Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Egyptian Mau, Ras Kucing Tertua yang Sudah Ada sejak 3.000 Tahun

Baca di App
Lihat Foto
iStockphoto/Thomas Leirikh
Egyptian Mau, ras kucing domestik tertua di dunia.
|
Editor: Muhammad Zaenuddin

KOMPAS.com - Saat ini ada puluhan ras kucing yang diketahui, dan jumlah pastinya bisa berbeda-beda untuk setiap asosiasi.

Misalnya, Cat Fancier's Association (CFA) mengakui 45 ras, Asosiasi Kucing Internasional (TICA) mengakui 73 ras, dan Fédération Internationale Féline mengakui 48 ras berbeda.

Alasan utama mengapa setiap asosiasi memiliki jumlah yang berbeda adalah karena mereka mengkualifikasi ras kucing dengan cara yang berbeda.

Lantas, dari banyaknya ras kucing yang ada saat ini, ras kucing mana yang paling tua?

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Kelebihan Berat Badan pada Kucing, Berikut Risko dan Cara Mengatasinya


Ras kucing tertua di dunia

Secara umum diterima bahwa sebagian besar ras kucing modern diciptakan dalam kurun waktu 150 tahun terakhir.

Dan ras kucing Egyptian Mau menjadi kandidat yang paling mungkin sebagai ras kucing sejati atau ras alami pertama.

Kucing-kucing ini ditemukan sebagai kucing yang dibiakkan secara sengaja dan sebagai kucing yang terbentuk secara alami melalui perkawinan sedarah antar spesies.

Baca juga: 5 Tanda Kucing Peliharaan Merasa Nyaman Ketika Dielus, Pemilik Perlu Tahu

Egyptian Mau merupakan satu-satunya ras kucing domestik berbintik alami, yang dianggap sebagai hasil mutasi genetik yang terjadi di Mesir kuno.

Dikutip dari Explore Cats, Egyptian Mau diperkirakan berasal dari Mesir kuno sejak lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Nama kucing ini berasal dari kata Mesir kuno “Mau” yang berarti kucing.

Egyptian Mau dihormati oleh orang Mesir kuno dan sering dikaitkan dengan dewi Bastet, yakni dewi perlindungan, kesenangan, dan dewi kesehatan.

Ras Egyptian Mau termasuk jenis kucing yang langka. Namun, ada banyak peternak kucing yang berdedikasi untuk melestarikan dan mempertahankan ras unik ini.

Baca juga: Memelihara Kucing dapat Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Sejalan dengan itu, dilansir dari laman Animal Wised, bahkan diperkirakan nenek moyang Egyptian Mau pertama kali tercatat eksis sejak lebih dari 4.000 tahun yang lalu di Mesir Kuno.

Meski termasuk ras kuno, Egyptian Mau baru diperkenalkan di Amerika Serikat pada 1950-an atas perintah Putri Nathalie Troubetzkoy yang membawa tiga kucing dari Italia.

Mereka dengan cepat menjadi populer karena fisik dan penampilan mereka yang elegan, serta karakternya yang sangat perhatian.

Baca juga: Penelitian Menunjukkan bahwa Kucing Menyukai Musik, Ini Jenis Musik Favoritnya

Karakteristik kucing Egyptian Mau

Ras Egyptian Mau terkenal dengan ciri khas bulunya yang berbintik yang muncul secara alami tanpa melalui persilangan.

Mengutip laman Kompas.com (23/4/2024), Egyptian Mau termasuk jenis kucing berukuran panjang, ramping, dan berotot.

Kaki belakangnya lebih panjang dari kaki depan, menjadikan mereka pelompat yang hebat dan termasuk ras kucing domestik tercepat.

Baca juga: Ciri-ciri Kucing Sedang Bosan dan Cara Mengatasinya

Sebagaimana telah disebutkan, kucing Mau memiliki bintik-bintik khas dan garis punggung gelap yang membentang dari atas kepalanya hingga ujung ekornya.

Bulu Egyptian Mau bisa hadir dalam enam warna yakni perak, perunggu, abu-abu, hitam, karamel, dan biru, dengan tiga warna terakhir adalah yang paling langka.

Mereka memiliki telinga yang cenderung lebar dan mata yang sedikit berbentuk almond, dengan warna hijau cerah yang cantik.

Kucing ini termasuk kucing yang cerdas, sangat setia kepada pemiliknya. Mereka bisa sedikit cuek pada orang asing di awal pertemuan, namun akan dengan cepat menjadi hangat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi