KOMPAS.com - Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan istilah "segede gaban" untuk mengungkapkan sesuatu yang sangat besar.
Namun, masih belum banyak yang tahu dari mana celetukan ini berasal.
Hal itu tampak dari unggahan warganet yang menyinggung mengenai asal-usul "segede gaban" sebagai pengetahuan baru.
Unggahan tersebut menjelaskan, ungkapan "segede gaban" bermula dari patung gaban di Dufan pada 1990-an yang memiliki tinggi lebih dari 10 meter.
"Baru tau istilah segede gaban dari sni wkwkk," tulis akun @tanyarlfes di media sosial X, Minggu (2/6/2024).
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "segede" memiliki arti sebesar, sejumlah, atau dalam keadaan besar (ukuran).
Dengan begitu, istilah "segede gaban" merujuk pada sesuatu yang sebesar atau seukuran gaban.
Lantas, apa itu gaban yang menjadi asal-usul celetukan "segede gaban"?
Baca juga: Muncul di Mana-mana, Apa Arti Lorem Ipsum Dolor Sit Amet?
Mengenal robot Gaban dalam ungkapan "segede gaban"
Dilansir dari Kompas.com (20/10/2022), gaban dalam istilah "segede gaban" berasal dari nama robot superhero asal Jepang, Space Sheriff Gavan.
Space Sheriff Gavan atau dalam bahasa Jepang disebut Uchuu Keiji Gavan, merupakan superhero dengan kostum berwarna perak dan dilengkapi peralatan canggih.
Tokoh pahlawan fiksi ini populer di Indonesia dan menjadi favorit anak-anak pada era 1980-an.
Nama Gavan menjadi Gaban pada celetukan "segede gaban" pun tak lepas dari pelafalan orang Jepang yang mengucapkan huruf V dengan B.
Oleh karenanya, tokoh fiksi asal Jepang ini tak jarang disebut sebagai Uchyu Keiji Gaban alih-alih Uchuu Keiji Gavan.
Dikutip dari laman Metal Heroes Fandom, Space Sheriff Gavan dari Galactic Union Patrol adalah seorang warga Planet Burung, tempat para Space Sheriff dilatih.
Gavan mendapatkan perintah untuk mempertahankan planet asal ibunya, Bumi. Kala itu, Bumi tengah diserang Kekaisaran Makuu yang dipimpin tokoh antagonis bernama Don Horror.
Mereka berniat mendominasi seluruh alam semesta, termasuk menaklukan Bumi yang menjadi salah satu agendanya.
Seperti tokoh pahlawan dalam film animasi pada umumnya, Gavan dengan bantuan teknologi canggih berhasil menjadi sosok yang menuntaskan kejahatan.
Baca juga: Apa Itu Bajingan, dan Bagaimana Sejarahnya Jadi Kata Makian?
Asal-usul segede gaban
Di samping Gaban, tokoh-tokoh superhero klasik Jepang, seperti Sharivan atau dibaca Sariban, serta Megaloman, ramai menghiasi dunia televisi era 1980 sampai awal 1990-an.
Animasi Space Sheriff Gavan sendiri telah mengudara dan menjadi hiburan anak-anak sejak 1982.
Tokoh favorit anak Indonesia masa itu memiliki ciri khas serupa, yakni mampu berubah menjadi superhero berbadan besar.
Bahkan, tubuh tokoh-tokoh tersebut menjulang tinggi mengalahkan gedung bertingkat hingga gunung.
Tidak heran, masyarakat zaman itu mulai mengaitkan dan membandingkan sesuatu yang besar dengan sosok Gaban.
Namun, istilah "segede gaban" mulai menjamur di Indonesia pada era 1990-an seiring keberadaan robot Gaban berukuran raksasa di Dunia Fantasi (Dufan) Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.
Dikutip dari twit akun resmi @ancoltmnimpian (14/9/2015), robot ini merupakan kerja sama Dufan dengan film serial Gaban dan Genzi Zarbogar.
Patung dengan ukuran kurang lebih 10 meter ini pun kerap menjadi obyek foto anak-anak dan keluarga.
Tinggi patung yang menjulang, disebut mirip penampakan Gaban pada animasi, membuat orang-orang di sekitarnya tampak mini.
Dari sinilah istilah "segede gaban" mulai digunakan, meski kini patung Gaban tak lagi ada di Dufan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.