini nyata, sesuatu yang kamu miliki secara fisik, bukan hanya data yang diunduh," kata dia, kepada AFP.

Meski demikian, pembeli kaset tidak terbatas pada generasi tua yang ingin menghidupkan kembali masa muda mereka.

Asisten perawat, Jane Fielding (22), sesekali mendengarkan kaset melalui walkman-nya.

"Saya suka kesederhanaannya. Tidak ada gangguan, tidak ada notifikasi seperti di ponsel saya," kata Fielding.

Sementara itu, John Yates (45), seorang manajer toko, mengatakan, musik dari kaset lebih enak didengarkan.

"Terdengar lebih baik di kaset, jauh berbeda dari mendengarkan di radio, ini level lain," kata Yates.

Berdiri tahun 2019

Mars Tapes didirikan pada tahun 2019 oleh empat orang yang memiliki kecintaan luar biasa pada musik.

Mereka adalah Borja Regueira (28), sound engineer asal Spanyol, dan kekasihnya Moira Lorenzo (27). Keduanya lantas bertemu dengan Giorgio Carbone (30), asal Italia, dan Alex Tadros (28), jurnalis sekaligus musisi.

Pada awalnya, Regueira dan Lorenzo mengusulkan untuk membuka toko yang hanya menjual kaset saja.

Ide itu disambut baik oleh Carbone dan Tadros, yang kemudian mengusulkan untuk melebur toko kaset itu dengan laben rekaman milik mereka.

Carbone mengatakan, kaset akan tetap menjadi pasar yang "niche" bahkan di kalangan penggemar musik. Namun, ia yakin bahwa permintaan kaset masih akan tetap stabil.

"Ada sesuatu tentang suara kaset yang berbeda," kata Carbone.

Kebanyakan kaset berharga tidak lebih dari 10 poundsterling atau sekitar Rp 197 ribu, dengan harga naik menjadi 50 poundsterling atau sekitar Rp 986 ribu untuk produk edisi terbatas.

Carbone mengatakan, kaset lebih murah dan lebih mudah diproduksi daripada vinyl. Selain itu, Mars Tapes juga membatasi produksi tergantung pada genre dan band untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan. 

Toko memperoleh stok dari situs web seperti eBay, sumbangan individu dan label rekaman termasuk Universal, sementara label rekaman Carbone, Tadros dan Regueira mendukung band indie lokal dengan membeli kaset mereka.

Omset naik selama pandemi

Meski tetap merasakan dampak dari pandemi virus corona, Mars Tapes berhasil memanfaatkan tren budaya "nostalgia" yang merebak selama pandemi.

Selama lockdown di Inggris, orang-orang mencoba menghindari kebosanan dengan beralih ke buku dan film atau serial klasik, untuk menemukan pelarian.

Termasuk dalam upaya mencegah kebosanan itu adalah mendengarkan musik, dan musik yang direkam secara analog memiliki tempat tersendiri bagi banyak orang.

Penjualan vinyl atau piringan hitam di Inggris pada tahun 2020 bahkan melonjak ke level tertinggi sejak 1990-an.

Sementara itu, keputusan beberapa artis modern seperti Lady Gaga, Dua Lipa, dan Selena Gomez untuk merilis lagu-lagu mereka dalam bentuk kaset juga cukup berpengaruh.

Diketahui, penjualan kaset di Inggris melonjak hingga 157.000 keping pada tahun 2020. Angka penjualan itu merupakan yang tertinggi sejak 2003.

Carbone menambahkan, minat pada kaset juga meningkat seiring dengan kesadaran sosial para penggemar musik.

"Anda mendapatkan musik dan mendukung artis, besar dan kecil," kata Carbone.

Menurut Carbone, para penggemar musik itu ingin agar artis indie bisa mendapatkan penghasilan yang baik dari pekerjaan mereka, alih-alih mengisi pundi-pundi raksasa streaming seperti Spotify dan Apple Music.

Layanan streaming menyumbang 80 persen dari konsumsi musik Inggris pada tahun 2020 tetapi konstan dikritik karena bagi hasil yang sangat kecil bagi musisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Sumber: AFP
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi