Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Alerce Milenario, Makhluk Hidup Tertua di Bumi yang Masih Eksis

Baca di App
Lihat Foto
Wikimedia Commons
Alerce Milenario, makhluk hidup tertua di dunia yang masih eksis
|
Editor: Sari Hardiyanto

KOMPAS.com - Saat manusia menciptakan tulisan sekitar 5.400 tahun yang lalu, Alerce Milenario mungkin mulai tumbuh di pegunungan pesisir Chile saat ini.

Lokasinya yang berada di jurang sejuk dan lembab membuatnya terhindar dari kebakaran dan penebangan.

Alerce tumbuh menjadi pohon raksasa dengan diameter lebih dari 4 meter.

Sebagian besar batangnya mati, dihiasi lumut, dan ditumbuhi pohon lain yang berakar di celah-celahnya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Mengenal Spesies Baru Hewan Terkuat di Bumi, Nagini Harry Potter, seperti Apa Persisnya?

Dikutip dari Science, Alerce Milenario atau Gran Abuelo diklaim sebagai pohon, bahkan makhluk hidup tertua di Bumi yang masih eksis.

Menggunakan kombinasi model komputer dan metode tradisional untuk menghitung umur pohon, seorang ilmuwan lingkungan dari Climate and Environmental Sciences Laboratory Paris, Jonathan Barichivich memperkirakan usia Alerce lebih dari 5.000 tahun.

Itu akan membuatnya setidaknya 1 abad lebih tua dari pemegang rekor saat ini, yakni Methuselah.

Baca juga: Mengenal Hanako, Ikan Koi Tertua di Dunia yang Berumur 226 Tahun


Pohon tertua di dunia

Methuselah merupakan pinus bristlecone di California timur dengan cincin pertumbuhan tahunan senilai 4.853 tahun di bawah kulit kayunya yang keriput.

Banyak ahli dendrokronologi cenderung skeptis terhadap klaim Barichivich, yang belum dipublikasikan, karena tidak melibatkan penghitungan penuh cincin pertumbuhan pohon.

Namun, beberapa ahli setidaknya terbuka untuk kemungkinan itu.

"Saya sepenuhnya mempercayai analisis yang dibuat Jonathan. Kedengarannya seperti pendekatan yang sangat cerdas," kata seorang ahli dendrokronologi di ETH Zurich, Harald Bugmann.

Baca juga: Mengenal Jonathan, Kura-kura Tertua di Dunia Berusia 190 Tahun yang Masih Hidup

Alerce Milenario adalah tumbuhan runjung dalam keluarga botani yang sama dengan sequoia raksasa dan kayu merah.

Pohon ini dapat tumbuh hingga usia ekstrem, seperti dibuktikan oleh Antonio Lara dari Austral University of Chile, Valdivia pada 1990-an.

Dalam sebuah penelitian 1993 , Lara dan rekannya melaporkan tunggul alerce di Chili selatan yang memiliki 3.622 cincin pertumbuhan.

Baca juga: Mengenal Ming, Hewan Tertua di Dunia Berusia 507 Tahun

Perkiraan telah hidup selama lebih dari 5000 tahun

Tetapi penelitian itu tidak termasuk Alerce Milenario, yang berdiri terpisah dari pohon purba lainnya di hutan hujan di sebelah barat kota La Union.

Barichivich mengatakan, kakeknya menemukan pohon itu sekitar 1972. Kakek dan ibunya dulunya bekerja sebagai penjaga di taman tempat tinggal Alerce.

Pada 2020, tepat sebelum pandemi melanda, Barichivich dan Lara mengambil inti bagian dari Alerce Milenario dengan penggerek inkremen.

Ini menghasilkan kira-kira 2.400 cincin pertumbuhan yang berjarak rapat.

Baca juga: Mengenal Tabebuya, Pohon Asal Brasil yang Mirip Sakura

Karena tidak dapat mencapai pusat pohon, Barichivich beralih ke pemodelan statistik untuk menentukan usia penuh Alerce Milenario.

Ia menggunakan inti lengkap dari pohon alerce lain, serta informasi tentang bagaimana faktor lingkungan dan variasi acak memengaruhi pertumbuhan pohon.

Metode ini menghasilkan perkiraan usia keseluruhan 5.484 tahun, dengan kemungkinan 80 perse bahwa pohon tersebut telah hidup selama lebih dari 5000 tahun.

Baca juga: Kapan Tabebuya Berbunga?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi