KOMPAS.com - Sebuah video memperlihatkan pengobatan tulang kaki dengan cara dipukul memakai palu, viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram, @rullah**** pada Senin (2/12/2024).
Dalam unggahan, pengobatan yang disebut sebagai terapi tradisional ini dilakukan dengan memukulkan palu ke kaki seorang pria.
Pria yang kakinya dipukul-pukul dengan palu tersebut juga tampak merintih kesakitan sambil menahannya.
Tak hanya sekali, palu tersebut dipukulkan ke kakinya hingga 10 kali. Kemudian pria yang memukulkan palu tersebut mencoba untuk mengecek kondisi kaki korban.
“Pengubatan tulang cara tradisional,” tulis keterangan dalam video di unggahan.
Hingga Kamis (5/12/2024), unggahan video tersebut sudah mendapat 924.666 likes dan puluhan ribu komentar warganet.
Sebagian warganet berkomentar bahwa mereka keheranan dengan cara seperti itu. Sementara lainnya, menyarankan untuk membawanya ke dokter agar bisa ditangani secara medis.
Baca juga: Rawan Gangguan Tulang, Ini 6 Kelompok yang Berpotensi Kekurangan Vitamin D
Dokter tulang ungkap bahaya terapi pengobatan tulang pakai palu
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre Jakarta Selatan, Rahyussalim mengingatkan ada risiko atau bahaya di balik pengobatan tulang dengan cara dipukul pakai palu.
Menurut dia, memukulkan palu ke tulang, justru bisa membuat kondisi yang dialami penderita semakin parah.
“Sangat berbahaya, karena ada repetitif trauma (benturan),” ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/12/2024).
"Ini salah mengerti tentang tubuh manusia yang benda hidup dianggap benda mati, sehingga boleh dipukul. Kalau dipukul malah akan bisa berisiko," sambung dia.
Rahyussalim menilai, bahaya memukulkan palu ke tulang, seperti pada bagian kaki, dapat menyebabkan tulang retak bahkan patah (fraktur).
Selain itu, terapi palu atau benda keras lainnya juga dapat menyebabkan gangguan saraf, yang dikenal awam dengan istilah saraf terjepit.
Tak hanya itu, otot-otot yang merupakan komponen penyusun kaki juga dapat mengalami cedera hingga robek jika dipukulkan palu berulang kali.
“Pembuluh darah juga bisa pecah karena dipukul benda keras seperti itu,” kata Rahyussalim.
Pengobatan tulang yang benar
Rahyussalim menekankan, sebelum mengobati masalah pada tulang, pasien sebaiknya diperiksa ke dokter atau rumah sakit.
"Apabila pengobatan salah (sembarangan) tanpa diagnosis, dapat menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya," tutur dia.
Pemeriksaan medis ini, dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti rontgen (X-ray), MRI (Magnetic Resonance Imaging), dan CT Scan (Computerized Tomography Scan).
Selain itu, pemeriksaan bisa dilakukan dengan BMD (Bone Mineral Densitometry) untuk mengukur tingkat kepadatan mineral dalam tulang.
Biasanya, pemeriksaan BMD ini dilakukan untuk mengecek risiko osteoporosis atau tulang keropos.
“Setelah dicek gangguannya, maka akan mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat,” ujar Rahyussalim.
Baca juga: Bocah Difabel Patah Tulang Ekor gara-gara Kursi Ditarik Saat Akan Duduk
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.