KOMPAS.com - Seorang pria yang hendak menjual emas 100 gram miliknya, tetapi justru menjadi korban pengeroyokan usai diteriaki maling oleh warga.
Peristiwa itu terjadi di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Selasa (29/10/2024).
"Pria Bernama Andre Diteriaki Maling Dan Babak Belur Di Hajar Warga Saat Jual Emas 100 Gram Yang Dikira Palsu, Padahal Emas Asli Surat Lengkap...," tulis @kegblgnunfaedh, Rabu (6/11/2024).
Akibat insiden itu, korban mengalami luka dan kehilangan posel serta uang tunai Rp 5 juta.
Lantas, bagaimana duduk perkara kasus pria tersebut diteriaki maling saat hendak menjual emas?
Baca juga: 5 Bongkahan Emas Terbesar yang Pernah Ditemukan di Dunia, Dari Mana Saja?
Dituduh jual emas palsu dan diteriaki maling
Kapolres Banjar AKBP M Ifan Hariyat melalui Kapolsek Martapura AKP Mardiyono mengonfirmasi insiden tersebut.
Kejadian itu terjadi di lokasi pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Selasa (29/10/2024).
Korban berinisial A (34) adalah seorang pria yang berprofesi sebagai swasta. Ia merupakan warga Desa Hatiwin, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Menurut laporan yang diterima, kejadian bermula ketika korban hendak menjual emas miliknya di Toko Emas Anton di Banjarmasin pada Selasa (29/10/2024) pukul 07.00 Wita.
Namun, setelah melalui proses tawar menawar yang alot, korban membatalkan penjualan emas dan membuang nota pembeliannya.
Kemudian, di perjalanan pulang, A mampir ke toko emas di Martapura untuk melakukan proses pematrian emas.
"Di sana, seorang calo emas menghampirinya dan menawarkan untuk membeli emas tersebut dengan syarat emas dibawa ke tempat bosnya, seorang pria berinisial HA, untuk diuji keasliannya," kata Mardiyono, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/11/2024).
Korban pun menyetujui persyaratan tersebut. Ia juga sepakat jika hasil penjualan emas dipotong menjadi dua bagian. Setelah dipotong, HA menyatakan bahwa emas tersebut palsu.
Korban merasa tidak terima hingga terjadi adu mulut di antara keduanya. Situasi semakin memanas setelah HA meneriaki korban sebagai penjual emas palsu.
"Korban diteriaki maling oleh HA hingga orang-orang di sekitar lokasi berdatangan dan terjadi pengeroyokan terhadap korban," tutur Mardiyono.
Akibat insiden pengeroyokan itu, korban kehilangan sebuah ponsel merek Oppo A38, 2 ATM yang salah satunya berisi uang tabungan Rp 3 juta, dan uang tunai Rp 3 juta.
Baca juga: Gunung Erebus Muntahkan Emas Senilai Rp 91 Juta Setiap Hari, Kok Bisa?
Jual emas 100 gram
Dikutip dari Tribunnews, hasil pemeriksaan Polres Banjar atas emas milik korban melalui surat hasil identifikasi barang bukti menyatakan bahwa emas yang hendak dijual korban merupakan sebuah kalung dengan kadar 750/18 karat.
Berdasarkan uji analisis kimia yang dilakukan PT Pegadaian Cabang Banjarbaru, perhiasan itu memiliki berat 95,95 gram dan kadar kemurnian emas mencapai 750 persen.
Selain itu, berdasarkan hasil berat jenis diperoleh 14 (700-750 persen).
"Berdasarkan hasil uji diatas kami dapat menyimpulkan bahwa barang tersebut emas asli dengan kadar Emas 750 persen," bunyi berita acara tersebut.
Baca juga: Gempa Bumi Bisa Hasilkan Bongkahan Besar Emas, Ini Prosesnya
Korban lapor polisi
Merasa tidak terima, korban segera melapor ke Polsek Martapura pada Kamis (31/10/2024) pukul 14.30 WIta.
Petugas Polsek Martapura menerima laporan terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHPidana.
Hingga saat ini, kasus pengeroyokan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut dan pihak Kepolisian sedang berupaya mengidentifikasi para pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Baru saja saya telpon Kapolsek Martapura untuk perkembangan kasus tersebut. Dan hasilnya, saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi," tandas Mardiyono.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.