Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunung Api Bawah Laut Berukuran Besar Ditemukan di Samudra Arktik, Apa Dampaknya?

Baca di App
Lihat Foto
The National Oceanic and Atmospheric Administration
Gunung api bawah laut ditemukan di Samudera Arktik.
|
Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh

KOMPAS.com - Para ilmuwan menemukan gunung api bawah laut di Samudra Arktik di lepas pantai Alaska utara.

Gunung api bawah laut itu menjulang lebih dari 500 meter dari dasar laut dan kemungkinan mengeluarkan gas.

Dikutip dari United States Coast Guard News (7/11/2024), penemuan ini bermula ketika tim peneliti Kapal Penjaga Pantai Healy, termasuk anggota dari National Science Foundation, Universitas New Hampshire, serta Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional sedang mengerjakan misi eksplorasi perairan yang belum dipetakan di laut Chukchi dan Beaufort di utara Alaska.

Mereka kemudian menemukan formasi mirip gunung berapi baru yang berada jauh di dalam laut.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Coast Guard melalui sebuah pernyataan mengatakan, gunung tersebut tampaknya memiliki gumpalan gas yang naik hingga ke permukaan air.

Lantas, apakah gunung api bawah laut itu berbahaya?

Baca juga: Daftar 6 Gunung Api Berstatus Awas dan Siaga di Indonesia, Satu di Pulau Jawa

Tidak mengganggu navigasi

Dilansir dari Independent, struktur baru gunung api di Samudera Arktik di lepas pantai Alaska utara itu terlalu dalam untuk membahayakan orang-orang yang berada di daratan.

Selain itu, Coast Guard juga menyampaikan, pegunungan baru yang mengeluarkan gumpalan gas tersebut tidak mengganggu navigasi sehingga aman untuk kapal yang melintas.

Komandan Kapal NOAA Fairweather, kapten Meghan McGovern mengatakan, temuan gunung api bawah laut ini justru membuka eksplorasi lebih jauh.

"Meskipun analisis data masih berlangsung, temuan-temuan ini menarik dan menawarkan wawasan tentang apa yang mungkin ada di bawah permukaan laut, yang sebagian besarnya tidak diketahui di wilayah ini," kata dia.

Baca juga: Mengapa Abu Vulkanik Erupsi Gunung Bisa Berbahaya bagi Penerbangan? Ini Penjelasannya

Saat ini, ia dan para tim di atas kapal Cutter Healy masih terus menjalankan misi ilmiah di lepas lautan tersebut.

Cutter Healy adalah satu-satunya kapal pemecah es milik Coast Guard yang dirancang untuk mendukung penelitian ilmiah.

Kapal dengan panjang 128 meter itu menampung setidaknya 20 ilmuwan muda dan mentor mereka untuk memperoleh pengalaman atau keterampilan penelitian.

Ini merupakan bagian dari proyek besar "Rute Akses Pelabuhan Pantai Arktik Alaska" yang dilakukan untuk mengevaluasi kebutuhan penetapan rute kapal.

Tujuannya adalah memastikan bahwa kapal yang melintasi laut tersebut terhindar dari bentrokan dengan kapal lain atau bahaya bawah air.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi