KOMPAS.com - Polri telah menetapkan eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Lukman sebagai tersangka kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur dan penggunaan narkoba.
Hal ini disampaikan oleh Karo Wabprof Divisi Propam Polri Brigjen Agus Wijayanto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
"Hari ini statusnya sudah menjadi tersangka dan ditahan di Bareskrim Polri," ujarnya.
Fajar jugu turut dihadirkan dalam jumpa pers dengan mengenakan baju tahanan berwarna oranye.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan fakta bahwa Fajar melakukan kekerasan seksual terhadap 4 orang orang, tiga di antaranya anak di bawah umur.
"Dari penyelidikan pmeriksaan emlalui kode etik dari wabprof, ditemukan fakta bahwa FLS telah melakukan pelecehan seksual dengan anak di bawah umur sebanyak 3 orang dan satu orang usia dewasa," ujarnya.
Berikut profil eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma.
Baca juga: Temukan Polisi Bermasalah? Warga Bisa Lapor ke Propam via WA, Ini Caranya
Profil Kapolres Ngada AKBP Fajar
Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja merupakan seorang perwira menengah di Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Dia diketahui merupakan alumni SMA Taruna Nusantara angkatan ke-9 yang lulus sekitar 2001.
Fajar kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dan lulus pada 2011.
Pria yang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 26 Juni 2024.
AKBP Fajar menggantikan posisi AKBP Padmo Arianto yang kini menjabat sebagai Wadanmen II Pelopor Pas Pelopor Korbrimob Polri.
Baca juga: Kompolnas Kawal Kasus Kapolres Ngada yang Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur
Sebelum bertugas di Ngada, AKBP Fajar bertugas sebagai Kapolres Sumba Timur pada 2022, diberitakan Antara (27/6/2024).
Saat menjadi Kapolres Sumba Timur, AKBP Fajar turut menangani kasus penyekapan dan perampokan pasangan suami istri asal Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur.
Dia kemudian dipercaya menjadi Kepala Unit 1 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Jawa Barat pada 2019.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), AKBP Fajar memiliki kekayaan senilai Rp 14.000.000 per 31 Desember 2023.
Dia tidak tercatat mempunyai rumah maupun kendaraan. Harta kekayaan tersebut hanya berasal dari kas dan setara kas.
Namun pada laporan tahun sebelumnya, Fajar diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp 103.000.000 berdasarkan laporan 31 Desember 2022.
Baca juga: Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Kapolres Ngada Diamankan Propam Mabes Polri
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.