KOMPAS.com - Menopause adalah waktu yang menandai berakhirnya siklus menstruasi seorang wanita.
Dikutip dari laman BBC Good Food, seorang wanita mencapai menopause ketika dia tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.
Kondisi ini adalah proses biologis alami yang umumnya disebabkan karena hormon reproduksi menurun secara alami.
Namun, menopause juga bisa disebabkan karena pembedahan yang mengangkat ovarium (ooforektomi), kemoterapi dan terapi radiasi, serta insufisiensi ovarium primer.
Baca juga: Apa yang Dimaksud Reproduksi? Berikut Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya
Menopause dapat terjadi pada usia 40-an atau 50-an. Namun penting untuk ditekankan bahwa menopause tidak hanya mempengaruhi wanita di usia paruh baya.
Sekitar satu dari 100 wanita dapat mengalami menopause sebelum usia 40 tahun, dan satu dari 1.000 wanita sebelum usia 30 tahun.
Kondisi tersebut dikenal sebagai premature ovarian insufficiency (insufisiensi ovarium prematur).
Baca juga: Mengenal 11 Sistem Organ pada Tubuh Manusia
Gejala menopause
Dikutip dari laman Mayo Clinic, pada bulan atau tahun-tahun menjelang menopause (perimenopause), seorang wanita mungkin mengalami tanda dan gejala berikut:
- Haid tidak teratur
- Kekeringan pada vagina
- Hot flashes, yakni kondisi panas yang muncul secara tiba-tiba
- Sensasi panas dingin, demam, dan menggigil
- Berkeringat di malam hari
- Mengalami masalah tidur
- Perubahan suasana hati
- Pertambahan berat badan dan metabolisme melambat
- Rambut menipis dan kulit kering
- Hilangnya kepenuhan payudara.
Tanda dan gejala tersebut di atas, termasuk perubahan menstruasi bisa berbeda-beda pada setiap wanita.
Baca juga: Mengenal 16 Bagian Sistem Pernapasan Manusia dan Fungsinya
Tahapan menopause
Menopause alami adalah berakhirnya menstruasi secara permanen dan bukan terjadi karena jenis perawatan medis apa pun.
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, proses menopause alami terjadi dalam tiga tahap, yakni:
1. PerimenopausePerimenopause atau “transisi menopause” dapat dimulai 8 hingga 10 tahun sebelum menopause ketika ovarium Anda secara bertahap memproduksi lebih sedikit estrogen.
Biasanya dimulai ketika Anda berusia 40-an. Perimenopause berlangsung hingga menopause, saat ovarium berhenti melepaskan sel telur.
Dalam satu hingga dua tahun terakhir perimenopause, penurunan estrogen semakin cepat. Tapi, Anda masih mengalami siklus menstruasi selama ini dan bisa hamil.
Baca juga: 10 Jenis Makanan yang Meningkatkan Sistem Imun Tubuh
2. MenopauseMenopause adalah keadaan di mana wanita tidak lagi mengalami menstruasi. Pada tahap ini, indung telur berhenti melepaskan sel telur dan berhenti memproduksi sebagian besar estrogen.
Penyedia layanan kesehatan akan mendiagnosis menopause ketika Anda tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.
3. PascamenopauseIni adalah nama yang diberikan pada saat Anda tidak mengalami menstruasi selama satu tahun penuh (atau seumur hidup Anda setelah menopause).
Selama tahap ini, beberapa gejala menopause mungkin membaik. Namun, beberapa orang terus mengalaminya selama satu dekade atau lebih setelah transisi menopause.
Akibat rendahnya kadar estrogen, wanita pada fase pascamenopause berisiko lebih tinggi mengalami beberapa kondisi kesehatan, seperti osteoporosis dan penyakit jantung.
Baca juga: Mengenal 11 Sistem Organ pada Tubuh Manusia