Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Keretakan pada Dinding dan Lantai Rumah Berbahaya?

Baca di App
Lihat Foto
Unsplash/Martin widenka
Dinding dan rantai bisa retak-retak karena pengaruh cuaca atau pergerakan tanah di bawah bangunan.
|
Editor: Inten Esti Pratiwi

KOMPAS.com - Retakan pada lantai dan dinding rumah mengganggu estetika dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Lantai yang retak-retak akan memiliki tekstur kasar yang bisa menyakiti dan melukai telapak kaki.

Belum lagi, retakan lantai dan dinding biasanya juga akan digunakan sebagai jalan keluar masuk sarang semut dan berbagai serangga.

Retakan pada lantai dan dinding rumah biasanya susah dicari penyebab pastinya. Melansir The Spruce, retakan pada lantai biasanya bukan disebabkan karena kualitas keramik lantai yang kurang bagus.

Melainkan disebabkan karena adanya anomali di bawah lantai keramik alias di dalam tanah, atau di area sekelilingnya. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Lantai Keramik Menggelembung, Ini Penyebab dan Cara Penanganannya

Beberapa penyebab keretakan pada dinding dan lantai

Berikut ini beberapa penyebab mengapa dinding dan lantai rumah tiba-tiba retak:

1. Tertimpa benda berat

Jika retakan hanya terjadi pada satu kotak ubin saja, biasanya itu terjadi karena lantai tertimpa atau kejatuhan benda-benda yang berukuran cukup berat.

Di lantai dapur, lantai bisa pecah atau retak jika tertimpa poci keramik, pot tanaman, atau cobek dan ulekan.

2. Menahan beban berat terlalu lama

Ubin atau lantai keramik juga bisa pecah jika digunakan menahan beban berat terlalu lama seperti lemari pendingin atau lemari pakaian.

Namun dalam hal ini, biasanya ubin baru akan retak jika beban yang ada memang sangatlah berat, lebih dari 110 kilogram per kotak ubin.

3. Ubin tidak terpasang dengan presisi

Dalam memasang ubin, semakin rapat jarak maka akan semakin baik. Ketika pemasangan ubin satu dengan ubin lainnya memiliki kerenggangan, maka hal ini bisa membuka peluang ubin melengkung dan retak.

Baca juga: Tips Menghilangkan Bau Apek Rumah karena Dinding yang Berjamur

4. Ada kebocoran pipa air

Meski tak semua kebocoran pipa air menimbulkan retakan pada dinding, namun beberapa kasus retakan pada dinding disebabkan karena bocoran air dari pipa yang rusak.

Ketika terkena air terus menerus dalam waktu lama, kepadatan dinding akan berkurang kualitasnya. Sehingga menyebabkan dinding mudah retak.

5. Perubahan cuaca

Perubahan cuaca juga bisa menyebabkan kerusakan berupa keretakan pada dinding. Konstruksi dinding yang terdiri dari semen, bebatuan dan pasir, akan mengkerut jika kering dan kehilangan kandungan air.

6. Pondasi yang kurang kuat

Pondasi yang kurang kuat juga bisa menjadi penyebab timbulnya keretakan pada lantai dan dinding.

Tanah di bawah bangunan bisa bergerak karena tertimpa berat bangunan dalam waktu lama. Jika pondasi tak kuat, maka akan timbul pergeseran atau lengkungan yang bisa menyebabkan lantai dan dinding retak.

Baca juga: 3 Cara Membersihkan Dinding Dapur yang Berminyak

Apakah retakan pada dinding rumah berbahaya?

Beberapa retakan pada dinding dan lantai tak perlu dikhawatirkan. Namun jika retakan pada dinding sudah sangat parah dan memiliki rongga yang lebar, maka retakan harus segera diperbaiki.

Mengingat dinding adalah penyangga atap rumah, sehingga harus berdiri kokoh tanpa kerusakan yang membahayakan.

Jika retakan yang terjadi berupa garis vertikal sempit, maka retakan ini masih aman, tak mengganggu stuktur bangunan secara keseluruhan.

Namun jika retakan yang berupa garis vertikal sudah memiliki celah minimal 3 milimeter, maka retakan dinding sudah sangat membahayakan dan perlu penanganan profesional.

Retakan dinding yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah retakan yang berbentuk garis horizontal, karena retakan jenis ini sangat bisa mengganggu struktur keseluruhan dari bangunan yang ada. 

Baca juga: Cara Mengepel Lantai agar Tidak Bau Amis 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi