Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Penyakit yang Bisa Muncul Saat Anda Malas Bergerak

Baca di App
Lihat Foto
Unsplash
Ilustrasi seseorang malas bergerak.
|
Editor: Muhammad Zaenuddin

KOMPAS.com - Malas bergerak adalah gaya hidup di mana seseorang jarang atau tidak pernah melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga.

Misalnya Anda lebih banyak menghabiskan banyak waktu untuk duduk sambil menggunakan komputer atau perangkat lain, menonton TV, atau bermain video game.

Menurut WHO, kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak serius terhadap kesehatan seseorang. Sekitar 60 hingga 85 persen orang di dunia memiliki gaya hidup yang tidak banyak bergerak.

Baca juga: 5 Efek Samping Minum Teh di Sore Hari, Picu Gelisah dan Sakit Kepala

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WHO mengeluarkan peringatan bahwa gaya hidup yang kurang gerak dapat menjadi salah satu dari 10 penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.

Gaya hidup yang kurang gerak meningkatkan semua risiko penyebab kematian, ia melipatgandakan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas.

Selain itu, malas bergerak juga meningkatkan risiko kanker usus besar, tekanan darah tinggi, osteoporosis, kelainan lipid, depresi, dan kecemasan.

Baca juga: Bisa Turunkan Gula Darah, Ini 4 Efek Samping Mentimun bagi Kesehatan


Dampak negatif kurangnya aktivitas fisik

Dirangkum dari beberapa sumber, berikut adalah beberapa penyakit atau gangguan kesehatan ketika Anda malas bergerak atau beraktivitas fisik:

1. Diabetes tipe 2

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika (CDC), kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Aktivitas fisik yang cukup membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan kerusakan saraf, yang sering menjadi masalah bagi penderita diabetes.

Aktivitas fisik membantu mengontrol gula darah (glukosa), berat badan, dan tekanan darah serta membantu meningkatkan kolesterol “baik” dan menurunkan kolesterol “jahat”.

Baca juga: 4 Manfaat Daun Salam bagi Penderita Diabetes

2. Penyakit jantung

Malas bergerak atau beraktivitas fisik, dapat menyebabkan penyakit jantung, bahkan bagi orang yang tidak memiliki faktor risiko jantung lain.

Hal ini juga meningkatkan kemungkinan berkembangnya faktor risiko penyakit jantung lainnya, termasuk obesitas, darah tinggi, kolesterol darah tinggi, dan diabetes tipe 2.

4. Penumpukan lemak di arteri

Dikutip dari laman British Health Foundation, malas bergerak dapat menyebabkan penumpukan bahan lemak di arteri (pembuluh darah) Anda.

Saat arteri yang membawa darah ke otak tersumbat, dapat menyebabkan stroke. Dan jika terjadi pada arteri yang membawa darah ke jantung, dapat menyebabkan serangan jantung.

Baca juga: Gejala Penyakit Jantung pada Kaki yang Perlu Diwaspadai

5. Darah tinggi

Dilansir dari laman Departemen Kesehatan New York, orang yang kurang aktif dan kurang fit mempunyai risiko 30-50 persen lebih besar terkena tekanan darah tinggi.

Kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap penyakit kardiovaskular. Peringkatnya sama dengan merokok, darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

6. Kekakuan sendi

Dilansir dari laman WebMD, persendian bisa menjadi kaku jika Anda tidak cukup menggunakannya. Dalam hal ini malas bergerak atau tidak melakukan aktivitas fisik.

Sendi yang nyeri dan sulit digerakkan terkadang bisa menjadi tanda kondisi peradangan seperti radang sendi atau penyakit autoimun.

Baca juga: Potensi Manfaat Paprika untuk Meringankan Gejala Radang Sendi

7. Sakit punggung

Saat Anda malas bergerak, otot inti menjadi lemah karena kurang digunakan. Akibatnya otot tersebut tidak dapat menopang punggung Anda sebagaimana mestinya.

Solusinya, Anda bisa melakukan pilates, yoga, dan latihan lain yang menggunakan peregangan baik untuk membangun punggung yang lebih kuat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi