Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Daftar Pangkostrad dari Masa ke Masa dan Sejarah Kostrad

Baca di App
Lihat Foto
Istimewa
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) (Agustus 1992-Agustus 1994).
|
Editor: Rendika Ferri Kurniawan

KOMPAS.com - Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dipimpin oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) yang berpangkat letnan jenderal (letjen).

Adapun saat ini, posisi Pangkostrad tengah mengalami kekosongan hampir dua bulan.

Itu terjadi selepas Jenderal TNI Dudung Abdurachman dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) oleh Presiden Joko Widodo pada 17 November 2021.

Berikut daftar Pangkostrad dari masa ke masa, dikutip dari kostrad.mil.id:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Kursi Pangkostrad Kosong Hampir 2 Bulan, Komunikasi Politik Belum Tuntas?

Daftar Pangkostrad dari masa ke masa

  1. Mayor Jenderal TNI Soeharto: 1 Maret 1961-2 Desember 1965
  2. Mayor Jenderal TNI Umar Wirahadikusumah: 2 Desember1965-17 April 1967
  3. Mayor Jenderal TNI A. Kemal Idris: 17 April 1967-11 Maret 1969
  4. Brigadir Jenderal TNI Wahono: 11 Maret 1969-20 Februari 1970
  5. Mayor Jenderal TNI Makmun Murod: 20 Februari 1970-26 Desember 1971
  6. Mayor Jenderal TNI Wahono: 26 Desember 1971-18 April 1973
  7. Mayor Jenderal TNI Poniman: 18 April 1973-4 Mei 1974
  8. Mayor Jenderal TNI Himawan Sutanto: 4 Mei 1974-4 Januari 1975
  9. Mayor Jenderal TNI Leo Lopulisa: 4 Januari 1975-19 Januari 1978
  10. Mayor Jenderal TNI Wiyogo Atmodarminto: 19 Januari 1978-20 Maret 1980
  11. Mayor Jenderal TNI Ismail: 20 Maret 1980-24 Januari 1981
  12. Letnan Jenderal TNI Rudini: 24 Januari 1981-24 Mei 1983
  13. Letnan Jenderal TNI Soeweno: 24 Mei 1983-30 Januari 1986
  14. Mayor Jenderal TNI Soeripto: 30 Januari 1986-21 Agustus 1987
  15. Letnan Jenderal TNI A. Sahala Radjagukguk: 21Agustus 1987-15 Maret 1988
  16. Mayor Jenderal TNI Soegito: 15 Maret 1988-9 Agustus 1990
  17. Mayor Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar: 9 Agustus 1990-29 Juli 1992
  18. Mayor Jenderal TNI Kuntara: 29 Juli 1992-22 September 1994
  19. Letnan Jenderal TNI Tarub: 22 September 1994-4 April 1996
  20. Jenderal TNI Wiranto: 4 April 1996-20 Juni 1997
  21. Letnan Jenderal TNI Sugiono: 20 Juni 1997-20 Maret 1998
  22. Letnan Jenderal TNI Prabowo Subianto: 20 Maret 1998-22 Mei 1998
  23. Mayor Jenderal TNI Jhony J. Lumintang: 22 Mei 1998-23 Mei 1998
  24. Letnan Jenderal TNI Djamary Chaniago: 23 Mei 1998-24 November 1999
  25. Letnan Jenderal TNI Djadja Suparman S.I.P: 24 November 1999-29 Maret 2000
  26. Letnan Jenderal TNI Agus Wirahadikusumah: 29 Maret 2000-1 Agustus 2000
  27. Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu: 1 Agustus 2000-10 Juli 2002
  28. Letnan Jenderal TNI Bibit Waluyo: 10 Juli 2002-28 September 2004
  29. LetnanJenderal TNI Hadi Waluyo: 3 November 2004-2 Mei 2006
  30. Letnan Jenderal TNI Erwin Sudjono: 2 Mei 2006-13 November 2007
  31. Jenderal TNI George Toisutta: 13 November 2007-17 Februari 2010
  32. Letnan Jenderal TNI Burhanuddin Amin: 17 Februari-5 November 2010
  33. Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo: 5 November 2010-9 Agustus 2011
  34. Letnan Jenderal TNI A.Y. Nasution: 9 Agustus 2011-13 Maret 2012
  35. Letnan Jenderal TNI M. Munir: 13 Maret 2012-3 Juni 2013
  36. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo: 3 Juni 2013-26 September 2014
  37. Jenderal TNI Mulyono: 26 September 2014-31 Juli 2015
  38. Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi: 31 Juli 2015-15 Januari 2018
  39. Letnan Jenderal TNI Agus Kriswanto: 15 Januari 2018-23 Juli 2018
  40. Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa: 23 Juli 2018-10 Desember 2018
  41. Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan: 10 Desember 2018-27 Juli 2020
  42. Letnan Jenderal TNI Eko Margiyono: 27 Juli 2020-25 Mei 2021
  43. Letnan Jenderal TNI Dudung Abdurachman: 25 Mei-November 2021.

Baca juga: Perjalanan Soeharto, dari Pangkostrad hingga Jadi Presiden

Sejarah berdirinya Kostrad

Tepatnya 6 Maret 1961, tanggal itu diperingati sebagai hari lahir Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Kostrad.

Saat itu, satuan ini bukan bernama Kostrad, tetapi Cadangan Umum Angkatan Darat (Caduad). Mayjen TNI Soeharto ditunjuk menjadi Panglima Korra I Caduad.

Kelahiran Kostrad berawal dari kericuhan setelah proklamasi Negara Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Kericuhan itu muncul, baik dari dalam maupun dari luar negeri, untuk menghancurkan NKRI yang ditandai dengan terjadinya beberapa peristiwa di Tanah Air.

Terjadi sejumlah pemberontakan yang bertujuan menggantikan ideologi Pancasila dan UUD 1945, di antaranya:

Akan tetapi, semua upaya tersebut tidak berhasil.

Pada 1958, dibentuk kodam hampir di setiap provinsi, tetapi masih bersifat teritorial dengan kemampuan terbatas, terdiri dari kodam, korem, brigade, dan batalion.

Baca juga: Ramai Isu Denjaka Mendarat di Papua Tumpas KKB, Ini Kata Marinir dan TNI AL

Satuan militer siap tempur

Menjelang akhir 1960, pimpinan TNI AD menganggap perlu dibentuk satuan militer yang bersifat mobil dan siap tempur menjalankan tugas di seluruh Tanah Air.

Gagasan tersebut dilontarkan Kepala Staf TNI AD saat itu, Jenderal AH Nasution, dengan mempertimbangkan kondisi saat itu ditambah dengan menanggapi masalah Irian Barat.

Melalui surat KSAD Nomor KPTS.1067/12/1960 maka dibentuk Cadangan Umum AD (Caduad).

Untuk merealisasikannya, dibentuklah kelompok kerja yang diketuai oleh Deputi I KSAD Brigjen TNI Soeharto.

Untuk pengisian personel Korra I Caduad diambil dari kodam-kodam, dari pendidikan dasar masing-masing kecabangan.

Akhirnya, Korra I/Caduad mempunyai kekuatan I Divisi Infanteri dengan memiliki pasukan inti 1 Brigade Para, satuan Banpur, dan satuan Banmin.

Pada 19 Desember 1961, bertepatan dengan pelantikan para taruna Akademi Militer di Yogyakarta, Presiden Soekarno mencetuskan Trikora yang berisi:

  • Gagalkan pembentukan negara papua di Irian Barat 
  • Kibarkan bendera Merah Putih di Irian Barat
  • Bersiap-siap untuk mengadakan mobilisasi umum 

Baca juga: Kisah dan Spesifikasi KRI Teluk Bone 511, Kapal Perang TNI AL Eks Perang Dunia II

Dalam usianya yang masih muda, Korra I Caduad diberi kepercayaan untuk melaksanakan tugas operasi Trikora untuk membebaskan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda.

Menindaklanjuti tugas penting ini, pada awal 1962 dibentuklah Komando Mandala di wilayah timur Indonesia dengan markas besarnya di Ujung Pandang.

Operasi ini melibatkan AD, AL, AU Sukarelawan, dan masa rakyat dengan sandi "Operasi Jayawijaya".

Misi dari Operasi Jayawijaya ini untuk membebaskan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda dengan mengadakan perang terbuka jika perundingan perdamaian dengan Belanda di New York mengalami kegagalan.

Dalam rangka menyiapkan perang terbuka, pada 19 Desember 1961 terlebih dahulu dilakukan infiltrasi di daerah Fak-fak, Misoi, Wagiu, Serui, Sorong, dan Kaimani.

Baca juga: Spesifikasi KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991, Kapal Perang Setara Rumah Sakit Tipe C Milik TNI AL

Berubah menjadi Kostrad

Pada pertengahan Agustus 1962, dilakukan serbuan umum melawan penjajah Belanda dengan sasaran wilayah Biak, Jayapura.

Korra 1/Caduad sendiri menurunkan 1 Divisi. Hal ini menyebabkan gentarnya pihak Belanda dengan keputusan menyerah tanpa syarat. Penyerahan Irian Barat ini ditandainya dengan berkibarnya bendera Merah Putih pada 1 Maret 1963.

Setelah Irian Barat berhasil masuk wilayah NKRI, Operasi kemudian dilanjutkan dengan Operasi “Wisnu Murti", yaitu operasi lanjutan sebagai langkah konsolidasi.

Dalam perkembangan selanjutnya, melalui Keputusan Men/Pangab 19 Februari 1963, Korra I/Caduad dilebur menjadi Komando Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad.

Dalam bentuk organisasinya, Kostrad mempunyai bentuk komando lapangan yang terdiri dari:

  • Markas komando
  • Markas divisi, brigade, dan gugusan tempur bantuan tempur dan bantuan administrasi

Kostrad berkedudukan sebagai kotama dan dalam segi pembinaan Kostrad berkedudukan langsung di bawah KSAD.

Adapun dalam segi operasional, Kostrad berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI.

Baca juga: Viral, Video Sejumlah Prajurit TNI AU Disebutkan Adang Rombongan Pelaku Kriminal Bermotor di Yogyakarta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi