Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Sri Mulyani, Masuk Jajaran 100 Wanita Berpengaruh Dunia 2022

Baca di App
Lihat Foto
kemenkeu.go.id
Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Sri Mulyani.
|
Editor: Rizal Setyo Nugroho

KOMPAS.com - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, masuk ke dalam jajaran 100 Wanita Berpengaruh Dunia tahun 2022 versi Majalah Forbes

Sri Mulyani yang pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia tahun 2010-2016 ada di peringkat ke-47.

Namanya diapit oleh Presiden New York Stock Exchange Lynn Martin di peringkat ke-46 dan Presiden Occidental Petroleum Vicki Hollub di peringkat ke-48.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Sri Mulyani

Dikutip dari keterangan resmi Kementerian Keuangan, ada beberapa kriteria yang digunakan Forbes untuk menyusun daftar Wanita Berpengaruh Dunia tahun 2022.

Kriteria tersebut dilihat dari empat metrik utama, yakni lingkup pengaruh, media, uang, dan dampak.

"Indrawati kembali ke posisinya sebagai Menteri Keuangan setelah menjabat sebagai Direktur Pelaksana dan COO Bank Dunia," tulis Forbes.

Baca juga: Sri Mulyani Pastikan Anggaran IKN Tak Berubah meski UU IKN Direvisi

"Sebagai Menteri Keuangan, dia meningkatkan penerimaan negara melalui reformasi pajak yang akan memperluas layanan e-filing dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak."

Dilansir dari Kementerian Keuangan, Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962.

Saat ini, Sri Mulyani menduduki jabatan sebagai Menteri Keuangan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dilantik pada tanggal 23 Oktober 2019. 

Sebelum itu, Sri Mulyani sempat mengisi posisi Menteri Keuangan ketika masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2005-2010.

Latar belakang pendidikan

Dikutip dari situs Kemenko Perekonomian, Sri Mulyani menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Bandar Lampung.

Kemudian, ia melanjutkan sekolahnya ke SMA Negeri 3 Semarang dan setelah lulus menempuh studi S1 di Universitas Indonesia (UI).

Dari UI, Sri Mulyani mendapatkan gelar sarjana ekonomi pada tahun 1986 dan memutuskan studi lanjut di University of Illinois Urbana Champaign, AS dan mendapatkan gelar Master of Science of Policy Economics pada tahun 1990.

Sri Mulyani melanjutkan studi doktoralnya dan mendapat gelar Ph.D of Economics pada tahun 1992 dari universitas yang sama.

 

Menjabat Direktur Bank Dunia

Sri Mulyani sempat ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 1 Juni 2010 hingga 2016.

Sri Mulyani menjadi wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menduduki posisi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sebelum itu, nama Sri Mulyani mulai dikenal publik sebagai pengamat ekonomi.

Ia pernah menempati posisi sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi UI pada tahun 1998.

Baca juga: Sri Mulyani Masuk Jajaran Wanita Berpengaruh pada 2022 Versi Forbes

Pada tahun 2005, SBY mempercayai Sri Mulyani untuk menggantikan Jusuf Anwar sebagai Menteri Keuangan ketika melakukan reshuffle kabinet.

Namun, pada tahun 2008, Sri Mulyani sempat mendapat mandat tambahan untuk menjalankan posisi Menko Perekonomian sebagai pelaksana tugas.

Jabatan tersebut diemban Sri Mulyani setelah Boediono terpilih dan dilantik menjadi Gubernur Bank Indonesia.

Capaian kinerja

Di bidang perekonomian, ada banyak capaian kinerja yang ditorehkan Sri Mulyani, terutama ketika berada di dalam Pemerintahan.

Pada tahun 2002, Sri Mulyani dipilih sebagai Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai wakil atas 12 negara di Asia Tenggara.

Sejak 1 November 2022, dia juga terpilih sebagai wakil 12 negara anggota di SEA Group pada International Monetary Funds.

Sri Mulyani juga pernah mendapat penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik di Asia.

Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Nasib Aset Negara Rp 1.464 Triliun Saat Ibu Kota Pindah ke IKN

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi