Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun, Apakah Bisa Daftar via PeduliLindungi?

Baca di App
Lihat Foto
SHUTTERSTOCK/anyaivanova
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 untuk anak remaja. Kemenkes izinkan penggunaan vaksin Pfizer untuk anak remaja di Indonesia.
Penulis: Mela Arnani
|
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com - Program vaksinasi Covid-19 untuk anak kelompok usia 6-11 tahun telah dimulai sejak 14 Desember 2021.

Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2020, vaksinasi anak usia 6-11 tahun akan menyasar sekitar 26,5 juta anak.

Dalam program vaksinasi yang telah berjalan sebelumnya, pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Vaksinasi Anak 6-11 Tahun: Syarat, Gejala KIPI, dan Anak yang Tidak Boleh Divaksin

Apakah vaksinasi anak usia 6-11 tahun juga bisa mendaftar melalui PeduliLindungi?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun tidak perlu mendaftarkan diri melalui aplikasi PeduliLindungi.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anak-anak yang memenuhi syarat vaksinasi dapat mendatangi langsung Puskesmas setempat atau melalui sekolah masing-masing.

“Ini nanti (vaksinasi anak usia 6-11 tahun) melalui sekolah atau langsung ke Puskesmas saja,” kata Nadia, Kamis (16/12/2021).

Sertifikat vaksin anak-anak

Sementara itu, sertifikat vaksin bagi anak usia 6-11 tahun juga akan di-input dalam sistem aplikasi PeduliLindungi.

“Nanti langsung masuk ke PeduliLindungi. Yang penting entri di saat vaksinasi,” ujar dia.

Selanjutnya, sertifikat vaksin anak dapat diunduh melalui aplikasi PeduliLindungi menggunakan NIK anak yang tertera di kartu keluarga (KK).

“Anak sudah punya NIK di kartu keluarga ada,” tambah Nadia.

Vaksinasi bertahap

Pelaksanaan vaksinasi anak bertahap hingga tahun depan dengan tahap pertama dilaksanakan di provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis pertama di atas 70 persen dan cakupan vaksinasi kelompok lanjut usia di atas 60 persen.

Sebanyak 8,8 juta dari 106 kabupaten/kota dan 11 provinsi telah memenuhi kriteria ini. Provinsi-provinsi tersebut sebagai berikut:

  1. Banten
  2. DI Yogyakarta
  3. DKI Jakarta
  4. Jawa Barat
  5. Jawa Tengah
  6. Jawa Timur
  7. Kalimantan Timur
  8. Kepulauan Riau
  9. Nusa Tenggara Barat
  10. Sulawesi Utara
  11. Bali

Baca juga: Jubir Vaksinasi: Mulai 2022 Sinovac Diprioritaskan untuk Anak-anak

Vaksin yang digunakan dan dosisnya

Seperti diberitakan sebelumnya, vaksinasi anak usia 6-11 tahun akan menggunakan jenis Sinovac atau vaksin lainnya yang telah mempunyai Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pemberian vaksin dilakukan secara intramuskular atau suntikan di lengan bagian atas dengan dosis masing-masing 0,5 ml. Vaksin disuntikkan dua kali dengan interval minimal 28 hari.

Sebelum pelaksanaan vaksin, dilakukan screening sesuai dengan format standar oleh petugas vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi kelompok usia ini dapat dilakukan di Puskesmas, rumah sakit, sekolah, satuan pendidikan lainnya, sentra vaksinasi, atau fasilitas pelayanan kesehatan lain baik pemerintah maupun swasta termasuk pos-pos pelayanan vaksinasi.

Mulai tahun 2022, vaksin Sinovac di Indonesia hanya akan digunakan untuk dosis anak.

Syarat vaksinasi anak

Syarat-syarat vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun, sebagai berikut:

  1. Pemberian vaksin Covid-19 pada anak 6 tahun ke atas menggunakan vaksin Coronavac produksi Sinovac
  2. Vaksin Coronavac diberikan dengan dosis 0,5 mililiter sebanyak dua kali pemberian dengan jarak antar dosis selama 4 minggu
  3. Sebelum dan sesudah vaksin semua anak harus memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun
  4. Melakukan imunisasi kejar dan rutin untuk mencegah kejadian luar biasa penyakit infeksi lainnya yang telah tersedia imunisasinya.

Perlu diketahui, anak yang akan menerima vaksin tidak boleh mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Defisiensi imun dan penyakit autoimun
  • Penyakit sindrom gullian barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis
  • Anak yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi
  • Mendapatkan pengobatan imunosupresan atau sitostatistika berat
  • Mengalami demam 37,5 derajat celcius atau lebih
  • Sembuh dari infeksi corona kurang dari 3 bulan
  • Pascaimunisasi lain kurang dari 1 bulan
  • Hamil
  • Hipertensi. diabetes, dan penyakit kronik tidak terkendali

Meski demikian, anak dengan penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol bisa mengikuti vaksinasi, tetapi harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 13 Kondisi Anak yang Tidak Boleh Divaksin Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi