Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Goo Hara Law" Resmi Disahkan, Orangtua di Korsel yang Abaikan Anaknya Tak Berhak Mendapat Warisan

Baca di App
Lihat Foto
soompi
Goo Hara dimakamkan pada 27 November 2019. Upacara pemakamannya dilakukan secara tertutup.
|
Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh

KOMPAS.com - Revisi Undang-Undang Sipil yang dikenal sebagai Undang-Undang Goo Hara resmi disahkan oleh Majelis Nasional Korea Selatan, Kamis (28/8/2024 dan mulai berlaku pada 2026.

Undang-Undang ini akan mencegah orangtua mendapatkan hak waris dari anak mereka yang meninggal karena mengabaikan tugas membesarkan anak.

Dikutip dari Straits Times, UU Sipil ini pertama kali diajukan pada 2020 setelah artis Kpop Goo Hara meninggal pada 2019.

Undang-Undang Sipil diajukan oleh saudara laki-laki mendiang Goo hara, Koo Ho-in karena kisruh perselisihan hak waris.

Diketahui, ibu kandung Goo Hara ingin mengeklaim warisan putrinya. Padahal, ia disebut tidak bertanggung jawab untuk mengasuh Goo Hara dengan baik.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"(UU) itu akhirnya disahkan, berkat semua perhatian (dari masyarakat). Saya berterima kasih kepada Anda semua di masa sulit ini," tulis Ho-in dalam unggahan Instagram-nya.

Baca juga: Krisis Populasi, Pemerintah Korea Selatan Bentuk Kementerian Perencanaan Kependudukan

Goo Hara ditinggul ibu kandung sejak usia 9 tahun

Goo Hara telah ditinggalkan ibu kandungnya sejak berusia 9 tahun.

Sang ibu tidak pernah menghubunginya selama hampir 20 tahun. Sejak saat itu, Goo Hara dan Ho-in hidup bersama ayah kandungnya.

Namun, tiba-tiba ibu kandung Hara hadir saat pemakaman anggota girlband Kara tersebut pada 2019.

Ibu kandung Goo Hara menilai, ia berhak atas sebagian atau setengah dari warisan mendiang putrinya.

Sementara Ho-in mengaku, sang ibu tiba-tiba muncul di pemakaman Goo dengan menyatakan menjadi tuan rumah, merekam percakapan, dan berswafoto dengan para selebritas yang datang.

"Hara tersiksa karena ditinggal oleh ibunya sendiri saat masih kecil. Tolong pastikan bahwa tragedi yang menimpanya dan keluarga kami tidak akan terjadi lagi," kata Ho-in dikutip dari Korea Herald.

Baca juga: Anang Hermansyah Sekeluarga Jadi Duta Wisata Jeju Korea Selatan

Sebelum ada Goo Hara Law

Pada 2020, pengadilan memberikan 40 persen dari kekayaan Goo Hara kepada ibunya, karena tidak ada dasar hukum yang melarang orangtua untuk mengklaim warisan anaknya, meski tak pernah mengasuhnya.

Hukum waris Korea Selatan memberikan warisan kepada orangtua jika mendiang tidak menikah dan tidak memiliki anak.

Pengadilan juga memberikan Ho-in dan ayahnya tambahan 20 persen warisan dengan alasan bahwa mereka yang berkontribusi dalam membesarkan Goo.

Kini, revisi Undang-Undang menyatakan bahwa mereka yang telah melanggar tanggungjawab pengasuhan anak atau melakukan kejahatan serius, dapat dicabut haknya untuk mengeklaim warisan anak mereka.

Namun, mendiang harus menghapus nama orangtua dalam surat wasiatnya. Ahli waris juga bisa mengajukan permohonan penghapusan ke pengadilan.

Baca juga: Tuai Kecaman, Wanita Muda di Korsel Lakukan Aborsi Saat Kandungannya Berusia 36 Minggu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi