KOMPAS.com - Sebuah unggahan yang beredar di media sosial menyebut lebih baik membeli baju berbahan katun dan linen 100 persen daripada bahan campuran karena serat tekstil bisa memengaruhi bau ketiak.
Unggahan jenis bahan baju tersebut dibagikan pengguna akun media sosial X atau Twitter, @an****qve, Selasa (29/10/2024).
Dalam unggahannya, warganet menyarankan membeli baju yang berbahan 100 persen katun atau 100 persen linen. Pengunggah mengimbau untuk tidak membeli baju berbahan campuran poliester di atas 50 persen.
"Hindari yang campuran polyester di atas 50 persen soalnya bikin bau ketek. Sifatnya gak menyerap keringat," tulis pengunggah.
Lalu, benarkah baju campuran poliester di atas 50 persen bisa memicu bau ketiak?
Baca juga: 7 Kondisi yang Menyebabkan Bau Ketiak Mengganggu dan Cara Mengatasinya
Baju yang menyerap keringat
Pakar mode dari Prodi Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Christine Ulina Tarigan membenarkan baju berbahan katun dan linen dapat menyerap keringat.
Baju yang bahan kainnya mampu menyerap keringat dengan lebih baik akan membuat tubuh tidak bau badan.
"Cotton atau katun adalah bahan kain yang terbuat dari serat kapas yaitu serat alam yang berasal dari tumbuhan. Serat kapas diolah menjadi benang dan disusun membentuk kain," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (30/10/2024).
Christine menuturkan, baju berbahan katun lebih adem saat dipakai. Serat katun juga dapat menyerap keringat dengan baik sehingga nyaman di kulit dan tidak mudah menyebabkan iritasi.
Selain itu, baju berbahan katun memiliki sifat lembut dan halus. Katun termasuk salah satu bahan kain organik sehingga cocok digunakan orang-orang yang memiliki alergi.
"Bahan katun memiliki daya serap yang tinggi sehingga cocok digunakan di daerah tropis seperti Indonesia," lanjut Christine.
Di sisi lain, dia menambahkan pakaian yang terbuat dari kain katun lebih mudah terurai sehingga dapat membantu menyuburkan area tempat pembuangan akhir.
Manfaat-manfaat tersebut membuat bahan katun menjadi salah satu bahan tekstil yang paling umum digunakan di seluruh dunia.
Christine menyebut, baju berbahan linen juga dapat menyerap keringat seperti katun. Namun, dia lebih menganjurkan memilih baju katun daripada linen.
Menurutnya, serat kapas yang menjadi bahan kain katun merupakan produk alami sehingga lebih nyaman bagi kulit.
"Linen terbuat dari serat alami tanaman rami (Linum usitatissimum). Tapi memiliki sifat hipoalergenik. Jadi kurang nyaman untuk kulit sensitif," lanjutnya.
Baca juga: Cuaca Panas, Hindari Pakai Baju Berbahan Ini agar Tak Bau Badan
Baju yang tidak menyerap keringat, apa saja?
"Polyester adalah bahan tekstil sintetis yang terbuat dari serat yang dibuat dari senyawa kimia, ethylene glycol, asam tereftalat, serta polyethylene terephthalate (PET) yang berasal dari minyak bumi," ujar dia.
Berbeda dari katun dan linen yang dibuat dari bahan alami, poliester merupakan serat sintetis buatan manusia. Kain ini pertama kali ditemukan oleh J. T. Dickson dan J. R. Whinfield pada 1941.
Dosen Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Marniati mengungkapkan, kain campuran serat kapas dan poliester tetap memiliki daya serap keringat yang baik.
"Salah satu sifat kain yang terbuat dari serat kapas adalah mudah menyerap air dan kuat dalam keadaan basah," ujar Marniati, dikutip dari Kompas.com (15/5/2024).
Dia menyebut, kain yang terbuat dari serat kapas, katun, atau campurannya memiliki daya serap keringat yang baik. Kelebihan itu tampak terutama jika dipakai saat cuaca panas.
"Kalau kita menggunakan pakaian dari kain yang banyak mengandung serat kapas atau katun, maka terasa nyaman terutama pada cuaca yang panas karena pakaian tersebut mudah mengisap keringat," jelasnya,
Tapi, dia membenarkan bahwa kain yang dibuat dari serat sintetis lebih sulit menyerap keringat. Sebab, kain-kain tersebut bersifat kurang higroskopis atau daya serapnya kecil.
Karena itu, baju yang tidak bisa menyerap keringat perlu dihindari.
Berikut beberapa jenis kain yang tidak menyerap keringat.
- Poliester
- Satin clarisa
- Nilon
- Rayon
- Fleece
- Chiffon
- Bubble crepe
- Acrylic
Diberitakan Earth.com, baju dari kain sintetis seperti poliester, nilon, dan wol bersifat hidrofobik sehingga tidak menyerap air.
Namun, kain itu bisa menyerap senyawa berminyak dari keringat. Minyak lalu dijebak dalam kain. Bakteri pada tubuh akan memecah senyawa minyak dari baju poliester dan keringat menjadi molekul penyebab bau badan.
Sebaliknya, serat katun, linen, dan viscose memiliki sifat menyukai air. Baju itu pun mampu menyerap lebih banyak keringat. Ini membuat lebih sedikit senyawa penyebab bau yang tercipta sehingga tubuh tidak bau badan.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah bau badan saat memakai baju dari kain sintetis saat cuaca panas dan berkeringat:
- Rajin mandi dua kali sehari dengan sabun mandi yang mengandung pelembap
- Rutin mengganti pakaian bila basah
- Pakai pakaian yang longgar dan menyerap keringat
- Pakai deodoran bila keringat berlebihan.