Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penembakan Massal di Tiga Wilayah, Perayaan Hari Kemerdekaan AS Berubah Jadi Kelabu

Baca di App
Lihat Foto
AFP
Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Penembakan massal terjadi di tiga wilayah jelang Hari Kemerdekaan AS.
|
Editor: Farid Firdaus

KOMPAS.com - Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) yang jatuh pada 4 Juli meninggalkan catatan kelabu pada tahun ini.

Pasalnya, sebelum detik-detik perayaan kemerdekaan, penembakan massal terjadi di tiga wilayah AS yang menewaskan 10 orang.

Dilaporkan Reuters, Rabu (5/7/2023), tercatat ada tiga penembakan, yakni di Philadelphia, Baltimore, dan Fort Worth, Texas.

Motif dari tiga penembakan dalam waktu dekat tersebut masih belum jelas.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Penembakan Massal Terjadi Lagi di AS, Pria Bersenjata Tembaki Pengunjung Mal, Bisakah Dihentikan?


Tiga wilayah AS jadi lokasi penembakan massal

Di Fort Worth, Texas, tiga orang meninggal dunia dan delapan orang terluka dalam penembakan massal pada Senin (3/7/2023) malam.

Penembakan massal berlangsung setelah festival lokal yang digelar untuk menandai liburan Hari Kemerdekaan AS.

Kendati demikian, kepolisian Fort Worth mengatakan, tidak ada penangkapan yang dilakukan dalam penembakan itu.

"Kami tidak tahu apakah ini terkait rumah tangga, apakah terkait geng. Masih terlalu dini untuk mengatakannya pada saat ini," kata Shawn Murray, seorang pejabat polisi senior.

Pada malam yang sama, insiden serupa terjadi di Philadelphia hingga mengakibatkan lima orang tewas dan dua lainnya terluka.

Korban luka merupakan anak laki-laki berusia 2 tahun dan 13 tahun, yang mendapat tembakan di bagian kaki.

Baca juga: Mengapa Banyak Kasus Penembakan Massal di Amerika Serikat?

Kepolisian setempat melaporkan, tersangka penembakan massal di Philadelphia jelang Hari Kemerdekaan mengenakan pelindung tubuh dan topeng ski.

Dalam aksinya, pria berusia 40 tahun itu menggunakan senapan semi-otomatis AR-15 dan pistol 9 mm.

Sementara itu, pada malam sebelumnya, Minggu (2/7/2023), penembakan massal terjadi di lingkungan Brooklyn Homes di Baltimore.

Diberitakan NPR, Selasa (4/7/2023), peristiwa kelam yang berlangsung di sebuah pesta jalanan itu telah menewaskan dua orang dan menyebabkan 28 orang terluka.

Sebagian besar korban merupakan anak-anak yang sedang menghabiskan waktu pekan liburan Hari Kemerdekaan AS atau 4th of July.

Namun, pihak kepolisian mengaku masih mencari beberapa tersangka penembakan massal.

Baca juga: Kronologi Penembakan di Kantor MUI Pusat, Terduga Pelaku Mengaku sebagai Nabi, Ingin Bertemu Pimpinan

Pekan Hari Kemerdekaan jadi hari paling berdarah

Penembakan massal, penembakan yang melukai dan membunuh empat orang atau lebih kerap terjadi pada awal Juli, terutama 4 Juli 2023.

Catatan Gun Violence Archive seperti dikutip dari CNN, Selasa, libur Hari Kemerdekaan telah menyumbang penembakan massal terbanyak dari hari-hari lain dalam setahun selama hampir satu dekade.

Hal tersebut dikarenakan masyarakat Amerika akan berkumpul untuk merayakan sejarah dan budaya negara mereka.

Di tengah sorak-sorai, kekerasan senjata seolah menjadi bagian dari perayaan setiap tahun ini.

Baca juga: Sejarah Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, Kenapa Diperingati Tiap 4 Juli?

Terkait hal ini, Presiden AS Joe Biden mengutuk penembakan massal terbaru yang terjadi menjelang 4 Juli 2023.

Dia pun menegaskan kembali seruan pemerintahnya untuk memperketat undang-undang senjata Amerika yang masih longgar.

"Bangsa kita sekali lagi mengalami gelombang penembakan yang tragis dan tidak masuk akal," kata presiden dalam sebuah pernyataan yang dirilis Selasa.

Biden, Presiden dari Partai Demokrat, kemudian meminta anggota parlemen dari Partai Republik untuk kembali membahas reformasi yang masuk akal.

Sebab, sebelumnya, Partai Republik secara umum memblokir upaya reformasi undang-undang keamanan senjata.

Partai oposisi itu telah menentang dorongan Joe Biden untuk mengembalikan larangan terhadap senjata serbu atau senapan laras panjang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi