Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Segitiga Bermuda, Salah Satu Tempat Paling Misterius di Bumi

Baca di App
Lihat Foto
iStockPhoto/LuffyKun
Ilustrasi bangkai kapal di dasar laut.
|
Editor: Muhammad Zaenuddin

KOMPAS.com - Segitiga Bermuda adalah salah satu wilayah paling misterius di dunia yang terkenal dengan kejadian hilangnya kapal dan pesawat yang tidak dapat dijelaskan.

Dikatakan lebih dari 50 kapal dan 20 pesawat telah menghilang secara misterius di sana.

Beberapa berspekulasi bahwa ada misterius yang bertanggung jawab atas penghilangan tersebut.

Bahkan dikaitkan dengan makhluk luar angkasa, pengaruh benua Atlantis yang hilang, atau pusaran yang menyedot benda ke dimensi lain.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wilayah Segitiga Bermuda termasuk dalam kawasan Samudra Atlantik di lepas pantai Amerika Utara.

Daerah tersebut, memiliki bentuk segitiga samar-samar yang ditandai dari titik wilayah pantai Atlantik menjulur Florida (di Amerika Serikat), Bermuda, dan kepulauan Antillen Besar.

Baca juga: 7 Pulau Paling Berbahaya di Dunia, Ada yang Pernah Jadi Tempat Uji Coba Nuklir

Lantas, apa yang membuat Segitiga Bermuda menjadi sangat misterius?

Misteri segitiga bermuda

Salah satu laporan kejadian di Segitiga Bermuda yang tidak dapat dijelaskan berasal dari pertengahan abad ke-19.

Dilansir Britannica, saat itu diketahui beberapa kapal ditemukan benar-benar ditinggalkan tanpa alasan yang jelas.

Bahkan yang lain tidak mengirimkan sinyal bahaya dan tidak pernah terlihat atau terdengar lagi.

Selain itu, pesawat telah dilaporkan dan kemudian menghilang, kemudian misi penyelamatan dikatakan menghilang saat terbang di daerah tersebut.

Meski begitu, puing-puingnya belum ditemukan, dan beberapa teori yang dikemukakan untuk menjelaskan misteri yang terjadi berulang-ulang itu hanyalah khayalan.

Baca juga: 5 Pulau Terlarang yang Tidak Boleh Dikunjungi, Dijaga Ular hingga Suku Primitif

Diduga karena faktor geofisika

Meskipun banyak teori supranatural tentang penyebab kejadian tersebut, faktor geofisika dan lingkungan kemungkinan besar bertanggung jawab.

Salah satu hipotesisnya, pilot gagal memperhitungkan garis agonis, tempat di mana tidak perlu mengkompensasi variasi kompas magnetik, saat mereka mendekati Segitiga Bermuda.

Kondisi tersebut mengakibatkan kesalahan navigasi dan bencana yang signifikan.

Teori populer lainnya adalah bahwa kapal-kapal yang hilang ditumbangkan oleh apa yang disebut "rogue waves", yaitu gelombang besar yang dapat mencapai ketinggian hingga 30,5 meter.

Secara teoritis, gelombang tersebut cukup kuat untuk menghancurkan semua bukti keberadaan kapal atau pesawat terbang.

Apalagi Segitiga Bermuda terletak di area Samudra Atlantik, di mana badai dari berbagai arah dapat bertemu, membuat gelombang besar lebih mungkin terjadi.

Baca juga: 5 Pulau Terpencil di Dunia, Ada yang Dihuni oleh Hanya 269 Penduduk

Teori ilmiah misteri Segitiga Bermuda

Sejalan dengan itu, dilansir National Ocean Service, beberapa penjelasan terkait misteri tersebut lebih didasarkan pada sains.

Ini termasuk gas samudera, yakni gas metana yang meletus dari sedimen laut, dan gangguan pada garis aliran geomagnetik.

Selain itu, pertimbangan lingkungan dapat menjelaskan banyak hal terkait penyebab penghilangan kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda.

Sebagian besar badai dan angin topan tropis Atlantik melewati kawasan Segitiga Bermuda, dan pada hari-hari sebelum prakiraan cuaca membaik, badai berbahaya ini bisa “menelan” banyak kapal.

Selain itu, arus teluk juga dapat menyebabkan perubahan cuaca yang cepat, dan terkadang ganas.

Apalagi banyaknya pulau di Laut Karibia yang menciptakan wilayah perairan dangkal yang berbahaya bagi navigasi kapal.

Dan ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa Segitiga Bermuda adalah tempat di mana kompas "magnetik" kadang-kadang mengarah ke arah utara yang "sebenarnya", berlawanan dengan utara "magnetik".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi