Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rusia Blokir Instagram, Facebook, hingga Twitter, Apa Penyebabnya?

Baca di App
Lihat Foto
ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Solidaritas untuk Rakyat Ukraina melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Jumat (4/3/2022). Dalam aksinya tersebut mereka menyerukan untuk menyetop operasi militer Rusia terhadap Ukraina dan diwujudkannya perdamaian.
|
Editor: Rendika Ferri Kurniawan

KOMPAS.com - Rusia memperluas tindakan pemblokiran media sosial. Sebelumnya, Facebook yang diblokir. Kini, Instagram juga.

Diberitakan BBC, Sabtu (12/3/2022), pengawas media pemerintah Rusia Roskomnadzor mengatakan, Instagram akan diblokir di negara itu karena menyerukan kekerasan terhadap tentara Rusia.

Sebelumnya ada kebijakan yang dibuat oleh pemilik Instagram Meta yang kontroversial.

Meta membiarkan penggunanya di beberapa negara menyerukan kekerasan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan tentara Rusia.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dengan diizinkannya hal tersebut, maka postingan kekerasan seperti "kematian penjajah Rusia" yang biasanya melanggar aturan akan diizinkan.

Namun, Meta mengatakan, tidak akan mengizinkan seruan untuk melakukan kekerasan terhadap warga sipil Rusia.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina dan Kisah 19 Bayi yang Terjebak di Basement Bersama Ibu Pengganti

Induk Facebook Meta Platform, yang juga memiliki Instagram, pada Jumat (11/3/2022), menanggapi dengan mengatakan bahwa keputusannya bersifat sementara dan diambil dalam keadaan luar biasa serta belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kebijakan kami berfokus pada perlindungan hak orang untuk berbicara sebagai ekspresi pembelaan diri sebagai reaksi terhadap invasi militer negara mereka," kata pernyataan presiden Meta urusan global, Nick Clegg, dikutip ABC, Sabtu (12/3/2022).

Dia menambahkan jika pihaknya menerapkan kebijakan konten standar tanpa penyesuaian apa pun, pihaknya sekarang akan menghapus konten dari warga Ukraina biasa yang mengekspresikan perlawanan dan kemarahan mereka pada pasukan militer yang menyerang.

Dia mencatat bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku di Ukraina dan perusahaan tidak mengubah kebijakannya terhadap ujaran kebencian yang menargetkan orang-orang Rusia.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina, Kenaikan Harga Pangan Global, dan Ancaman Kelaparan Dunia

Memblokir media sosial lain

Rusia telah memblokir akses ke Facebook, membatasi akses ke Twitter, dan mengkriminalisasi penyebaran yang disengaja dari apa yang dianggap Moskow sebagai laporan palsu.

Pada 4 Maret, Roskomnadzor mengatakan, memblokir akses ke Facebook di Rusia atas "diskriminasi" terhadap media Rusia.

Meta memiliki Instagram, Facebook, dan Whatsapp. Akan tetapi, WhatsApp saat ini tidak diblokir di Rusia karena merupakan platform perpesanan dan bukan jejaring sosial.

Sementara itu, pihak Youtube mengatakan bahwa mereka memblokir akses secara global ke saluran yang terkait dengan media yang didanai pemerintah Rusia.

YouTube, yang dimiliki oleh Google, mengumumkan langkah tersebut di sebuah posting Twitter.

Mereka juga menghapus konten tentang invasi Rusia ke Ukraina yang meminimalkan atau meremehkan peristiwa kekerasan yang terdokumentasi dengan baik.

YouTube sebelumnya menjeda iklan YouTube di Rusia.

Sekarang, itu meluas ke semua cara menghasilkan uang di platform di Rusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi