Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sederet Manfaat Teh Hijau dan Efek Sampingnya, Menurunkan Berat Badan tapi Memicu Gelisah

Baca di App
Lihat Foto
appledeng
Ilustrasi teh hijau.
|
Editor: Inten Esti Pratiwi

KOMPAS.com - Hampir semua jenis daun teh memiliki manfaat kesehatan, mulai dari teh hitam, teh oolong, juga teh hijau.

Teh hijau berasal dari tanaman Camillia Sinensis yang termasuk dalam keluarga Theaceae.

Dilansir dari Medical News Today, masyarakat sering menggunakan teh hijau dalam pengobatan tradisional, terutama di China dan India.

Di kedua negara tersebut, teh hijau digunakan untuk mengontrol pendarahan dan menyembuhkan luka, membantu pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung dan mental, dan mengatur suhu tubuh.

Lantas, apa saja manfaat teh hijau dan adakah efek sampingnya? 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Kopi Vs Teh, Mana yang Lebih Sehat?

Manfaat teh hijau bagi kesehatan

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa teh hijau mungkin memiliki khasiat sebagai berikut:

1. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular

Sebuah studi 2006 menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dikaitkan dengan penurunan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Penelitian ini diikuti oleh lebih dari 40.000 partisipan Jepang berusia 40-79 tahun selama 11 tahun, dimulai dari 1994.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa peserta yang minum setidaknya lima cangkir teh hijau per hari mengalami penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Selain itu, sebuah meta-analisis pada 2016 terhadap penelitian tentang teh hijau dan penyakit kardiovaskular juga mendukung temuan ini. Sebanyak sembilan penelitian yang melibatkan 259.267 orang diikutsertakan dalam penelitian.

Para peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi teh hijau dikaitkan dengan hasil yang menguntungkan terkait risiko penyakit kardiovaskular dan iskemik.

 

2. Mengurangi risiko penyakit peredaran darah

Dikutip dari Pharmeasy, sebuah studi yang dilakukan Naito dkk pada 2009 menunjukkan bahwa teh hijau dapat mengurangi risiko penyakit peredaran darah seperti aterosklerosis.

Aterosklerosis terjadi ketika sel darah putih menempel pada sel-sel yang ditemukan di lapisan dalam arteri dan vena.

Penempelan sel darah putih ini dapat disebabkan oleh kolesterol jahat yang teroksidasi (low-density lipoprotein).

Katekin dalam teh hijau dapat menghambat oksidasi kolesterol jahat dan mengurangi risiko aterosklerosis.

Baca juga: 7 Efek Samping Minum Teh Terlalu Banyak, Salah Satunya Susah Tidur

2. Menurunkan risiko kanker

Sebuah studi oleh Yang pada 2010 menunjukkan bahwa teh hijau dapat membantu mengurangi risiko kanker karena senyawa bioaktif seperti katekin.

Teh hijau dapat memengaruhi beberapa jalur sinyal, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan menyebabkan kematian sel kanker.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan dalam hal ini.

3. Membantu pasien diabetes

Sebuah studi pada 2014 menunjukkan bahwa minum teh hijau mungkin bermanfaat untuk diabetes tipe 2.

Katekin yang ada dalam teh hijau dapat menghambat glukosa memasuki sel dan menurunkan kadar glukosa darah.

Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk memeriksa apakah teh hijau dapat menurunkan gula darah.

Baca juga: Apakah Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan?

4. Membantu manajemen berat badan

Sebuah studi oleh Rothenberg dkk pada 2018 menunjukkan bahwa katekin dalam teh hijau dapat membantu mengurangi berat badan.

Katekin teh hijau dapat menghambat enzim pencernaan seperti lipase pankreas, amilase, dan glukosidase sehingga terjadi penurunan tingkat penyerapan gula dan lemak.

Selain itu, reaksi di antara mikroba dalam usus, sisa karbohidrat, dan katekin teh hijau menghasilkan asam lemak rantai pendek yang dapat meningkatkan metabolisme lemak. 

5. Menurunkan peradangan penyakit radang usus

Penyakit radang usus (IBD) disebabkan oleh peradangan pada saluran pencernaan.

Diare, sakit perut, kelelahan, dan berkurangnya nafsu makan adalah gejala utamanya.

Menurut sebuah studi pada 2019, katekin dan polifenol dalam teh hijau mungkin bermanfaat untuk IBD.

Polifenol dapat menurunkan peradangan dengan menstimulasi enzim antioksidan dan mengurangi sitokin inflamasi (mediator jalur inflamasi).

Baca juga: Hindari Mengonsumsi Teh Hijau di 4 Waktu Berikut

Efek samping teh hijau

Selain sederet manfaatnya bagi kesehatan, ternyata konsumsi teh hijau juga memiliki efek samping. Berikut beberapa di antaranya:

  • Teh hijau dapat menyebabkan kegugupan dan kecemasan.
  • Dapat menyebabkan sakit kepala.
  • Dapat menyebabkan tremor.
  • Dapat menurunkan tekanan darah.
  • Dapat menyebabkan kegelisahan.
  • Dapat menyebabkan insomnia.
  • Dapat mengiritasi saluran pencernaan.

Selain itu, interaksi teh hijau dengan beberapa obat tertentu juga dapat memunculkan efek samping lainnya, seperti:

  • Teh hijau dapat berinteraksi dengan nadolol, obat untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
  • Teh hijau dapat menurunkan penyerapan atropin, obat yang digunakan untuk diare.
  • Teh hijau dapat berinteraksi dengan warfarin, obat yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah.

Maka dari itu, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami efek samping setelah mengonsumsi teh hijau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi