Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Krisis Keuangan Paling Parah di Dunia

Baca di App
Lihat Foto
iStockphoto/bedo
Ilustrasi krisis keuangan paling parah di dunia.
|
Editor: Muhammad Zaenuddin

KOMPAS.com - Secara sederhana, krisis keuangan adalah situasi di mana beberapa aset finansial kehilangan sebagian besar nilainya.

Selama berabad-abad telah terjadi banyak bencana kehancuran ekonomi dan krisis global yang merusak keuangan nasional dan pendapatan.

Mulai dari krisis yang terjadi pada tahun 1772, hingga resesi hebat tahun 2008. Kondisi krisis cukup umum dalam sejarah manusia zaman modern.

Baca juga: Hong Kong Krisis Populasi, Warga Adopsi Kucing daripada Punya Bayi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Berikut ini adalah sejumlah bencana krisis keuangan yang paling parah di dunia:

1. The Credit Crisis of 1772

Dilansir dari Live Science, krisis kredit yang terjadi pada tahun 1772 ini berasal dari London dan dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa dan koloni Amerika-Inggris.

Pada bulan Juni 1772, bank London Neale, James, Fordyce, and Down runtuh menyusul kerugian besar senilai saham spekulatif di East India Company (EIC).

Pada 8 Juni 1772, Alexander Fordyce, salah satu mitra bank Neale, James, Fordyce, and Down, melarikan diri ke Prancis untuk menghindari pembayaran utangnya.

Ini memicu kepanikan perbankan di Inggris, karena para kreditur mulai mengantre di depan bank-bank untuk menuntut penarikan tunai secara instan.

Baca juga: Membaca dan Mengantisipasi Krisis Global Kini dan ke Depan

2. Long Depression 1873

Long Depression dimulai pada 1873 dengan runtuhnya Bursa Efek Wina. Di Inggris, kepanikan mengakibatkan stagnasi ekonomi selama hampir dua dekade.

Krisis ini disebut sebagai Long Depression (depresi yang panjang), karena berlangsung setidaknya 23 tahun.

Salah satu penyebab utama krisis 1873 adalah peningkatan pesat dalam produktivitas komersial dan industri, menciptakan banyak produk baru tetapi menyebabkan industri lama menyusut.

Baca juga: Agenda Sidang G20 Bali dan Krisis Global Kini

3. The Great Depression of 1929–1939

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, the Great Depression menjadi bencana keuangan dan ekonomi terburuk di abad ke-20.

Banyak yang percaya bahwa kondisi ini dipicu oleh ambruknya Wall Street pada tahun 1929 dan kemudian diperburuk oleh keputusan kebijakan yang buruk dari pemerintah Amerika.

Krisis berlangsung hampir 10 tahun dan mengakibatkan hilangnya pendapatan secara besar-besaran, rekor tingkat pengangguran, dan kehilangan hasil industri.

Baca juga: Sumber Keuangan Partai Politik, dari Mana Saja?

4. Guncangan harga minyak OPEC 1973

Krisis ini bermula ketika negara-negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menghentikan ekspor minyak ke Amerika Serikat dan sekutunya.

Ini merupakan tanggapan atas pengiriman pasokan senjata oleh AS ke Israel selama Perang Arab–Israel Keempat.

Hal ini menyebabkan kelangkaan minyak yang besar dan lonjakan harga minyak yang parah serta menyebabkan krisis ekonomi di AS dan banyak negara maju lainnya.

Baca juga: 5 Kebiasaan Mengatur Keuangan yang Dilakukan Orang Kaya, Layak Ditiru

5. Krisis Asia 1997

Krisis ini bermula dari Thailand pada tahun 1997 dan dengan cepat menyebar ke seluruh Asia Timur dan mitra dagangnya.

Aliran modal spekulatif dari negara-negara maju ke pusat ekonomi Asia Timur seperti Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Korea Selatan memicu era optimisme.

Ini mengakibatkan overextension kredit dan terlalu banyak akumulasi hutang di negara-negara tersebut.

Dana Moneter Internasional harus turun tangan untuk membuat paket bailout untuk membantu negara-negara tersebut menghindari gagal bayar.

Baca juga: 9 Hal yang Perlu Diketahui soal Qanun Aceh tentang Lembaga Keuangan Syariah

6. Krisis Keuangan 2007–2008

Krisis keuangan ini menjadi yang paling parah sejak Great Depression, dipicu oleh runtuhnya gelembung perumahan di AS. Ini mendatangkan malapetaka di pasar keuangan di seluruh dunia.

Krisis mengakibatkan runtuhnya Lehman Brothers, membawa banyak lembaga keuangan dan bisnis utama ke jurang kehancuran, dan membutuhkan dana talangan dari pemerintah.

Butuh hampir satu dekade untuk semuanya kembali normal, menghapus jutaan pekerjaan dan miliaran dolar pendapatan di sepanjang perjalanan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi