Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Fenomena El Nino Akan Kembali Melanda Indonesia pada 2024?

Baca di App
Lihat Foto
SHUTTERSTOCK/Piyaset
Ilustarsi dampak El Nino 2023
|
Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh

KOMPAS.com - El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut yang berdampak pada iklim dan cuaca di daerah yang dilewatinya.

Pada 2023, fenomena El Nino menyebabkan perubahan iklim, memicu kekeringan, dan menyebabkan gagal panen.

Di Kabupaten Serang, Banten, misalnya, 1.747 hektar lahan panen gagal panen akibat fenomena El Nino.

Sementara di Lumajang, Jawa Timur, El Nino menyebabkan turunnya hasil panen cabai rawit, sehingga menyebabkan harga naik.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski sudah memasuki musim hujan pada Januari 2024, cuaca panas kerap melanda banyak daerah di Indonesia.

Lalu, apakah fenomena El-Nino akan kembali melanda Indonesia pada 2024?

Baca juga: Daftar Daerah yang Berpotensi Banjir dan Longsor pada Januari 2024


Penjelasan BMKG

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, fenomena El Nino di Indonesia masih berlangsung pada 2024.

Menurutnya, El Nino pada level moderat akan turun hingga fase lemah pada awal tahun ini. Selanjutnya, hingga akhir 2024, El Nino akan diprediksi berada pada fase netral.

Ia menjelaskan, El Nino diprediksi akan berakhir sekitar Maret hingga Mei 2024.

Di sisi lain, Ardhasena menuturkan, terdapat peluang kecil adanya pengaruh iklim dari Samudera Pasifik akan berkembang menjadi fenomena La Nina tahun ini.

Berbeda dari El Nino, La Nina akan memicu anomali iklim basah di daerah yang dilewatinya.

Namun, pihaknya belum bisa memberikan prediksi secara pasti terkait potensi La Nina pada 2024.

“Prediksi La Nina yang terjadi pada tahun 2024 ini belum bisa dipastikan dan diperlukan perkembangan lebih lanjut pada kuartal kedua tahun 2024,” ungkap saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/1/2024).

Baca juga: Mengapa Masih Turun Hujan padahal Ada Fenomena El Nino?

Penyebab El Nino berkepanjangan

Durasi El Nino yang panjang bukan terjadi pertama kali di Indonesia. Ardhasena mengungkapkan, El Nino seperti 2023 lalu pernah terjadi pada beberapa tahun sebelumnya.

“El Nino yang panjang juga pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2018/209, 2015/2016, dan 2009/2010,” kata Ardhasena.

Kejadian El Nino yang berakhir hingga tahun berikutnya merupakan sesuatu yang alamiah dan sering terjadi.

Menurutnya, El Nino pada 2023 mencapai level moderat karena energi panas laten yang ada di lautan.

Adapun pemicu fenomena iklim ini adalah peristiwa triple dip La Nina berlangsung selama tiga tahun berturut-turut.

Baca juga: Fenomena El Nino dan Peringatan WHO soal Peningkatan Penyebaran Penyakit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi